.: medicina-islamica-lg.blogspot.com :.

Assalamualaikum wr.wb. Welcome to my blog. In here there's some article about islam and about medicine. In my blog here, i use indonesian. May my articles can be usefull for a lot of people in the world. If you like my blog, please give follow and comment in my blog too. thanks. (^.^)

Kamis, 03 Mei 2012

Sistem Endokrin dan Eksokrin

Di dalam tubuh manusia terdapat 2 macam kelanjar, yakni :
a. Kelenjar Eksokrin
    Merupakan kelenjar yang dimiliki tubuh dimana kelenjar ini memiliki saluran utk mengalirkan zat hasil produksi nya yang biasanya berupa enzim atau sekret
  
    Organ - organ yang termasuk dalam kelenjar eksokrin antara lain adalah kelenjar keringat (glandula sudorifera), kelenjar minyak (glandula sebasea), kelenjar ASI (glandula mammae), pancreas

b. Kelenjar Endokrin
    Merupakan kelenjar yang dimiliki tubuh dimana kelenjar ini tidak memiliki saluran utk mengalirkan zat hasil produksinya yang berupa hormon.

 Hormon adalah molekul yang dihasilkan oleh jaringan tertentu (kelenjar) yang dikeluarkan langsung ke dalam darah yang membawanya ketempat tujuan dan secara khas mengubah kegiatan suatu jaringan tertentu yang menerimanya. Dimana hormon yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin ini akan langsung dialirkan ke dalam pembuluh darah, karena pada kelenjar endokrin tidak memiliki saluran khusus/ tersendiri utk mengalirkan hormon yang dihasilkannya. 


Macam - macam Hormon :
1. Hormon2  Endokrin :  hormone2  ini dihasilkan oleh 1 jaringan / kelenjar  dan menampakkan efeknya pada jaringan atau  sel - sel sasaran  yang  cukup  jauh
Contoh,  hormon  tiroid.
 2.    Hormon2  Parakrin  :     hormon2 ini timbul dari 1 sel, berjalan  cukup pendek  untuk  berinteraksi dengan reseptornya.
Contoh,  hormon  steroid kelamin  dalam  ovarium.
 3.    Hormon2  Autokrin :     Hormon2 ini diproduksi oleh sel yang sama, yang berfungsi sebagai sasaran  dari  hormon tsb.
Contoh,  prostaglandin.






  Organ - organ yang termasuk ke dalam kelenjar endokrin antara lain, hipothalamus, hipophysis, glandula thyroidea, glandula parathyroidea, glandula suprarenalis, pancreas, ovarium dan testis


Kerja dari hormon sendiri yakni dengan cara adanya mekanisme umpan balik positif dan umpan balik negatif. Dimana apabila tubuh memerlukan adanya peran hormon dalam fungsinya, tubuh akan mengirimkan impuls sinyal kepada hipothalamus utk menghasilkan hormon yang dibutuhkan sehingga hormon yang dihasilkan oleh hipothalamua akan menghasilkan hormon yg spesifik dibutuhkan oleh tubuh. Sedangkan apabila jumlah hormon yang telah dihasillkan atau yg telah beredar dalam tubuh sudah terlampau cukup atau berlebih, tubuh akan mengirimkan signal/ impuls kepada hipothalamus utk menghentikan produksi hormon pd hipothalamus sehingga produksi hormon2 pd kelenjar2 endokrin lain pun juga akan dihentikan. 


Berikut ini ada ebook endokrinologi yg smoga juga dapat bermanfaat



Sumber :
Hormon Kortikosteroid, DR. dr. Umar Kasan, Sp.BS, FK UNAIR
Devlin, Text Book of Biochemistry with Clinical Corelation
Gilbert, Basic Concept of Biochemistry
Anna Poedjiadi dan Titin Supriyanti F.M., Dasar - Dasar Biokimia ed. revisi, UI Press.



Anatomi Fisiologi Hipothalamus dan Hipophysis

Anatomi Hipothalamus
Hypothalamus merupakan bagian dr Systema Nervosum Centrale yg paling kompleks krn kaya dg hubungan dg telencephalon, systema limbic dan batang otak. Hipothalamus berperan dalam pengontrolan fungsi visceral, autonom, endokrin dan tingkah laku efektif.




Embriologi Hipothalamus
Hipothalamus berkembang dr diencephalon embryonal yg merupakan salah satu bagian dr proencephalon (Bagian lainnya berkembang mjd telencephalon yg selanjutnya mjd cortex cerebri)
Mula2 tampak sbg salah satu ventricula dr ketiga vesicular di dinding lateral ventriculus tertius dan mjd terpisah dr epithalamus dan thalamus, dipisahkan oleh sulcus hipothalamicus
Sewaktu thalamus dan hypothalamus makin berkembang vesicular diencephalica terjepit mjd ventriculus tertius. Atap dr ruang ini ditutupi oleh selapis ependyma yg dilapisi oleh mesenchyme dg banyak kapiler. Kapiler ini bersama dg ependyma mengadakan invaginasi membentuk plexus choroideus ventriculus tertius.  

Anatomi Hipophysis
Hipophysis memiliki 2 lobus, yakni hipophysis lobus anterior (Adenohipophysis) dan Hipophysis lobus posterior (Neurohipophysis). Hipophysis terletak pada sebuah ruangan yg disebut sbg sella tursica.




Embriologi Hipophysis
ž  Adenohypophysis atau Hypophysis Lobus Anterior : Berasal evaginasi lapisan ectoderm dari stomodeum kemudian menjadi Saccushypophysis atau kantong Rathce (rathke pouche) yang lama-kelamaan akan lepas dan menempel pada infundibulum neurohypophysis. Kemudian kantong rathce tersebut berkembang Mengelilingi infundibulum yang dinamakan Pras Tubelaris, dan berkembang kearah inferior yang menjadi Adenohypophysis.
ž  Neurohypophysis atau Hypophysis Lobus Posterior : berasal dari evaginasi(penonjolan keluar) dari lantai dasar Di-Encephalon kemudian berkembang menjadi Gemmaneurohypophysis yang kemudian berkembang menjadi Neurohypophysis.



Tractus yang Menghubungkan Hipothalamus dengan Jipophysis
ž  Hipothalamus dan Hipophysis dihubungkan oleh adanya infundibulum.
ž  Yang menghubungkan antara Hypothalamus dengan Neurohypophysis adalah tractus Hypothamalohypophysialis yang terdiri dari 2 nuclei yaitu Nuclei Paraventricularis yang menghasilkan hormon Oksitosin dan Nuclei Supraopticus yang menghaislkan hormon ADH
ž  Dan yang menghubungkan Hypothalamus dan Adenohypophysis adalah tractus tuberoinfundibularis yang terdari dari 4 Nuclei yaitu Nuclei Preoptici Media, Nuclei Paraventricularis Media, Nuclei Perivntricularis, Nucleus Arcuatus.

Batas – Batas Sella Tursica
ž  Superior   : Diaphragma Sellae
ž  Inferior     : Corpus Sphenoidale & Sinus Sphenoidale
ž  Posterior  : Dorsum Sellae, A. Basilaris, Pons, Medulla Oblongata
ž  Lateral     : Sinus Cavernicus














Vaskularisasi Hipothalamus dan Hipophysis
ž  Arteria hypophysialis Superior yang merupakan cabang dari Arteria carotis Interna Pars Cerebralis yang memperdarahi Hypothalamus, Infundibulum, dan adenehypophysis
ž  Arteria Hypophysialis Inferior yang merupakan cabang dari Arteria carotis Pars Cavernosa Interna yang memperdarahi Neurohypophysis.

Innervasi Hipophysis
Plexus nervosus caroticus





Anatomi Fisiologi Hipothalamus dan Hipophysis

Sumber : Systema Nervosum Centrale, Bagian Anatomi, Fakultas Kedokteran UNDIP.


Anatomi Fisiologi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea

Anatomi Glandula Thyroidea
Glandula thyroidea atau biasa disebut sbg kelenjar tiroid merupakan salah satu organ system endokrin yang terletak di regio colli (leher).  

Morfologi Glandula Thyroidea
Glandula Thyroidea berbentuk seperti kupu - kupu, yakni terdiri atas lobus dextra disebelah kanan dan lobus sinistra di sebelah kiri. Kedua lobus ini dihubungkan oleh isthmus glandula thyroidea. Setiap lobus berbentuk conus, dg apex nya menghadap ke cranial sampai linea oblique cartilage thyroidea dan basisnya terletak di caudal setinggi annulus trachealis Cervical V - VI atau setinggi Vertebrae Thoracal I. Isthmus glandula thyroidea terletak setinggi annulus trachealis Cervical II – IV, tertutup oleh kulit dan fascia di linea mediana. Lobus pyramidalis merupakan suatu tonjolan memanjang yg timbul dr pinggir atas isthmus glandula thyroidea kearah cranial melewati cartilage thyroidea sampai pada os. Hyoideum dan melekat diantara m. levator glandula thyroidea.


Lapisan Leher dari Luar ke Dalam
 Lapisan Glandula Thyroidea dari Luar kedalam adalah :  Cutis  Sub Cutis  Platysma Myoides  Fascia Coli Superficialis  Fascia Coli Media  Fascia Pretrachealis  Capsula Fibrosa Eksterna 

Capsula Fibrosa Interna Diantara Fascia Pretrachealis dan Capsula Fibrosa Eksterna terdapat Vascularisasi Glandula Thyroidea. Sedangkang Diantara Capsula Fibrosa Eksterna dan Capsula Fibrosa Interna Terdapat Glandula Parathyroidea Glandula Thyroidea ini ikut bergerak pada saat kita menelan atau minum sesuatu karena glandula ini diselubungi oleh fascia pretrachealis.  
Anatomi Glandula Parathyroidea Glandula parathyroidea atau kelenjar paratiroid merupakan 2 ps. Kelenjar endokrin berbentuk bulat/ lonjong, pipih yg terletak di dorsolateral dr glandula thyroidea tepatnya di antara capsula externa dan capsula interna glandula thyroidea. Glandula parathyroidea sendiri terdiri atas sepasang glandula parathyroidea superior san sepasang glandula parathyroidea inferior. Glandula Parathyroidea Superior ini letaknya Lebih Konstans sehingga lebih Mudah Ditemukan pada tengah2 pinggir dorsal Glandula Thyroidea. Sedangkan Glandula Parathyroidea yang inferior letaknya lebih Variabel umumnya terletak di caudal glandula Parathyroidea Superior.

Variasi Letak Glandula Parathyroidea Inferior
 Terletak Diantara capsula fibrosa Eksterna dan Interna dan diatas Arteria Thyroidea Inferior  Terletak Diantara Capsula Fibrosa Eksterna dan Interna tetapi dibawah Arteria Thyroidea Inferior  Terletak diluar Capsula Fibrosa Eksterna di tepi Dorsal Bagian bawah Glandula Thyroidea.  


Vaskularisasi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea
- A. thyroidea superior dextra et sinistra yg memvaskularisasi bagian dr apex glandula thyroidea yg merupakan cabang dr a. carotis externa cabang dr a. carotis communis. Dimana a. carotis communis dextra merupakan cabang dr truncus brachiocephalica (a. anonyma) cabang dr arcus aorta. Sedangkan a. carotis communis sinistra cabang dr arcus aorta.
- A. Thyroidea Inferior yang merupakan cabang dari Truncus Thyreocervicalis yg merupakan cabang dr a. subclavia. Yg mana a. subclavia dextra merupakan cabang dr a. anonyma yg merupakan cabang dr arcus aorta. Sedangkan a. subclavia sinistra merupakan cabang dr arcus aorta.
- A. Thyroidea Ima yang merupakan cabang A. Anonima yg merupakan cabang dr Arcus Aortae.
- V. Thyroidea Superior yang bermuara ke V. Jugularis Interna. Yg mana v. jugularis interna akan bermuara ke v. brachicephalica atau v. anonyma lalu bermuara ke v. cava superior.
- V. Thyroidea Media yang bermuara ke V. Jugularis Interna. Yg mana v. jugularis interna akan bermuara ke v. brachicephalica atau v. anonyma lalu bermuara ke v. cava superior.
- V. Thyroidea Inferior yang bermuara ke V. Branchiocephalica. Dimana v. brachiocephalica akan bermuara ke v. cava superior.


Innervasi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea
 Untuk Innervasi yang Sympatis adalah Ganglion Cervicalis Superior  Untuk yang Parasympatis adalah Rr. Cardiaci dan Rr. Laryngei N. Vagus


Fisiologi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea
 Sel C pd glandula thyroidea mensekresi hormon kalsitonin yg berfungsi utk menurunkan konsentrasi kalsium dalam plasma. Sedangkan sel folikel kelenjar tiroid menghasilkan hormon tetraiodotironin/ tiroksin dan triiodotironin yg berfungsi utk meningkatkan laju metabolisme esensial utk pertumbuhan normal dan perkembangan saraf Sedangkan pada glandula parathyroidea akan dihasilkan hormon paratiroid yg berfungsi meningkatkan konsentrasi kalsium plasma dan utk menurunkan konsentrasi fosfat dlm plasma serta sbg perangsang pengaktivan vitamin D.

Sumber : Situs Colli, Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNDIP.

Kamis, 15 Maret 2012

Ikterus (Jaundice)

Ikterus atau jaundice merupakan sebuah tanda yang menunjukkan gambaran kuning pd pewarnaan sklera mata, mucosa tubuh maupun pada kulit yang disebabkan oleh karena kadar bilirubin dalam darah yg meningkat (hiperbilirubinemia) yakni >3mg%.

Secara etiologik, ikterik dapat dibagi menjadi :
• Ikterik Pre Hepatik
o Pembentukan bilirubin
Peningkatan hemolisis sel darah merah merupakan penyebab utama peningkatan pembentukan bilirubin. Pd keadaan hemolisis, Hb yg dibebaskan dr eritrosit akan bertambah, dlm arti kata akan makin banyak bilirubin yg dibebaskan. Sedangkan kapasitas hati melakukan konjugasi bilirubin sdh tertentu batasnya. Sehingga terjadi kadar bilirubin unconjugated ↑dlm serum.
o Transport plasma
Bilirubin tdk larut dalam air, krn nya bilirubin unconjugated ini transportnya dlm plasma terikat dg albumin. Ikatan melemah dlm beberapa keadaan spt asidosis, dan beberapa bahan spt antibiotika tertentu, salisilat berlomba pd tmp ikatan dg albumin.
• Ikterik Intra Hepatik
Timbulnya ikterus krn kerusakan sel parenkim hepar. Walaupun kadar bilirubin unconjugated ke dalam hepar ttp normal, tp krn adanya kerusakan sel hati dan ductuli mk terjadi kesukaran pengangkutan bilirubin di dalam hati. Selain itu juga tjd kesulitan dlm hal konjugasi. Akibatnya bilirubin tdk sempurna dikeluarkan mll ductus hepaticus, krn tjd retensi akibat kerusakan sel ekskresi dan regurgitasi pd ductuli empedu intrahepatik yg mengalami obstruksi. Jd akan tjd kenaikan baik Bilirubin direk maupun bilirubin indirek. Ada beberapa pendapat yg menyebabkan bilirubin direk memasuki peredaran darah. Jd ikterus yg timbul disini terutama disebabkan krn kesukaran dlm pengangkutan, konjugasi dan sekresi bilirubin.
Pasien yg menderita ikterus hepatic, warna kulit dan mukosanya tampak kuning oranye
Penyebab ikterus hepatic, antara lain hepatitis, sirosis hepatis, tumor.
• Ikterik Post Hepatik
Timbulnya ikterus krn tjd bendungan dlm saluran empedu, sehingga empedu dan bilirubin direk tdk dpt dialirkan ke dalam usus halus. Akibatnya terjadi kenaikan kadar bilirubin direk dan juga bilirubin urine, tp tidak dijumpai urobilinogen dlm urin dan tinja. Biasanya kulit dan mukosa terutama sclera mata tampak kuning tua/ kuning kehijauan.
Timbulnya ikterus posthepatik ini dpt disebabkan diantaranya oleh adanya : batu pd saluran ductus, tumor dlm ductus, stenosis atau fibrosis dlm ductus.



Jadi intinya pada pasien dengan ikterus yang terletak prehepatik, akan terjadi kenaikan kadar bilirubin indirek/ unconjugated bilirubin (B1) yang nantinya kadar bilirubin tsb akan menumpuk pada mucosa, sklera mata bahkan pd kulit.

warna mata yang kuning terjadi karena adanya B₁ yang meningkat dan larut dalam mukosa di sklera mata (dinding sel tersusun atas lemak) atau kadar B₂ yang berlebih sehingga akhirnya keluar dari pembuluh darah masuk ke ekstrasel (jaringan ikat dan jaringan longgar mata).

Sedangkan pada pasien dg ikterus yg terletak intrahepatik maupun posthepatik akan terjadi kenaikan kadar bilirubin direk/ conjugated bilirubin (B2) yang nantinya B2 akan diekskresi mll ginjal dan larut dibuang bersama urin sehingga terjadi kencing yang berwarna seperti teh

warna urin seperti air teh (merah kecoklatan) bisa karena adanya peningkatan bilirubin dan urobilinogen. Adanya bilirubin menunjukkan kerusakan (sumbatan) pada saluran kanalikuli biliaris sehingga bilirubin tak bisa keluar, yang akhirnya mengalir masuk ke pembuluh darah menuju ginjal.

Sumber :
Baron D. N. Kapita Selekta Patologi Klinik Edisi 4. Jakarta : EGC
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, ed. V, Prof. dr. H. Ali Sulaiman, Ph.D, Sp.PD-KGEH, Interna Publishing.
Gastroenterologi, Prof. DR. dr. Sujono Hadi.

Sabtu, 10 Maret 2012

Anatomi Pulmo (Paru)



Anatomi Pulmo
Pulmo atau biasa kita sebut sbg paru2 merupakan organ yang terletak di cavum thoraks. Pulmo memiliki selaput pembungkus pulmo yg disebut dg pleura. Dimana pulmo didalam terdapat saluran nafas yg disebut dg bronchus

Bagian2 Pulmo
• Apeks pulmo
Apeks atau puncak dr pulmo terletak di superior yg merupakan bagian pulmo yg tumpul dan menjulang hingga collum costae I. Apeks pulmo difiksasi oleh adanya fascia Sibson, collum costae I, proc. Transverses Vertebrae thoracal I, cupula pleura dan mm. scaleni
• Bassis pulmo
Merupakan dasar dr pulmo yg berbentuk konkaf dan merupakan tmp menempelnya diafragma.

Facies Pulmo
• Facies costalis
Dataran pulmo yg menghadap ke costa berbentuk konveks dan dilapisi oleh pleura parietalis pars costalis.
• Facies medialis
Bagian pulmo yg menghadap ke mediastinum dan dilapisi oleh pleura parietalis pars mediatinalis. Facies ini terdiri atas 2 pars, yakni pars vertebralis (menghadap vertebrae) dan pars mediastinalis (menghadap mediastinum). Pd pars mediastinalis terdapat hilus pulmonis yg merupakan tmp keluar masuknya radix pulmo/ pediculus pulmonis.

Margo pulmo
• Margo anterior
Tepi pulmo yg terjepit antara corpus sterni dg pericardium. Pd margo anterior pulmo sinistra terdapat adanya cekungan akibat adanya jantung yg disebut dg incisura cardiac pulmonis.
• Margo inferior
Merupakan tepi pulmo yg memisahkan basis pulmo dg facies costalis pulmo.



Lobus dan fissure
• Pulmo dextra
Terdapat 3 lobus (lobus superior, medius et inferior) yg dipisahkan oleh adanya 2 fissure (fissure horizontalis et obliqua)
• Pulmo sinistra
Terdapat 2 lobus (lobus superior, et inferior) yg dipisahkan oleh adanya 2 fissure (fissure obliqua)



Lingula
Lingual merupakan bagian dr lobus superior pulmo sinistra yg terletak di anteroinferior yg merupakan rudimentas/ pendesakan dr jantung pd pulmo sinistra.



Hilus Pulmo dan Radix Pulmo/ Pediculus pulmo
Hilus pulmonis berarti pintu masuk ke dalam pulmo yg terletak di facies medialis pulmo. Dimana hilus pulmo ini merupakan tmp keluar masuknya radix pulmo. Radix pulmo ini terletak setinggi Vertebrae Thoracal V-VII

Urutan radix pulmo dr ventral ke dorsal utk pulmo sinistra dan dextra sama, yakni : v. pulmonalis, a. pulmonalis, bronchus, v. bronchialis

Sedangkan urutan radix pulmo dextra dr cranial ke caudal yakni : bronchus eparterial, a. pulmonalis, bronchus hiparterial dan v. pulmonalis

Sedangkan utk urutan radix pulmo sinistra dr cranial ke caudal yakni : a. pulmonalis, bronchus dan v. pulmonalis.



Segmentasi pulmo
Utk pembagian segmentasi dr pulmo sama seperti pembagian segmentasi dr bronchus

Vaskularisasi Pulmo
Utk bronchi, jaringan ikat paru dan pleura visceralis divaskularisasi oleh Aa. Bronchiales. Utk Aa. Bronchiales sinistra cabang dr aorta thoracalis, sdgkn Aa. Bronchiales dextra cabang dr a.intercostales atau Aa. Bronchiales sinistra.

Utk vena nya mll Vv. Bronchiales yg terdiri atas vv. Bronchiales superficial dan profunda. Vv. Bronchiales Superficial mendapatkan aliran darah dr bronchi extrapulmonar, pleura visceralis, limponodi sekitar hilus pulmo. Vv. Bronchiales dextra bermuara ke v. azygos, sedangkan Vv. Bronchiales sinistra nya bermuara ke v. hemiazygos accessoria atau v. intercostales supreme

Sedangkan utk alveoli mendapatkan vaskularisasi dr ujung terminal dr a. pulmonales.

Innervasi Pulmo
Pulmo diinnervasi oleh plexus pulmonalis pd radix pulmo dextra et sinistra. Dimana plexus ini terdiri atas saraf simpatis oleh truncus sympaticus -> ganglia sympatis 1-5 dan parasimpatis oleh cabang2 dr n. vagus

Sumber : Diktat Anatomi Situs Thoracis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA

Jumat, 09 Maret 2012

Parasitologi



Pengertian Parasitologi
Parasitologi berasal dr kata “SITOS” yg berarti “makanannya”, sehingga “PARASITOS” berarti seseorang yg ikut makan.
Secara istilah berarti Ilmu yg mempelajari jasad2 yg hidup utk sementara/ menetap di dalam/ di permukaan jasad lain dg maksud utk mengambil sebagian/ seluruh kebutuhan hidupnya dr jasad lain tsb

Definisi Parasit
Sedangkan parasit berarti jasad yg hidup dg cara mengambil kebutuhan hidupnya dr jasad lain.
(P J Van Beneden - 1875) :
Makhluk yg menggantungkan hidup pd tetangganya dan berusaha sepenuhnya utk memanfaatkan dg hemat tanpa membahayakan dirinya

Istilah Parasitologi
• Hospes (Host)
Jasad yg mengandung parasit, contoh : nyamuk, lalat

• Hospes Definitif
Hospes yg mengandung parasit bentuk dewasa dan parasitnya bereproduksi secara sexual
Contoh : penyakit malaria disebabkan oleh Plasmodium malariae, dimana bentuk seksualnya (makrogamet dan mikrogamet) ditemukan dalam nyamuk sdgkn stadium schizon dan merozoit ditemukan dlm darah manusia. Jd nyamuk sbg hospes definitive

• Hospes Reservoir
Hospes dimana parasitnya mengalami reproduksi scr sexual.

• Hospes Perantara
Hospes tempat tumbuh parasit menjadi bentuk infektif dan siap ditularkan ke hospes lain, parasitnya bereproduksi scr asexual.

• Hospes Paratimik
Hospes yg mengandung parasit stadium infektif tanpa mjd dewasa dan parasitnya dpt ditularkan serta mjd dewasa pd hospes definitive

• Zoonosis
Penyakit pd binatang yg dpt ditularkan pd manusia

• Vektor
Serangga yg menularkan penyakit

• Transmitter
Vector selain serangga

• Vehicle
Benda yg menularkan penyakit

• Infeksi
Parasit masuk kedalam tubuh hospes dan tjd parasitisme (endoparasit)

• Infestasi
Parasit hidup dipermukaan tubuh hospes dan yjd parasitisme (eksopararasit)

• Myasis
Invasi larva lalat pd jaringan hospes

• Synanthropic
Bentuk kehidupan serangga yg telah beradaptasi dg lingkungan hidup manusia sbg habitatnya dan hidup bebas tidak tergantung pd kehidupan manusia.

• Domestik
Bentuk kehidupan serangga yg telah beradaptasi dg lingkungan hidup manusia sbg habitatnya dan hidupnya tergantung pd kehidupan manusia.

• Metazoa
Jasad parasit hidup hewani ber sel banyak dan sudah mengalami differensiasi

• Protozoa
Jasad hidup hewan bersel satu

sumber :
dr. Menik Sahariyani
dr. H. Imam D. Mashoedi, M.Kes. Epid.
dr. H. Hadi Wartomo, SU, Sp. Par
Bagian Parasitologi Fakultas Kedokteran Unissula Semarang