.: medicina-islamica-lg.blogspot.com :.

Assalamualaikum wr.wb. Welcome to my blog. In here there's some article about islam and about medicine. In my blog here, i use indonesian. May my articles can be usefull for a lot of people in the world. If you like my blog, please give follow and comment in my blog too. thanks. (^.^)
Tampilkan postingan dengan label anatomi fisiologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anatomi fisiologi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Agustus 2013

Anatomi Fisiologi Hidung / Nasus


ANATOMI HIDUNG dan SINUS PARANASAL [ORGANON OLFACTUS]

Hidung dalam bahasa Latin disebut sebagai Nasus. Sedangkan dalam bahasa Yunani disebut sebagai Rhis atau Rhinos. Nasus terbagi atas Nasus Externus yakni bagian hidung yang Nampak dari luar dan menempel pada wajah dan Cavum Nasi atau rongga hidung
NASUS EXTERNUS
            Hidung pada bagian atas berhubungan dengan dahi disebut radix nasi. Kemudian akan terbentang ke depan bawah sebagai dorsum nasi sampai pada apeks nasi. Di bagian depan terdapat 2 lubang hidung yang disebut sebagai nares anterior atau nosethrill. Nares anterior dibagian lateral dibatasi oleh alae nasi, sedangkan pada bagian medial dibatasi oleh pars mobilis septi nasi / pars membranous / collumna (columella).



            Kerangka nasus externus tersusun atas beberapa tulang rawan yang diperkuat oleh os. Nasale, os. Maksillaris, dan os. Frontale di bagian atas. Tulang rawan yang menyusun kerangka nasus externus yakni  cartilago nasi lateral (sepasang), cartilago alaris major (sepasang), cartilago alaris minor (sepasang), dan cartilago septi nasi / cartilage quadratus (tunggal) dan kadang terdapat cartilage nasi acessorius.
            Nasus externus divaskularisasi oleh cabang-cabang a.maksillaris dan cabang-cabang a. ophtalmica. Kemudian venula nya akan bermuara ke v.facialis anterior dan v.angularis. Aliran lymphe pada nasus externus mengalir ke Nnll. Submaksillaris dan Nnll. Auricularis anterior. Nasus externus diinnervasi oleh n. nasalis externus, n.infratrochlearis, Rr. Nasals N.infraorbitales
CAVITAS NASI
Cavum nasi atau rongga hidung memiliki syntopi sebagai berikut :
·         Di bagian Superior berbatasan dengan sinus frontalis, fossa crania inferior, sinus sphenoidalis, dan fossa crania media
·         Di bagian Inferior berbatasan dengan cavitas oris yang dipisahkan oleh palatum durum.
·         Di bagian Anterior berhubungan dengan dunia luar melalui nares anterior / nosethrill
·         Di bagian Posterior behubungan dengan nasopharynx melalui nares posterior / aperture posterior / coanae. Coanae memiliki batas2 yakni :
o   Batas medial : os.vomer
o   Batas inferior : lamina horizontalis os. Palatinum
o   Batas lateral : lamina pterygoidea
o   Batas superior : corpus os. sphenoidale
·         Di sebelah Anterolateral dibatasi oleh nasus externus
·         Di sebelah Posterolateral dibatasi oleh Orbita, sinus maxillaris, sinus ethmoidales, fossa pterygopalatina, fossa pterygoidea.
Cavum nasi terbagi atas 3 bagian yakni :
-          Vestibulum Nasi
Merupakan ruangan yang melebar di belakang nares anterior. Di sebelah superiornya dibatasi oelh rigi yang disebut sebagai Limen Nasi. Vestibulum nasi merupakan bagian dalam hidung yang dilapisi oleh kulit, dan mengandung glandula cebasea, glandula sudorifera dan ditumbuhi oleh rambut. Di bagian limen nasi merupakan tempat terjadinya transisi epitel antara epitel squamos simpleks berkeratin yang melapisi bagian vestibulum nasi dengan lapisan epitel columnar pseudokompleks non keratin bersel goblet dan bersilia yang melapisi bagian pars respiratoria dari cavum nasi
-        

  Pars Respiratoria
Merupakan 2/3 bagian bawah dari cavum nasi. Pada pars konduksi ini dilapisi oleh lapisan mukosa dengan epitel columnar pseudokomplex non keratin bersel goblet dan bersilia. Epitel ini juga merupakan kelanjutan epitel dari nasopharynx, sinus paranasale dan conjunctiva melalui ductus nasolacrimales.
-          Pars Olfaktoria
Terletak pada concha nasalis superior dan 1/3 bagian atas dari cavum nasi. Pada bagian ini dilapisi oleh epitel columnar pseudocomplex non keratin tanpa sel goblet dan bersilia non motil. Di bagian bawah dari lapisan epitel ini terdapat sel bowman yang menghasilkan secret serous yang berfungsi untuk menangkap partikel bau dan mentransmisikan nya melalui  fibra-fibra n. olfactorius (n.I) yang menembus lamina cribosa os. Ethmoidales



Cavum nasi memiliki skeletopi sebagai berikut :
-          Di bagian atap dibentuk oleh cartilagines nasi, os. Nasale, proc. nasalis os. Frontalis, lamina et foramina cribosa os. Ethmoidale, dan corpus os.sphenoidale
-          Di bagian dasar dibentuk oleh processus palatines os.maksillare dan lamina horizontalis os.palatinum yang membentuk palatum durum yang memisahkan cavum nasi dengan cavum oris.
-          Dinding medial atau septum nasi dari anterior ke posterior tersusun atas cartilage septi nasi, lamina perpendicularis os. Ethmoidale dan os.vomer
-          Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh os.nasale, os. Maxilla, os. Lacrimale, labyrinthus et conchae os. Ethmoidale, concha nasalis inferior, dan lamina pterygoideus medialis os. Sphenoidale
Pada dinding lateral cavum nasi terdapat beberapa tonjolan yakni : Concha nasalis supreme (kadang ada kadang tidak), Concha nasalis superior, conchae nasalis media  yang merupakan bagian dari os. Ethmoidale dan concha nasalis inferior yang berdiri sendiri. Dibagian bawah dari concha tersebut terdapat lubang yang disesuaikan dengan nama concha nya yakni Meatus nasi suprema, meatus nasi superior, meatus nasi media dan meatus nasi inferior.
Di sebelah posterosuperior dari concha nasalis superior terdapat ruangan yang disebut recessus sphenoethmodale. Di bagian ini biasanya terdapat concha nasalis supreme dan meatus nasi supreme. Di bagian ini juga terdapat muara dari sinus sphenoidale.
Pada meatus nasi media terdapat Atrium meatus nasi media yang merupakan cekungan di depan meatus nasi media dan di atas vestibulum nasi dan di bagian superior nya dibatasi oleh rigi yang disebut Agger Nasi. Selain itu, juga terdapat Bulla ethomidale yang merupakan penonjolan dari dinding meatus ansi media yang dibentuk oleh labyrinthus ethmoidales. Di bagian inferoanterior nya terdapat celah yang disebut hiatus semilunaris yang merupakan muara dari sinus maksillaris. Selain itu juga terdapat Infundibulum ethmoidale yang merupakan celah sempit yang merupakan muara sinus frontalis dan cellulae ethmoidale anterior. Kadang-kadang kedua sinus ini bermuara pada recessus frontalis di depan infundibulum ethmoidale.
Pada meatus nasi inferior terdapat muara dari ductus nasolacrimale.

Cavum nasi divaskularisasi oleh :
-          a. sphenopalatina cabang dr a.maksillaris interna. Arteri ini memiliki cabang Rr. Septales posterior yang beranastomose dengan a.labialis posterior cabang dari a.facialis dan a. palatine superior
-          a.ethmoidale anterior cabang dari a. ophtalmica yang memvaskularisasi daerah 1/3 depan dinding lateral dan 1/3 depan septum nasi
-          a.ethmoidale posterior cabang a.ophtalmica yang memvaskularisasi bagian atas cavum nasi
-          cabang-cabang a.facialis yang memvaskularisasi bagian vestibulum nasi
-          a. palatine descendens cabang dari a. maksillaris interna yang berjalan bersama n. palatines major dalam canalis pterygopalatinus, dan berakhir menjadi a.palatina major et minor yang memberikan cabang pada bagian inferior cavum nasi
Pada bagian anterior septum nasi terdapat anastomose yang dibentuk oleh R.septi nasi a.labialis superior cabang a. facialis dengan R. septales posterior (nasopalatinus) a.sphenopalatinus cabang a.maxillaris interna, kadang disertai oleh a. R.septalis anterior a. ethmoidale anterior dan cabang dari a. palatine major.  Anastomosis ini disebut sebagai plexus Kiesselbach (Little). 90% kasus mimisan yang terjadi akibat trauma, radang biasanya sumber perdarahannya berasal dari plexus kiesselbach ini.
Vena nya berjalan bersama arterinya akan bermuara pada plexus pterygoideus. Sedangkan pada bagian depan dinding lateral akan bermuara ke v.facialis (anterior). Sedangkan aliran lymphe pada cavum nasi akan bermuara pada nnll. Cervicales profundi
Cavum nasi bagian depan diinnervasi oleh n.ethmoidale anterior cabang dari n.nasocilliaris cabang dari n. ophtalmica (n.V.1) . Di bagian belakang diinnervasi oleh R.nasopalatinus dan Rr.palatina dan cabang ganglion pterygopalatina. Serabut parasimpatis nya berasal dari n.facialis melalui n. petrosus major. Serabut simpatis berasal dari segmen thoracalis bagian atas dan serabut postganglionernya plexus caroticus internus, n.petrosus profundus, dan n.canalis pterygoidei

SINUS PARANASAL (SPN)
Sinus paranasal merupkan rongga –rongga ynag terdapat di dalam os.maksilla, os.frontale, os. Sphenoidale dan ps. Ethmoidale. Dindingnya tersusun atas tulang keras yang dilapisi oleh epitel columner pseudocompleks non keratin bersilia dengan sel goblet. SPN diinnervasi oleh n. ophtalmicus (n.V.1) dan n. maksillaris (n.V.2). Jika terdapat peradangan pada sinus biasanya disebut dengan sinusitis. Biasanya sinusitis ini merupakan kelanjutan dari infeksi kronis pada hidung/ rhinitis (rhinogenik) atau karena adanya penjalaran infeksi dari gigi geraham (molar) I dan II yang berlubang (karies).
Terdapat beberapa sinus yang membentuk SPN, yakni :
-          Sinus Maksillaris (Anthrum Highmore)
Merupakan sinus terbesar yang terletak pada corpus maksillare. Sinus maksillaris akan bermuara pada hiatus semilunaris yang terdapat pada meatus nasi media. Sinus maksillaris divaskularisasi oleh cabang a.facialis, a.maksillaris interna, a.infraorbita, a.palatina major. Sedangkan venanya sesuai dengan aeterinya, dan akan bermuara pada v.facialis anterior plexus pterygoidea. Sinus maksillaris diinnervasi oleh R. alveolares superior posterior n. alveolaris superior, R. slveolaris superioe anterior N. alveolaris superior dan n. infraorbitale
-          Sinus Ethmoidale
Terdiri atas 4-17 ruang di masing-masing sisi. Sinus ethmoidale terletak di dalam labyrinthus ethmoidale, di antara cavum nasi dan orbita. Bagian dari sinus ethmoidale ini disebut sebagai Cellulae ethmoidale, dindingnya dibentuk oleh os.frontale, os. maxilla, os. Lacrimale, os. Sphenoidale, os.palatinum. Cellulae ethmoidale anterior / sinus ethmoidale anterior akan bermuara pada meatus ansi media. Sedangkan Cellulae ethmoidale posterior / sinus ethmoidale posterior akan bermuara pada meatus nasi superior et suprema. Sinus ethmoidale divaskularisasi oleh a. ethmoidale anterior et posterior. Sinus ini akan diinnervasi oleh n.ethmoidale posterior et anterior.
-          Sinus Frontale
Sesuai namanya, sinus ini terdapat pada os.frontale. Sinus frontalis akan bermuara di meatus nasi media melalui ductus frontonasalis. Sinus frontalis divaskularisasi oleh a.supraorbitalis. Aliran lymphe nya akan bermuara pada nnll. Submandibularis. Sinus ini dinnervasi oleh n. supraorbitalis yang merupakan cabang dr  n. ophtalmica (n.V.1)
-          Sinus Sphenoidale
Sinus ini terdapat di dalam corpus sphenoidale. Merupakan sinus yang paling jarang terkena sinusitis oleh karena letaknya yang profunda. Sinus ini bermuara pada recessus sphenoethmoidale. Dinding depannya dibentuk oleh tulang tipis yakni conchae sphenoidale.  Sinus ini divaskularisasi oleh a.maksillares. Sinus ini diinnervasi oleh n. etmoidale posterior. Aliran lymphe nya akan bermuara pada LLnn. Retropharyngealis. Syntopi dari sinus ethmoidale yakni.
o   Pseterior : pons dan a.basilaris
o   Anterior : cavum nasi
o   Superior : Chiasma opticum, n. opticus (II), hipofise 







o   Inferior : cavum nasi dan nasopharynx
o   Lateral : n. opticus (II), sinus cavernosus, a.carotis interna, n. ophtalmicus (V.1), n. maxillaris (V.2)

Kamis, 03 Mei 2012

Anatomi Fisiologi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea

Anatomi Glandula Thyroidea
Glandula thyroidea atau biasa disebut sbg kelenjar tiroid merupakan salah satu organ system endokrin yang terletak di regio colli (leher).  

Morfologi Glandula Thyroidea
Glandula Thyroidea berbentuk seperti kupu - kupu, yakni terdiri atas lobus dextra disebelah kanan dan lobus sinistra di sebelah kiri. Kedua lobus ini dihubungkan oleh isthmus glandula thyroidea. Setiap lobus berbentuk conus, dg apex nya menghadap ke cranial sampai linea oblique cartilage thyroidea dan basisnya terletak di caudal setinggi annulus trachealis Cervical V - VI atau setinggi Vertebrae Thoracal I. Isthmus glandula thyroidea terletak setinggi annulus trachealis Cervical II – IV, tertutup oleh kulit dan fascia di linea mediana. Lobus pyramidalis merupakan suatu tonjolan memanjang yg timbul dr pinggir atas isthmus glandula thyroidea kearah cranial melewati cartilage thyroidea sampai pada os. Hyoideum dan melekat diantara m. levator glandula thyroidea.


Lapisan Leher dari Luar ke Dalam
 Lapisan Glandula Thyroidea dari Luar kedalam adalah :  Cutis  Sub Cutis  Platysma Myoides  Fascia Coli Superficialis  Fascia Coli Media  Fascia Pretrachealis  Capsula Fibrosa Eksterna 

Capsula Fibrosa Interna Diantara Fascia Pretrachealis dan Capsula Fibrosa Eksterna terdapat Vascularisasi Glandula Thyroidea. Sedangkang Diantara Capsula Fibrosa Eksterna dan Capsula Fibrosa Interna Terdapat Glandula Parathyroidea Glandula Thyroidea ini ikut bergerak pada saat kita menelan atau minum sesuatu karena glandula ini diselubungi oleh fascia pretrachealis.  
Anatomi Glandula Parathyroidea Glandula parathyroidea atau kelenjar paratiroid merupakan 2 ps. Kelenjar endokrin berbentuk bulat/ lonjong, pipih yg terletak di dorsolateral dr glandula thyroidea tepatnya di antara capsula externa dan capsula interna glandula thyroidea. Glandula parathyroidea sendiri terdiri atas sepasang glandula parathyroidea superior san sepasang glandula parathyroidea inferior. Glandula Parathyroidea Superior ini letaknya Lebih Konstans sehingga lebih Mudah Ditemukan pada tengah2 pinggir dorsal Glandula Thyroidea. Sedangkan Glandula Parathyroidea yang inferior letaknya lebih Variabel umumnya terletak di caudal glandula Parathyroidea Superior.

Variasi Letak Glandula Parathyroidea Inferior
 Terletak Diantara capsula fibrosa Eksterna dan Interna dan diatas Arteria Thyroidea Inferior  Terletak Diantara Capsula Fibrosa Eksterna dan Interna tetapi dibawah Arteria Thyroidea Inferior  Terletak diluar Capsula Fibrosa Eksterna di tepi Dorsal Bagian bawah Glandula Thyroidea.  


Vaskularisasi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea
- A. thyroidea superior dextra et sinistra yg memvaskularisasi bagian dr apex glandula thyroidea yg merupakan cabang dr a. carotis externa cabang dr a. carotis communis. Dimana a. carotis communis dextra merupakan cabang dr truncus brachiocephalica (a. anonyma) cabang dr arcus aorta. Sedangkan a. carotis communis sinistra cabang dr arcus aorta.
- A. Thyroidea Inferior yang merupakan cabang dari Truncus Thyreocervicalis yg merupakan cabang dr a. subclavia. Yg mana a. subclavia dextra merupakan cabang dr a. anonyma yg merupakan cabang dr arcus aorta. Sedangkan a. subclavia sinistra merupakan cabang dr arcus aorta.
- A. Thyroidea Ima yang merupakan cabang A. Anonima yg merupakan cabang dr Arcus Aortae.
- V. Thyroidea Superior yang bermuara ke V. Jugularis Interna. Yg mana v. jugularis interna akan bermuara ke v. brachicephalica atau v. anonyma lalu bermuara ke v. cava superior.
- V. Thyroidea Media yang bermuara ke V. Jugularis Interna. Yg mana v. jugularis interna akan bermuara ke v. brachicephalica atau v. anonyma lalu bermuara ke v. cava superior.
- V. Thyroidea Inferior yang bermuara ke V. Branchiocephalica. Dimana v. brachiocephalica akan bermuara ke v. cava superior.


Innervasi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea
 Untuk Innervasi yang Sympatis adalah Ganglion Cervicalis Superior  Untuk yang Parasympatis adalah Rr. Cardiaci dan Rr. Laryngei N. Vagus


Fisiologi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea
 Sel C pd glandula thyroidea mensekresi hormon kalsitonin yg berfungsi utk menurunkan konsentrasi kalsium dalam plasma. Sedangkan sel folikel kelenjar tiroid menghasilkan hormon tetraiodotironin/ tiroksin dan triiodotironin yg berfungsi utk meningkatkan laju metabolisme esensial utk pertumbuhan normal dan perkembangan saraf Sedangkan pada glandula parathyroidea akan dihasilkan hormon paratiroid yg berfungsi meningkatkan konsentrasi kalsium plasma dan utk menurunkan konsentrasi fosfat dlm plasma serta sbg perangsang pengaktivan vitamin D.

Sumber : Situs Colli, Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNDIP.

Rabu, 29 Februari 2012

Anatomi - Fisiologi Pleura



Anatomi Pleura
Pleura merupakan lapisan pembungkus paru (pulmo). Dimana antara pleura yg membungkus pulmo dextra et sinistra dipisahkan oleh adanya mediastinum. Pleura dr interna ke eksterna terbagi atas 2 bagian :
• Pleura Visceralis/ Pulmonis
Pleura yg langsung melekat pd permukaan pulmo.
• Pleura Parietalis
Bagian pleura yg berbatasan dg dinding thorax.



Kedua lapisan pleura ini slg berhubungan pd hilus pulmonis sbg lig. Pulmonale (Pleura penghubung) . Diantara kedua lapisan pleura ini terdapat sebuah rongga yg disebut dg cavum pleura. Dimana di dalam cavum pleura ini terdapat sedikit cairan pleura yg berfungsi agar tdk terjadi gesekan antar pleura ketika proses pernapasan.



Pleura parietal berdasarkan letaknya terbagi atas :
• Cupula Pleura (Pleura Cervicalis)
Merupakan pleura parietalis yg terletak di atas costa I namun tdk melebihi dr collum costae nya. Cupula pleura terletak setinggi 1-1,5 inchi di atas 1/3 medial os. clavicula
• Pleura Parietalis pars Costalis
Pleura yg menghadap ke permukaan dalam costae, cartilage costae, SIC/ ICS, pinggir corpus vertebrae, dan permukaan belakang os. sternum
• Pleura Parietalis pars Diaphragmatica
Pleura yg menghadap ke diaphragm permukaan thoracal yg dipisakan oleh fascia endothoracica.
• Pleura Parietalis pars Mediastinalis (Medialis)
Pleura yg menghadap ke mediastinum / terletak di bagian medial dan membentuk bagian lateral dr mediastinum.

Refleksi Pleura
• Refleksi vertebrae
Pleura costalis melanjut sbg pleura mediastinalis di depan columna vertebralis membentuk refleksi vertebrae yg membentang dr SIC I – XII.
• Refleksi costae
Pleura costalis melanjut sbg pleura diaphragmatica membentukk refleksi costae.
• Refleksi sternal
Pleura costalis melanjut sbg pleura mediastinalis di belakang dr os. Sternum membentuk refleksi sterna
• Pleura mediastinalis melanjut sbg pleura diaphragm

Garis Refleksi Pleura
Garis refleksi pleura antara pleura dextra dan sinistra terdapat perbedaan, yakni :
• Garis Refleksi Pleura Dextra
Garis refleksi dimulai pd articulation sternoclavicularis dextra lalu bertemu kontralateral nya di planum medianum pd angulus ludovichi/ angulus Louis setinggi cartilage costae II. Lalu berjalan ke caudal sampai di posterior dr proc. Xiphoideus pd linea mediana anterior/ linea midsternalis menyilang sudut xiphocostalis menuju cartilage costae VIII pd linea midclavicularis, menyilang costae X pd linea axillaris media dan menyilang cartilage costa XII pd collum costaenya.
• Garis Refleksi Pleura Sinistra
Garis refleksi dimulai pd articulation sternoclavicularis sinistra lalu bertemu kontralateral nya di planum medianum pd angulus ludovichi/ angulus Louis setinggi cartilage costae II. Lalu berjalan turun sampai cartilage costa IV dan membelok di tepi sternum lalu mengikuti cartilage costa VIII pd linea midclavicularis dan menyilang costae X pd linea axillaris anterior dan menyilang costa XII pd collum costaenya.

Vaskularisasi Pleura
Pleura parietal divaskularisasi oleh Aa. Intercostalis, a. mammaria interna, a. musculophrenica. Dan vena2 nya bermuara pd system vena dinding thorax.
Sedangkan pleura visceralis nya mendapatkan vaskularisasi dr Aa. Bronchiales.

Innervasi Pleura
• Pleura parietalis pars costalis diinnervasi oleh Nn. Intercostales.
• Pleura parietalis pars mediastinalis diinnervasi oleh n. phrenicus
• Pleura parietalis pars diaphragmatica bagian perifer diinnervasi oleh Nn. intercostales. Sedangkan bagian central oleh n. phrenicus
• Pleura visceralis diinnervasi oleh serabut afferent otonom dr plexus pulmonalis.

Recessus Pleura
Recessus merupakan sebuah ruangan kosong yg akan terisi oleh paru saat inspirasi dalam dan akan mjd tempat yg berisi cairan pd pasien dg kasus efusi pleura. terdapat 3 ps recessus, yaitu :
- recessus costodiaphragmatica dextra et sinistra
recesssus yg terletak diantara pleura parietalis pars costalis dan pleura parietalis pars diaphragmatica
- recessus costomediastinalis anterior dextra et sinistra
recessus yg terletak di antara pleura parietalis pars costalis dan pleura parietalis pars mediastinalis di bagian ventral
- recessus costomediastinalis posterior dextra et sinistra
recessus yg terletak di antara pleura parietalis pars costalis dan pleura parietalis pars mediastinalis di bagian dorsal.



Fisiologi pleura
Fungsi mekanis pleura adalah meneruskan tekanan negatif thoraks kedalam paru-paru, sehingga paru-paru yang elastis dapat mengembang. Tekanan pleura pada waktu istirahat (resting pressure) dalam posisi tiduran pada adalah -2 sampai -5 cm H2O; sedikit bertambah negatif di apex sewaktu posisi berdiri. Sewaktu inspirasi tekanan negatif meningkat menjadi -25 sampai -35 cm H2O.

Selain fungsi mekanis, seperti telah disinggung diatas, rongga pleura steril karena mesothelial bekerja melakukan fagositosis benda asing; dan cairan yang diproduksinya bertindak sebagai lubrikans.

Cairan rongga pleura sangat sedikit, sekitar 0.3 ml/kg, bersifat hipoonkotik dengan konsentrasi protein 1 g/dl. Gerakan pernapasan dan gravitasi kemungkinan besar ikut mengatur jumlah produksi dan resorbsi cairan rongga pleura. Resorbsi terjadi terutama pada pembuluh limfe pleura parietalis, dengan kecepatan 0.1 sampai 0.15 ml/kg/jam. Bila terjadi gangguan produksi dan reabsorbsi akan mengakibatkan terjadinya pleural effusion.
Fungsi pleura yang lain mungkin masih ada karena belum sepenuhnya dimengerti.




Klinis Pleura
• Apabila terdapat akumulasi cairan berlebih di dalam cavum pleura disebut dg efusi pleura.
• Sedangkan bila terjadi akumulasi udara berlebihan di dalam cavum pleura disebut dg pneumothoraks.
• Pd pasien dg pleuritis akan terjadi perlekatan pd cavum pleura nya shg akan timbul adanya bunyi friction rub saat di auskultasi.

Sumber :
Diktat Anatomi Situs Thoracis, ed. 2011. Laboratorium Anatomi Fakultas Kedokteran UNISSULA.
Pneumothoraks, dr. Bambang Sugeng Sp. B. Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang/ Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang

Rabu, 22 Februari 2012

Anatomi Cavum Abdomen

Cavum Abdomen/ cavitas abdominis berarti rongga perut. Dimana di dalam cavum abdomen ini terdapat organ2 yg termasuk ke dalam organ2 tractus gastro intestinal, tractus billiaris dan tractus urinaria.

Linea Abdomen
Terdapat 2 jenis linea/ garis yg terdapat pd abdomen, antara lain :

a. Garis Tampak
- Linea Alba
Merupakan pita fibrosa yg merupakan persatuan aponeurosis dr otot2 dinding anterior abdomen. Garis ini membentang di linea mediana anterior dr proc. Xyphoideus hingga ke symphisis pubis.

- Linea Semilunaris
Merupakan garis yg terletak pd pinggir lateral m. rectus abdominis (MRA) dan menyilang pinggir costae pd ujung cartilage costae IX.

b. Garis Khayal (Tidak Tampak)
Garis khayal pd dinding abdomen ini berfungsi utk membagi cavum abdomen mjd 9 regio dan 4 kuadran. Terdiri atas linea midclavicula dextra et sinistra, linea transpylorica dan linea transtubercularis.

Kuadran Abdomen
Cavum abdomen dibagi mjd 4 kuadran seperti hal nya pd jam. Utk membagi nya mjd 4 kuadran ini dibutuhkan 2 garis, yaitu 1 garis vertical dan 1 garis horizontal. Garis vertical di dapat dg cara kita menarik linea mediana anterior yaitu garis yg ditarik dr incisura jugularis melewati umbilicus hingga ke symphisis pubis. Lalu utk garis horizontal ny kita tarik garis horizontal yg melewati umbilicus.




Regio Abdomen
Abdomen terbagi atas 9 regio yg terbagi oleh 2 garis vertical (linea midclavicula dextra et sinistra) dan 2 garis horizontal (linea transpylorica dan linea transtubercularis). Msg2 garisvertical mll pertengahan Spina Iliaca Anterior Superior (SIAS) dan symphisis pubis sejajar linea midclavicula. Garis horizontal atas dinamakan sbg bidang subcostalis (pinggir inferior cartilage costae X, berseberangan dg Vertebrae Lumbal III)/ bidang transpylorica. Sdgkn garis yg bawah srg disebut dg bidang intertubercularis/ bidang transtubercularis krn menghubungkan tuberculum pd crista iliaca yg terletak setinggi Vertebrae Lumbal V.

Lalu bagaimana cara membagi abdomen mjd 9 regio ?

Utk garis vertical nya masing2 dextra et sinistra kita tarik garis khayal dr pertengahan dr os. Clavicula ke caudal melewati papilla mammae sampai pd Spina Iliaca Anterior Superior (SIAS) shg membentuk linea midclavicula dextra et sinistra.

Sdgkn utk membentuk garis horizontal nya pertama kita tarik linea mediana anterior yaitu garis yg ditarik dr incisura jugularis melewati umbilicus hingga ke symphisis pubis. Lalu garis itu kita bagi 2 sama panjang, dan kita tarik horizontal shg membentuk linea transpylorica/ linea subcostalis. Setelah itu jarak antara linea transpylorica td ke symphisis pubis kita bg lg mjd 2 sama panjang, lalu kita tarik scr horizontal shg membentuk linea transtubercularis/ linea transiliaca. Dg adanya ke4 garis td, cavum abdomen kini terbagi mjd 9 regio

9 regio tersebut terdiri atas region hipokondriaca/ hipokondrium dextra et sinistra, dan epigastrium pd bagian atas, lumbal dextra et sinistra dan umbilicalis pd bagian tengah, serta hipogastrium/ suprapubis dan iliaca/ inguinal dextra et sinistra di bagian bawah. Masing2 regio tsb terdapat organ didalamnya, berikut adl daftar organ yg ada pd masing2 regio tsb.

- Hipokondrium/ hipokondriaka dextra : hepar, vesica fellea, flexura coli dextra, glandula suprarenalis dextra
- Epigastrium : gaster, pancreas, duodenum pars superior, hepar
- Hipokondium/ hipokondriaka sinistra : lien, cauda pancreas, gaster, lobus hepatis sinistra, flexura coli sinistra, glandula suprarenalis sinistra
- Lumbal sinistra : colon descendens, ren sinistra, glandula suprarenalis sinistra, ureter sinistra,
- Umbilikalis : jejunum, ileum, duodenum, colon transversum, gaster
- Lumbal dextra : ren dekstra, ureter dekstra, glandula suprarenalis dekstra, colon ascendens
- Iliaca/ inguinal dextra : caecum, appendix vermiformis, ovarium dextra
- Suprapubis/ hipogastrium : uterus, vesica urinaria, rectum
- Iliaca/ inguinal sinistra : colon sigmoidea, ovarium sinistra

Batas Cavum Abdomen
• Cranial : diaphragma
• Caudal : diphragma pelvis
• Anterior : m. rectus anatomi, m. pyramidalis, bagian anterior dr aponeurosis m. Obliqus abdominis eksternus, m. obliquus abdominis internus, dan m. transverses abdominis.
• Posterior : corpus dan discus intervertebralis Vertebrae Lumbal I-V, crus diaphragm, m. psoas major, m. psoas minor, m. iliacus, m. quadratus lumborum, ala ossis ilii.
• Lateral : m. obliquus abdominis eksternus, m. obliquus abdominis internus, m. transverses abdominis, m. iliacus, os. coxae




Otot Abdomen
• M. obliquus abdominis eksternus (MOAE)
Berasal dr permukaan luar 8 costa terbawah dan menyebar utk berinsertio pd proc. Xiphoideus, linea alba, crista pubica, tuberculum pubicum, dan ½ anterior crista iliaca.
• M. obliquus abdominis internus (MOAI)
Terletak di bawah MAOE. Otot ini berasal dr fascia lumbalis, 2/3 anterior crista iliaca, dan 2/3 lateral lig. Inguinalis dan berinsertio di tepi bawah 3 costa bagian belakang dan cartilage costanya, proc. Xiphoideus, linea alba, symphisis pubis.
• M. transversus abdominis (MTA)
Otot yg terletak di bawah MOAI . Otot ini berasal dr permukaan dalam 6 cartilago costa terbawah, fascia lumbalis, 2/3 anterior crista iliaca, dan 1/3 lateral lig. Inguinal dan akan berinsertio pd proc. Xiphoideus, linea alba, dan symphisis pubis.
• M. rectus abdominis (MRA)
Otot ini berasal dr depan symphisis pubis dan dr crista iliaca dan berinsertio di cartilage costae V, VI, XII dan proc. Xiphoideus.
• M. pyramidalis
Tidak semua orang memiliki otot ini. Otot ini berasal dr permukaan anterior pubis dan berinsertio di line alba. Otot ini terletak di depan bagian bawah MRA.

Vagina Musculi Recti
Vagina musculi recti sesuai namanya merupakan sarung (vagina) pembungkus musculus rectus abdominis (MRA). Vagina musculi recti ini dibagi menjadi 3 bagian :
- Vagina musculi recti bagian atas terletak diatas pinggir costae sampai pd proc. Xiphoideus. Dinding anterior nya dibentuk oleh aponeurosis MOAE. Sdgkn dinding posterior nya dibentuk oleh dinding thoraks, cartilago costae V, VI, VII dan ICS/ SIC (Intercostaspace/ SpatiumIntercostaSpace) nya
- Vagina musculi recti bagian tengah terletak di antara pinggir costae sampai setinggi SIAS. Dinding anterior nya dibentuk oleh aponeurosis MOAE dan MOAI. Sedangkan dinding posterior nya dibentuk oleh aponeurosis MTA.
- Vagina musculi recti bagian bawah terletak di antara SIAS dan pubis. Dinding anterior nya dibentuk oleh aponeurosis MOAE, MOAI, dan MTA. Sedangkan dinding posterior nya tidak ada.



Lapisan Dinding Abdomen Urut dr Superfisial ke Profunda
• Cutis
• Subcutis
• Yang terdiri atas :
- Fascia camper
Mengandung paniculus adiposus (lemak). Lapisan ini jg membungkus daerah perineum sbg fascia superfisialis perinei. Pd laki2 fascia ini bersatu dg fascia scarpa membentuk tunica dartos sbg salah satu lapisan pembungkus dr testis.
- Fascia scarpa
Lapisan membranosa yg tdk mengandung lemak.
• Fascia Superfisialis Abdomen
Pd punggung merupakan lanjutan dr fascia musculi latissimus dorsi. Di daerah thoraks merupakan lanjutan dr fascia pectoralis. Di caudal lig. Inguinal melanjut sbg fascia lata. Pd scrotum melanjut sbg fascia spermatica eksterna.
• Musculi Abdominis
a. Kelompok anterolateral : MOAE, MOAI, MRA, MTA dan m. pyramidalis
b. Kelompok posterior : m. psoas major, m. psoas minor, m. iliacus, m. quadratus lumborum
• Fascia Profunda/ fascia transversa abdominis
Lapian tipis yg dipisahkan dr peritoneum parietal oleh jaringan ekstraperitoneal.
• Jaringan lemak ekstraperitoneal
• Peritoneum parietal
• Peritoneum visceral

Vaskularisasi Dinding Abdomen
• Arteri
- A. epigastrica superior
Cabang dr a. thoracica (mammaria) interna cabang dr a. subclavia prescalenus masuk mll trigonum sternocostal (larrey) lalu menembus vagina musculi recti dan menempati dorsal dr MRA
- A. epigastrica inferior
Cabang dr a. iliaca eksterna memasuki vagina musculi recti mll linea semisircularis douglassi yg ada di dorsal MRA
- Aa. Intercostalis (VII - XII) dan a.lumbalis
Cabang dr aorta abdominalis berjalan ke lateral bersama dg nervus nya
- A. circumflexa ilium profunda
Cabang dr a. femoralis. Homolog dg a. musculophrenica cabang dr a. thoracica interna yg terletak di antara MOAE dan MTA.
- Aa. Inguinales superfisiales
o A. epigastrica superficial
Memvaskularisasi umbilicus
o A. pudenda externa
Memvaskularisasi skrotum menyilang ventral dr funiculus spermaticus
o A. circumflexa ilium superficial
Di caudal lig. Inguinalis lateral

• Vena
Selain vena yg berjalan bersama dg arteri, ada vena2 superfisial yaitu Vv. Inguinales superfisiales yg bermuara ke v/ saphena magna dan beranastomosis Vv. Epigastrica superfisiales dan v. thoracica lateralis

Innervasi Dinding Abdomen
• Otot2 anterolateral abdominopelvicus diinervasi oleh 5 nervus intercostalis (VIII - XII)
• MOAE dan MTA diinervasi oleh n. iliohypogastricus
• M. pyramidalis diinervasi oleh n. subcostalis

Sumber : Diktat Anatomi Situs Abdominis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi FK Unissula Semarang

Anatomi Fisiologi Intestinum Tenue (Duodenum , Jejunum , Ileum)



Anatomi Intestinum tenue
Intestinum tenue merupakan organ pencernaan yg sering juga disebut sbg small intestine atau usus kecil/ usus halus. Intestinum tenue menghubungkan dr gaster hingga valvulla ileocaecal (bauhini) yg merupakan batas antara intestinum tenue dg intestinum crassum. Seluruh organ yg termasuk dalam intestinum tenue juga merupakan organ2 intraperitoneal. Intestinum tenue terdiri atas :

• Duodenum
Duodenum atau juga disebut dg usus 12 jari merupakan usus yg berbentuk seperti huruf C yg menghubungkan antara gaster dg jejunum. Duodenum melengkung di sekitar caput pancreas. Duodenum merupakan bagian terminal/ muara dr system apparatus biliaris dr hepar maupun dr pancreas. Selain itu duodenum jg merupakan batas akhir dr saluran cerna atas. Dimana saluran cerna dipisahkan mjd saluran cerna atas dan bawah oleh adanya lig. Treitz (m. suspensorium duodeni) yg terletak pd flexura duodenojejunales yg merupakan batas antara duodenum dan jejunum. Di dalam lumen duodenum terdapat lekukan2 kecil yg disebut dg plica sircularis. Duodenum terletak di cavum abdomen pd regio epigastrium dan umbilikalis. Duodenum memiliki penggantung yg disebut dg mesoduodenum. Duodenum terdiri atas beberapa bagian :



+ Duodenum pars Superior
Bagian ini bermula dr pylorus dan berjalan ke sisi kanan vertebrae lumbal I dan terletak di linea transylorica. Bagian ini terletak setinggi Vertebrae Lumbal I, dan memiliki syntopi :
- Anterior : lobus quadratus hepatis, vesica fellea
- Posterior : bursa omentalis, a. gastroduodenalis, ductus choledocus, v. portae hepatis dan V. cava inferior
- Superior : foramen epiploica winslow
- Inferior : caput pancreas

+ Duodenum pars Descendens
Merupakan bagian dr duodenum yg berjalan turun setinggi Vertebrae Lumbal II – III. Pd duodenum bagian ini terdapat papilla duondeni major dan minor, yg merupakan muara dr ductus pancreaticus major dan ductus choledocus, jg oleh ductus pancreaticus minor yg merupakan organ apparatus biliaris yg merupakan organ2 system enterohepatic. Duodenum bagian ini memiliki syntopi :
- Anterior : fundus vesica fellea, colon transversum, lobus hepatis dextra, lekukan usus halus.
- Posterior : ureter dextra, hilus renalis dextra
- Medial : caput pancreas
- Lateral : colon ascendens, flexura coli dextra, lobus hepatis dextra

+ Duodenum pars Horizontal
Merupakan bagian dr duodenum yg berjalan horizontal ke sinistra mengikuti pinggir bawah caput pancreas dan memiliki skeletopi setinggi Vertebrae Lumbal II. Duodenum bagian ini memiliki syntopi :
- Anterior : mesenterium usus halus, vasa. Mesenterica superior, lekukan jejunum
- Posterior : ureter dextra, m. psoas dextra, VCS, aorta
- Superior : caput pancreas
- Inferior : lekukan jejunum



+ Duodenum pars Ascendens
Merupakan bagian terakhir dr duodenum yg bergerak naik hingga pd flexura duodenujejunales yg merupakan batas antara duodenum dan jejunum. Pd flexura duodenojejunales ini terdapat ligamentum yg menggantung yg merupakan lipatan peritoneum yg disebut dg lig. Treitz (m. suspensorium duodeni) yg dimana ligamentum ini juga merupakan batas yg membagi saluran cerna mjd saluran cerna atas dan saluran cerna bawah. Duodenum bagian ini memiliki skeletopi setinggi Vertebrae Lumbal I atau II. Duodenum bagian ini memiliki syntopi :
- Anterior : mesenterium, lekukan jejunum.
- Posterior : pinggir kiri aorta , pinggir medial m. psoas sinistra

Vaskularisasi Duodenum
Vaskularisasi duodenum baik arteri maupun vena nya terbagi menjadi 2. Utk duodenum pars superior hingga duodenum pars descendens diatas papilla duodeni major (muara ductus pancreticus major), divaskularisasi oleh R. superior a. pancrearicoduodenalis cabang dr a. gastroduodenalis, cabang dr a. hepatica communis, cabang dr triple hallery yg dicabangkan dr aorta setinggi Vertebae Thoracal XII – Vertebrae Lumbal I. dan aliran vena nya lgsg bermuara ke system portae.

Sedangkan dibawah papilla duodeni major, duodenum divaskularisasi oleh R. duodenalis a. mesenterica superior yg dicabangkan dr aorta setinggi Vertebrae Lumbal I. Sedangkan aliran vena nya bermuara ke v. mesenterica superior.

Innervasi Duodenum
Duodenum di innervasi oleh persarafan simpatis oleh truncus sympaticus segmen thoracal VI-XII, sdgkn persarafan parasimpatis nya oleh n. vagus (n. X)

Fisiologi Duodenum
Pd duodenum pars superior scr histologist terdapat adanya sel liberkeuhn yg berfungsi utk memproduksi sejumlah basa. Basa ini berfungsi utk menaikkan pH dr chymus yg masuk ke duodenum dr gaster, shg permukaan duodenum tdk teriritasi dg adanya chymus yg asam td.

Selain itu, pd duodenum tjd proses pencernaan karbohidrat scr enzymatic yg telah berbentuk disakarida. Dimana duodenum mendapatkan muara dr ductus pancreaticus, dimana pd pancreas diproduksi enzyme maltase, lactase dan sukrase. Dimana enzyme maltase akan berfungsi utk memecah 1 gugus gula maltose mjd 2 gugus gula glukosa. Sdgkn lactase akan merubah 1 gugus gula laktosa mjd 1 gugus glukosa dan 1 gugus galaktosa. Sementara itu, enzyme sukrase akan memecah 1 gugus sukrosa mjd 1 gugus fruktosa dan 1 gugus glukosa.

Sementara itu,di dalam duodenum jg terjadi pencernaan lipid scr enzymatic. Dimana lipid dalam bentuk diasilgliserol akan teremulsi oleh adanya getah empedu yg dialirkan mll ductus choledocus dr vesica fellea dan hepar. Setelah itu, emulsi lemak td akan diubah oleh enzyme lipase pancreas mjd asam lemak dan 2 diasilgliserol.

• Jejunum dan Ileum
Jejunum dan ileum juga srg disebut dg usus halus/ usus penyerapan membentang dr flexura duodenojejunales sampai ke juncture ileocacaecalis. Jejunum dan ileum ini sama2 merupakan organ intraperitoneal. Jejunum dan ileum memiliki penggantung yg disebut sg mesenterium yg memiliki proyeksi ke dinding posterior abdomen dan disebut dg radix mesenterii. Pd bagian akhir dr ileum akan terdapat sebuah katup yg disebut dg valvulla ileocaecal (valvulla bauhini) yg merupakan suatu batas yg memisahkan antara intestinum tenue dg intestinum crassum. Selain itu, juga berfungsi utk mencegah terjadi nya refluks fekalit maupun flora normal dalam intestinum crassum kembali ke intestinum tenue, dan jg utk mengatur pengeluara zat sisa penyerapan nutrisi. Berikut adalah perbedaan antara jejunum dan duodenum :





Vaskularisasi Jejunum Ileum
Jejunum divaskularisasi oelh vasa. Jejunales dan ileum divaskularisasi oleh vasa ileales. Dimana a. jejunales dan a. ileales sama2 merupakan cabang dr a. mesenterica superior yg dicabangkn dr aorta setinggi Vertebrae Lumbal I. Sedangkan v. jejunales dan v. ileales jg sama2 bermuara ke v. mesenterica superior.

Innervasi Jejunum Ileum
Jejunum dan ileum memiliki innervasi yg sama yaitu parasimpatis oleh n. vagus dan simpatis oleh plexus mesenterica superior dr medulla spinalis segmen thoracal VI – XII.



Fisiologi Jejunum Ileum
Dilihat secara histologik, jejunum dan ileum memiliki vili vhorialis. Dimana vili chorialis ini berfungsi utk menyerap zat2 gizi hasil akhir dr proses pencernaan spt glukosa, fruktosa, galaktosa, peptide, asam lemak dan 2 asilgliserol.

Sumber : Diktat Anatomi, ed. 2011, Laboratorium Anatomi FK Unissula.
Dasar Teori Laporan Biokimia Sistem Pencernaan, Laboratorium Biokimia FK Unissula.

Jumat, 10 Februari 2012

Anatomi - Fisiologi Faring (Pharynx)

Anatomi pharynx
Pharynx atau Faring merupakan organ berbentuk corong sepanjang 15cm yg tersusun atas jaringan fibromuscular yg berfungsi sbg saluran pencernaan dan juga sbg saluran pernafasan. Pharynx terletak setinggi Bassis cranii (bassis occipital dan bassis sphenoid) sampai cartilage cricoid setinggi Vertebrae Cervical VI. Bagian terlebar dr pharynx terletak setinggi os. Hyoideum dan bagian tersempitnya terletak pd pharyngoesophageal junction. Pharynx sbg organ pencernaan menghubungkan antara cavum oris dan Oesophagus. Sedangkan sbg organ pernafasan berfungsi utk menghubungkan antara cavum nasi dan Larynx.

Pembentuk dinding Pharynx
- Membrane mucosa yg tersusun atas epitel squamos pseudokompleks bersilia pd bagian atas dan epitel squamos kompleks di bagian bawah.
- Submucosa
- Jaringan fibrosa, membentuk fascia pharyngobasillaris yg melekat pd bassis crania
- Jaringan muscular yg terdiri atas otot sirkular dan longitudinal
- Jaringan ikat longgar yg membentuk fascia buccopharyngeal



Otot2 Pharynx
Otot2 pd pharynx terdiri atas 3 otot konstriktor pharyngeus dan 3 otot yg berorigo pd proc. Styloideus. Otot2 ini berperan dalam proses deglutition atau menelan.

Hubungan Pharynx
Cavum pharyngeum berhubungan dg organ2 disekitarnya antara lain mll :
- Choanae (nares posterior) menghubungkan dg cavum nasi
- Ostium pharyngeum tuba auditiva eustachii dg cavum tympani
- Isthmus faucium dg cavum oris propia
- Additus laryngis dg larynx
- Portae oesophagus dg oesophagus

Vaskularisasi Pharynx
Perdarahan faring sebagian besar berasal dr cab a. carotis externa, a. faringeal ascendens, R.dorsal a. lingualis, R. tonsillaris a. fascialis, dan R. palatine a. maksillaris

Innervasi Pharynx
utk persarafan motorik berasal dr n. XI sedangkan utk persarafan sensorik berasal dr n. IX dan n. X



Pembagian Pharynx
Pharynx dibagi menjadi :

Nasopharynx (Epipharynx)
Nasopharynx merupakan bagian dr pharynx yg terletak di bagian atas, maka dr itu nasopharynx jg disebut dg epipharynx. Nasopharynx memiliki skeletopi setinggi Bassis cranii sampai Vertebrae cervical I.

Syntopi Nasopharynx(Nasofaring)/ Epifaring (Epipharynx)
Nasopharynx memiliki syntopi :
- ventral : choanae (nares posterior), menghubungkan pharynx dg cavum nasi
- superior : bassis crania
- belakang : vertebrae cervical yg dipisahkan oleh fascia prevertebrae dan m. capitis
- lateral : dinding medial leher
- inferior : palatum mole

Bangunan pd Nasopharynx (Nasofaring)/ Epipharynx (Epifaring)
terdapat beberapa bangunan yang terletak pd nasopharynx, antara lain :
- ostium pharyngeum tuba auditiva eustachii, menghubungakn pharynx dg caum tympani
- adenoid (tonsilla pharyngea/ tonsillo luscha), merupakan kelenjer limfe submucosa
- recessus pharynx (fossa rosenmulleri), di belakang torus tubarius
- isthmus nasopharynx, batas antara nasopharynx dan oropharynx yg akan tertutup oleh pallatum molle saat proses deglutition/ menelan

Oropharynx/ Orofaring
Merupakan bagian dr pharynx yg terletak di tengah. Memiliki skeletopi setinggi Vertebrae cervical II sampai Vertebrae Cervical III.

Syntopi Oropharynx
Oropharynx memiliki syntopi sbg berikut :
- superior : nasopharynx (isthmus nasopharynx, palatum mole)
- ventral : cavum oris propia dg arcus palatopharynx dan uvulae
- dorsal : Vertebrae Cervical II – III
- Lateral : dinding medial leher
- Inferior : tepi atas epiglottis, basis linguae



Bangunan pd Oropharynx/Orofaring
Ada beberapa bangunan yg terdapat pd oropharynx, antara lain :
- Tonsilla palatine (faucial tonsil/ amandel), di dinding lateral dextra et sinistra di recessus tonsillaris antara arcus palatoglossus dan arcus palatopharyngeus
- Fossa supratonsilaris, mucosa di atas tonsil berbentuk segitiga di antara arcus palatoglossus dan arcus palatopharyngeus
- Tonsila lingualis, pd basis linguae (1/3 posterior linguae)

Laringopharynx (Hipopharynx)
Merupakan bagian bawah dr pharynx. Maka dr itu, juga disebut dg hipopharynx. Laringopharynx terletak setinggi Vertebrae Cervical IV sampai Vertebrae Cervical VI.

Syntopi Laringofaring (Laringopharynx)/ Hipofaring (Hipopharynx)
Laringopharynx memiliki syntopi :
- Superior : oropharynx (setinggi tepi atas epiglottis)
- Ventral : tepi belakang epiglottis, additus laryngis
- Dorsal : vertebrae cervical III - VI
- Lateral : dinding lateral leher
- Inferior : portae esophagus

Sumber :
- Diktat Anatomi Situs Thoracis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi, FK UNISSULA.
- Diktat Anatomi Situs Abdominis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi, FK UNISSULA.

Anatomi - Fisiologi Oesophagus

Oesophagus (kerongkongan) merupakan salah satu organ pencernaan (Gastro Intestinal Tract) yg membentang dr pharyngoesophageal junction (batas pharynx dan oesophagus) sampai orificium cardiaca gaster. Oesophagus merupakan saluran yang menghubungkan antara pharynx (Laringopharynx/ Hipopharynx) dg gaster (stomaxh/ pylorus/ ventriculus). Makanan di oesophagus hanya lewat, bergerak nya makanan di dalam oesophagus menuju gaster ini dipengaruhi oleh adanya gerakan peristaltic dr oesophagus itu sendiri.



Pembagian Oesophagus
Oesophagus terletak setinggi Vertebrae Cervical VI sampai discus intervertebralis antara Vertebrae Thoracalis X dan Vertebrae Thoracalis XI.



Oesophagus terbagi atas 3 pars, yaitu oesophagus pars cervical, oesophagus pars thoracica dan oesophagus pars abdominalis.

- Oesophagus pars cervical membentang dr pharyngoesophageal junction hingga tepi bawah Vertebra Cervical VII.

- Sedangkan oesophagus pars thoracica membentang dr Vertebrae Thoracica I sampai pd hiatus oesophagus pd diaphragma yang terletak setinggi Vertebrae Thoracica X.
- Sedangkan oesophagus pars abdominalis membentang dr hiatus oesophagus sampai pd orificium cardiaca gaster. Dg kata lain, oesophagus pars abdominalis memiliki skeletopi setinggi Vertebrae Thoracica X hingga Discus Intervertebralis antara Vertebrae thoracica X dan Vertebrae thoracica XI.

Margo Oesophagus
Oesophagus memiliki 2 margo, yaitu margo dextra dan margo sinistra. Margo dextra oesophagus melanjut sbg curvature minor gaster. Sedangkan margo sinistra oesohagus dipisahkan dg fundus gaster oleh incisura cardiac gaster.



Syntopi Oesophagus
- Dextra : ekstremitas superior omentum minus
- Sinistra : lig. Gastrophrenica
- Ventral : truncus vagalis sinistra, lobus hepatis sinistra, arcus aorta, trachea,
- Dorsal : R.oesophageales vasa. Gastrica sinistra, truncus vagalis dextra, vasa phrenica inferior sinistra, crus diaphragm sinistra dan n. sphlancnici.



Penyempitan Oesophagus
Oesophagus memiliki 3 tempat penyempitan, antara lain pd Sphincter oesophageal (pharyngoesophageal junction), di belakang dr arcus aorta, dan pd hiatus oesophagus saat menembus diaphragm.

Vaskularisasi Oesophagus
- Oesophagus bagian 1/3 proximal (oral) divaskularisasi oleh a. thyroidea inferior
- Oesophagus bagian 1/3 medial divaskularisasi oleh cabang dr aorta descendens
- Oesophagus bagian 1/3 distal (anal) divaskularisasi oleh Rr. Oesophageales a. gastric sinistra

Innervasi Oesophagus
Oesophagus diinervasi persarafan simpatis oleh truncus sympaticus dan persarafan parasimpatis oleh n. Vagus (n. X)

Sumber : Diktat Anatomi, Situs Abdominis, ed.2011, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA