.: medicina-islamica-lg.blogspot.com :.

Assalamualaikum wr.wb. Welcome to my blog. In here there's some article about islam and about medicine. In my blog here, i use indonesian. May my articles can be usefull for a lot of people in the world. If you like my blog, please give follow and comment in my blog too. thanks. (^.^)
Tampilkan postingan dengan label anatomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anatomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Agustus 2013

Anatomi Vessica Urinaria (Kandung Kemih) dan Urethra


ANATOMI VESICA URINARIA & URETHRA

VESICA URINARIA
   Vesica urinaria (VU) atau Kandung kemih merupakan kantong musculomembranosa yang berfungsi untuk menampung air kemih (urin).



   Vesica urinaria ketika tidak sedang terisi oleh urin (kosong) memiliki bagian :
-   - Fundus vesicae : sisi berbentuk segitiga dan menghadap ke caudodorsal, berhadapan dengan rectum. Pada pria dipisahkan dari rectum oleh fascia rectovesicalis yang meliputi vesicular seminalis dan ampulla ductus deferens. Sedangkan pada wanita dipisahkan dari rectum oleh fornix, portio supravaginalis
-     - Apex / vertex vesicae : terdapat plica umbilicalis mediana dan lig. Umbilicale mediana
-    - Facies Superior : sisi berbentuk segitiga yang dibatasi oleh margo lateral di kedua sisi lateralnya dan margo posterior di bagian dorsalnya. Terdapat fossa paravesicalis (lekukan peritoneum di sebelah lateral margo lateral). Pada pria menghadap colon sigmoid dan lengkung ileum. Sedangkan pada wanita menghadap corpus uteri
-      - Facies Inferior :  diliputi oleh fascia endopelvina. Terbagi atas 2 daerah :
o   Area prostatica : berhadapan langsung dengan prostat. Merupakan tempat keluarnya urethra.
o   Facies inferolateral : dipisahkan dari sympisis pubis dan corpus os. Pubis oleh spatium retropubica / cavum retzii
-    
- Cervix Vesicae / Collum vesicae : merupakan tempat bertemunya keduafacies inferolateral. Pada pria menerus pada prostat. Sedangkan pada wanita  terletak di cranial m.pubococcygeus
-          Angulus posterosuperior :  merupakan tempat bertemunya margo lateral dan margo posterior. Merupakan tempat masuknya ureter
Vesica urinaria ketika penuh terisi oleh urinakan berbentuk oval dan memiliki bagian :
-          Facies Posterosuperior :  bagian ini diliputi oleh peritoneum parietal. Pada pria dipisahkan dari rectum oleh excavatio retrovesicalis. Sedangkan pada wanita dipisahkan dari rectum oleh excavation vesicouterina, portio supravaginalis cervicis uteri, fornix anterior vagina.
-          Facies Anteroinferior : bagian ini tidak diliputi oleh peritoneum parietal.
-          Facies Lateralis : bagian ini tidak diliputi oleh peritoneum parietal.
  


Lapisan Vesica Urinaria (VU) dari luar ke dalam : Tunica Serosa (Peritoneum Parietal) – Tela Subserosa (Fascia Endopelvina) – Tunica Muscularis (m. detrussor) – Tela Submucosa – Tunica Mucosa


  

Pada bagian dalam dari Vesica Urinaria terdapat sebuah area yang disebut dengan Trigonum Lieutaudi.  Trigonum Lieutaudi ini dibentuk  oleh sepasang ostium ureteris (lubang tempat masuknya ureter ke dalam VU)  dan  ostium urethra internum (OUI). Pada pria trigonum lieutaudi ini akan terfiksasi pada prostat. Sedangkan pada wanita akan terfiksasi pada dinding anterior vagina. Mucosa pada trigonum Lieutaudi ini akan melekat erat pada m. Trigonalis.

   Fiksasi VU
   Ligamentum pada fundus, cervix dan apex vesicae yang merupakan pemadatan jaringan ikat yang menjadi fascia endopelvina. Terdiri dari lig. Puboprostaticum medial (wanita : lig. pubovesicalis)  yang didalamnya terdapat m. pubovesicalis, lig. Puboprostaticum lateral, lig.lateral (lig. Rectovesicalis)  yang didalamnya terdapat m. Rectovesicalis.

   Selain itu juga terdapat ligamentum yang merupakan sisa embrional yakni lig. Umbilicale mediana (sisa dari urachus) dan lig. Umbilicale medialis (obliterasi dari a.umbilicalis). Selain itu terdapat lipatan peritoneum parietal yakni plica umbilicalis mediana dan medialis. Diantara kedua lipatan ini terdapat sebuah cekungan peritoneum yang diliputi oleh fascia endopelvina (fascia pelvis lamina visceralis)



   CAVUM RETZII
   Merupakan ruangan yang terletak antara fascia endopelvina dan fascia transversa abdominis. Cavum Retzii di bagian caudal dibatasi oleh lig.Puboprostaticum. Sedangkan di bagian cranial dibatasi oleh fascia pelvis lamina parietal yang meliputi m.levator ani dan m. obturatorius. Cavum Retzii ini diisi oleh jaringan lemak, jaringan ikat longgar dan plexus venosus.

VASKULARISASI & INNERVASI VESICA URINARIA
   VU bagian cranial divaskularisasi oleh 2 atau 3 a.vesicalis superior (cabang dari a. umbilicalis). Sedangkan VU bagian caudal dan cervix divaskularisasi oleh a. vesicalis inferior. Pada wanita mendapatkan tambahan vaskularisasi dari a. vaginalis. Pada bagian fundus vesicae pada pria divaskularisasi oleh a. deferentialis dan pada wanita  oleh a. vaginalis dan a. vesicalis inferior. Sedangkan aliran vena nya akan bermuara pada plexus venosus prostaticus & vesicalis yang akan bermuara pada v.hypogastrica.   



 VU mendapatkan persarafan simpatik (segmen Thoracal XI – Lumbal II) dari Plexus prostaticus & plexus vesicalis  yang berasal dari  plexus hipogastricus inferior. Persarafan ini memberikan fungsi untuk menggiatkan m. spinchter interna dan menginhibisi m. detrussor serta menghantarkan rasa nyeri dari VU. Selain itu VU juga mendapatkan persarafan parasimpatik dari n. splanchnicus pelvicus Segmen Sacral II-IV. Perssarafan ini memberikan fungsi untuk  merelaksasi sfingter interna, menggiatkan m.detrussor, menghantarkan peregangan dinding VU dan mengosongkan VU.

URETHRA
   Urethra merupakan saluran yang menyalurkan urin dari Vesica Urinaria agar bisa keluar dari tubuh. Terdapat perbedaan yang sangat nyata antara organ urethra pada laki-laki dan perempuan.



URETHRA MASCULINA
Urethra pada pria memiliki panjang sekitar 20-25cm. Selain berfungsi untuk mengeluarkan urin,  urethra masculine juga berfungsi untuk mengeluarkan  cairan semen. Urethra masculine terbagi atas 3 bagian , yakni :

-       Urethra pars prostatica
Sesuai dengan namanya, urethra pars prostatica ini terletak di dalam Prostat. Urethra pars prostatica memiliki panjang sekitar 3 cm. DI dalam prostat, urethra menerima sepasang ductus ejaculatorius yang merupakan penyatuan antara ductus ekskretorius dan ductus vesicular seminalis. Selain itu, urethra pars prostatica juga mendapatkan muara dari ductus-ductus dari kelenjar prostat itu sendiri.  



-          Urethra pars membranosa
Urethra pars membranosa merupakan bagian urethra yang paling pendek (1-2cm) dan juga paling sempit. Urethra pars membranosa terbentang dari apex prostat sampai ke bulbus penis. Urethra pars membranosa terletak di dalam diaphragma pelvis (diaphragma urogenitalia). Urethra bagian ini berdinding tipis dan dikelilingi oleh m. sfingter urethra externa  dan merupakan bagian yang mudah robek saat dilakukan kateterisasi urin.

-          Urethra pars spongiosa
Urethra pars spongiosa merupakan bagian urethra yang terpanjang (15 cm) terletak di dalam bulbus penis, corpus spongiosum dan glans penis. Urethra pars spongiosa juga dimuarai oleh ductus glandula bulbourethralis  dan lacuna urethralis yang merupakan muara dari ductus glandula urethralis. Terdapat 2 buah pelebaran yakni  fossa intrabulbaris (pelebaran pada bulbus penis) dan fossa navicularis (pelebaran pada glans penis). Urethra pars spongiosa kemudian akan berakhir pada Orificium (ostium) urethra externum (OUE) pada glans penis.

   Urethra masculine divaskularisasi oleh cabang dari a. vesicalis inferior, a. rectalis media, dan a. urethralis.  Urethra masculine mendapatkan persarafan dari n.pudendus dan plexus prostaticus.




URETHRA FEMININA
   Urethra pada wanita hanya berukuran 3,75 - 5cm, berbentuk lurus dan mudah diregangkan. Karena alasan ini pulalah yang menyebabkan wanita sering mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK). Urethra akan berakhir pada Orificium (Ostium) Urethra Externum (OUE) pada vestibulum vagina.

MEKANISME BERKEMIH (MICTIO / MICTURITIO)
 Urin sekitar 300-400ml pada VU -> peregangan dinding otot VU -> impuls saraf ke Medulla Spinalis Segmen Sacralis 2, 3, 4 à Otak -> Saraf Parasimpatis melalui n. splanchnicus pelvicus -> dinding VU.

Diaphragma dan dinding anterior abdomen kontraksi -> Tekanan intraabdomen ↑ -> m. pubococcygeus relaksasi -> cervix vesicae ↓ -> kontraksi m. detrussor vesicae -> memendekkan urethra -> melebarkan dan membuka OUI -> utin keluar dari VU

Kontraksi m. pubococcygeus -> mengangkat cervix vesicae -> m. detrussor dan OUI relaksasi -> urethra memanjang -> OUI menyempit dan menutup -> pengeluaran urin berhenti

Sumber : Diktat Anatomi Sistem Urogenitalia dan Reproduksi, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA, 2012.

Jumat, 09 Agustus 2013

Anatomi Fisiologi Hidung / Nasus


ANATOMI HIDUNG dan SINUS PARANASAL [ORGANON OLFACTUS]

Hidung dalam bahasa Latin disebut sebagai Nasus. Sedangkan dalam bahasa Yunani disebut sebagai Rhis atau Rhinos. Nasus terbagi atas Nasus Externus yakni bagian hidung yang Nampak dari luar dan menempel pada wajah dan Cavum Nasi atau rongga hidung
NASUS EXTERNUS
            Hidung pada bagian atas berhubungan dengan dahi disebut radix nasi. Kemudian akan terbentang ke depan bawah sebagai dorsum nasi sampai pada apeks nasi. Di bagian depan terdapat 2 lubang hidung yang disebut sebagai nares anterior atau nosethrill. Nares anterior dibagian lateral dibatasi oleh alae nasi, sedangkan pada bagian medial dibatasi oleh pars mobilis septi nasi / pars membranous / collumna (columella).



            Kerangka nasus externus tersusun atas beberapa tulang rawan yang diperkuat oleh os. Nasale, os. Maksillaris, dan os. Frontale di bagian atas. Tulang rawan yang menyusun kerangka nasus externus yakni  cartilago nasi lateral (sepasang), cartilago alaris major (sepasang), cartilago alaris minor (sepasang), dan cartilago septi nasi / cartilage quadratus (tunggal) dan kadang terdapat cartilage nasi acessorius.
            Nasus externus divaskularisasi oleh cabang-cabang a.maksillaris dan cabang-cabang a. ophtalmica. Kemudian venula nya akan bermuara ke v.facialis anterior dan v.angularis. Aliran lymphe pada nasus externus mengalir ke Nnll. Submaksillaris dan Nnll. Auricularis anterior. Nasus externus diinnervasi oleh n. nasalis externus, n.infratrochlearis, Rr. Nasals N.infraorbitales
CAVITAS NASI
Cavum nasi atau rongga hidung memiliki syntopi sebagai berikut :
·         Di bagian Superior berbatasan dengan sinus frontalis, fossa crania inferior, sinus sphenoidalis, dan fossa crania media
·         Di bagian Inferior berbatasan dengan cavitas oris yang dipisahkan oleh palatum durum.
·         Di bagian Anterior berhubungan dengan dunia luar melalui nares anterior / nosethrill
·         Di bagian Posterior behubungan dengan nasopharynx melalui nares posterior / aperture posterior / coanae. Coanae memiliki batas2 yakni :
o   Batas medial : os.vomer
o   Batas inferior : lamina horizontalis os. Palatinum
o   Batas lateral : lamina pterygoidea
o   Batas superior : corpus os. sphenoidale
·         Di sebelah Anterolateral dibatasi oleh nasus externus
·         Di sebelah Posterolateral dibatasi oleh Orbita, sinus maxillaris, sinus ethmoidales, fossa pterygopalatina, fossa pterygoidea.
Cavum nasi terbagi atas 3 bagian yakni :
-          Vestibulum Nasi
Merupakan ruangan yang melebar di belakang nares anterior. Di sebelah superiornya dibatasi oelh rigi yang disebut sebagai Limen Nasi. Vestibulum nasi merupakan bagian dalam hidung yang dilapisi oleh kulit, dan mengandung glandula cebasea, glandula sudorifera dan ditumbuhi oleh rambut. Di bagian limen nasi merupakan tempat terjadinya transisi epitel antara epitel squamos simpleks berkeratin yang melapisi bagian vestibulum nasi dengan lapisan epitel columnar pseudokompleks non keratin bersel goblet dan bersilia yang melapisi bagian pars respiratoria dari cavum nasi
-        

  Pars Respiratoria
Merupakan 2/3 bagian bawah dari cavum nasi. Pada pars konduksi ini dilapisi oleh lapisan mukosa dengan epitel columnar pseudokomplex non keratin bersel goblet dan bersilia. Epitel ini juga merupakan kelanjutan epitel dari nasopharynx, sinus paranasale dan conjunctiva melalui ductus nasolacrimales.
-          Pars Olfaktoria
Terletak pada concha nasalis superior dan 1/3 bagian atas dari cavum nasi. Pada bagian ini dilapisi oleh epitel columnar pseudocomplex non keratin tanpa sel goblet dan bersilia non motil. Di bagian bawah dari lapisan epitel ini terdapat sel bowman yang menghasilkan secret serous yang berfungsi untuk menangkap partikel bau dan mentransmisikan nya melalui  fibra-fibra n. olfactorius (n.I) yang menembus lamina cribosa os. Ethmoidales



Cavum nasi memiliki skeletopi sebagai berikut :
-          Di bagian atap dibentuk oleh cartilagines nasi, os. Nasale, proc. nasalis os. Frontalis, lamina et foramina cribosa os. Ethmoidale, dan corpus os.sphenoidale
-          Di bagian dasar dibentuk oleh processus palatines os.maksillare dan lamina horizontalis os.palatinum yang membentuk palatum durum yang memisahkan cavum nasi dengan cavum oris.
-          Dinding medial atau septum nasi dari anterior ke posterior tersusun atas cartilage septi nasi, lamina perpendicularis os. Ethmoidale dan os.vomer
-          Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh os.nasale, os. Maxilla, os. Lacrimale, labyrinthus et conchae os. Ethmoidale, concha nasalis inferior, dan lamina pterygoideus medialis os. Sphenoidale
Pada dinding lateral cavum nasi terdapat beberapa tonjolan yakni : Concha nasalis supreme (kadang ada kadang tidak), Concha nasalis superior, conchae nasalis media  yang merupakan bagian dari os. Ethmoidale dan concha nasalis inferior yang berdiri sendiri. Dibagian bawah dari concha tersebut terdapat lubang yang disesuaikan dengan nama concha nya yakni Meatus nasi suprema, meatus nasi superior, meatus nasi media dan meatus nasi inferior.
Di sebelah posterosuperior dari concha nasalis superior terdapat ruangan yang disebut recessus sphenoethmodale. Di bagian ini biasanya terdapat concha nasalis supreme dan meatus nasi supreme. Di bagian ini juga terdapat muara dari sinus sphenoidale.
Pada meatus nasi media terdapat Atrium meatus nasi media yang merupakan cekungan di depan meatus nasi media dan di atas vestibulum nasi dan di bagian superior nya dibatasi oleh rigi yang disebut Agger Nasi. Selain itu, juga terdapat Bulla ethomidale yang merupakan penonjolan dari dinding meatus ansi media yang dibentuk oleh labyrinthus ethmoidales. Di bagian inferoanterior nya terdapat celah yang disebut hiatus semilunaris yang merupakan muara dari sinus maksillaris. Selain itu juga terdapat Infundibulum ethmoidale yang merupakan celah sempit yang merupakan muara sinus frontalis dan cellulae ethmoidale anterior. Kadang-kadang kedua sinus ini bermuara pada recessus frontalis di depan infundibulum ethmoidale.
Pada meatus nasi inferior terdapat muara dari ductus nasolacrimale.

Cavum nasi divaskularisasi oleh :
-          a. sphenopalatina cabang dr a.maksillaris interna. Arteri ini memiliki cabang Rr. Septales posterior yang beranastomose dengan a.labialis posterior cabang dari a.facialis dan a. palatine superior
-          a.ethmoidale anterior cabang dari a. ophtalmica yang memvaskularisasi daerah 1/3 depan dinding lateral dan 1/3 depan septum nasi
-          a.ethmoidale posterior cabang a.ophtalmica yang memvaskularisasi bagian atas cavum nasi
-          cabang-cabang a.facialis yang memvaskularisasi bagian vestibulum nasi
-          a. palatine descendens cabang dari a. maksillaris interna yang berjalan bersama n. palatines major dalam canalis pterygopalatinus, dan berakhir menjadi a.palatina major et minor yang memberikan cabang pada bagian inferior cavum nasi
Pada bagian anterior septum nasi terdapat anastomose yang dibentuk oleh R.septi nasi a.labialis superior cabang a. facialis dengan R. septales posterior (nasopalatinus) a.sphenopalatinus cabang a.maxillaris interna, kadang disertai oleh a. R.septalis anterior a. ethmoidale anterior dan cabang dari a. palatine major.  Anastomosis ini disebut sebagai plexus Kiesselbach (Little). 90% kasus mimisan yang terjadi akibat trauma, radang biasanya sumber perdarahannya berasal dari plexus kiesselbach ini.
Vena nya berjalan bersama arterinya akan bermuara pada plexus pterygoideus. Sedangkan pada bagian depan dinding lateral akan bermuara ke v.facialis (anterior). Sedangkan aliran lymphe pada cavum nasi akan bermuara pada nnll. Cervicales profundi
Cavum nasi bagian depan diinnervasi oleh n.ethmoidale anterior cabang dari n.nasocilliaris cabang dari n. ophtalmica (n.V.1) . Di bagian belakang diinnervasi oleh R.nasopalatinus dan Rr.palatina dan cabang ganglion pterygopalatina. Serabut parasimpatis nya berasal dari n.facialis melalui n. petrosus major. Serabut simpatis berasal dari segmen thoracalis bagian atas dan serabut postganglionernya plexus caroticus internus, n.petrosus profundus, dan n.canalis pterygoidei

SINUS PARANASAL (SPN)
Sinus paranasal merupkan rongga –rongga ynag terdapat di dalam os.maksilla, os.frontale, os. Sphenoidale dan ps. Ethmoidale. Dindingnya tersusun atas tulang keras yang dilapisi oleh epitel columner pseudocompleks non keratin bersilia dengan sel goblet. SPN diinnervasi oleh n. ophtalmicus (n.V.1) dan n. maksillaris (n.V.2). Jika terdapat peradangan pada sinus biasanya disebut dengan sinusitis. Biasanya sinusitis ini merupakan kelanjutan dari infeksi kronis pada hidung/ rhinitis (rhinogenik) atau karena adanya penjalaran infeksi dari gigi geraham (molar) I dan II yang berlubang (karies).
Terdapat beberapa sinus yang membentuk SPN, yakni :
-          Sinus Maksillaris (Anthrum Highmore)
Merupakan sinus terbesar yang terletak pada corpus maksillare. Sinus maksillaris akan bermuara pada hiatus semilunaris yang terdapat pada meatus nasi media. Sinus maksillaris divaskularisasi oleh cabang a.facialis, a.maksillaris interna, a.infraorbita, a.palatina major. Sedangkan venanya sesuai dengan aeterinya, dan akan bermuara pada v.facialis anterior plexus pterygoidea. Sinus maksillaris diinnervasi oleh R. alveolares superior posterior n. alveolaris superior, R. slveolaris superioe anterior N. alveolaris superior dan n. infraorbitale
-          Sinus Ethmoidale
Terdiri atas 4-17 ruang di masing-masing sisi. Sinus ethmoidale terletak di dalam labyrinthus ethmoidale, di antara cavum nasi dan orbita. Bagian dari sinus ethmoidale ini disebut sebagai Cellulae ethmoidale, dindingnya dibentuk oleh os.frontale, os. maxilla, os. Lacrimale, os. Sphenoidale, os.palatinum. Cellulae ethmoidale anterior / sinus ethmoidale anterior akan bermuara pada meatus ansi media. Sedangkan Cellulae ethmoidale posterior / sinus ethmoidale posterior akan bermuara pada meatus nasi superior et suprema. Sinus ethmoidale divaskularisasi oleh a. ethmoidale anterior et posterior. Sinus ini akan diinnervasi oleh n.ethmoidale posterior et anterior.
-          Sinus Frontale
Sesuai namanya, sinus ini terdapat pada os.frontale. Sinus frontalis akan bermuara di meatus nasi media melalui ductus frontonasalis. Sinus frontalis divaskularisasi oleh a.supraorbitalis. Aliran lymphe nya akan bermuara pada nnll. Submandibularis. Sinus ini dinnervasi oleh n. supraorbitalis yang merupakan cabang dr  n. ophtalmica (n.V.1)
-          Sinus Sphenoidale
Sinus ini terdapat di dalam corpus sphenoidale. Merupakan sinus yang paling jarang terkena sinusitis oleh karena letaknya yang profunda. Sinus ini bermuara pada recessus sphenoethmoidale. Dinding depannya dibentuk oleh tulang tipis yakni conchae sphenoidale.  Sinus ini divaskularisasi oleh a.maksillares. Sinus ini diinnervasi oleh n. etmoidale posterior. Aliran lymphe nya akan bermuara pada LLnn. Retropharyngealis. Syntopi dari sinus ethmoidale yakni.
o   Pseterior : pons dan a.basilaris
o   Anterior : cavum nasi
o   Superior : Chiasma opticum, n. opticus (II), hipofise 







o   Inferior : cavum nasi dan nasopharynx
o   Lateral : n. opticus (II), sinus cavernosus, a.carotis interna, n. ophtalmicus (V.1), n. maxillaris (V.2)

Kamis, 03 Mei 2012

Anatomi Fisiologi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea

Anatomi Glandula Thyroidea
Glandula thyroidea atau biasa disebut sbg kelenjar tiroid merupakan salah satu organ system endokrin yang terletak di regio colli (leher).  

Morfologi Glandula Thyroidea
Glandula Thyroidea berbentuk seperti kupu - kupu, yakni terdiri atas lobus dextra disebelah kanan dan lobus sinistra di sebelah kiri. Kedua lobus ini dihubungkan oleh isthmus glandula thyroidea. Setiap lobus berbentuk conus, dg apex nya menghadap ke cranial sampai linea oblique cartilage thyroidea dan basisnya terletak di caudal setinggi annulus trachealis Cervical V - VI atau setinggi Vertebrae Thoracal I. Isthmus glandula thyroidea terletak setinggi annulus trachealis Cervical II – IV, tertutup oleh kulit dan fascia di linea mediana. Lobus pyramidalis merupakan suatu tonjolan memanjang yg timbul dr pinggir atas isthmus glandula thyroidea kearah cranial melewati cartilage thyroidea sampai pada os. Hyoideum dan melekat diantara m. levator glandula thyroidea.


Lapisan Leher dari Luar ke Dalam
 Lapisan Glandula Thyroidea dari Luar kedalam adalah :  Cutis  Sub Cutis  Platysma Myoides  Fascia Coli Superficialis  Fascia Coli Media  Fascia Pretrachealis  Capsula Fibrosa Eksterna 

Capsula Fibrosa Interna Diantara Fascia Pretrachealis dan Capsula Fibrosa Eksterna terdapat Vascularisasi Glandula Thyroidea. Sedangkang Diantara Capsula Fibrosa Eksterna dan Capsula Fibrosa Interna Terdapat Glandula Parathyroidea Glandula Thyroidea ini ikut bergerak pada saat kita menelan atau minum sesuatu karena glandula ini diselubungi oleh fascia pretrachealis.  
Anatomi Glandula Parathyroidea Glandula parathyroidea atau kelenjar paratiroid merupakan 2 ps. Kelenjar endokrin berbentuk bulat/ lonjong, pipih yg terletak di dorsolateral dr glandula thyroidea tepatnya di antara capsula externa dan capsula interna glandula thyroidea. Glandula parathyroidea sendiri terdiri atas sepasang glandula parathyroidea superior san sepasang glandula parathyroidea inferior. Glandula Parathyroidea Superior ini letaknya Lebih Konstans sehingga lebih Mudah Ditemukan pada tengah2 pinggir dorsal Glandula Thyroidea. Sedangkan Glandula Parathyroidea yang inferior letaknya lebih Variabel umumnya terletak di caudal glandula Parathyroidea Superior.

Variasi Letak Glandula Parathyroidea Inferior
 Terletak Diantara capsula fibrosa Eksterna dan Interna dan diatas Arteria Thyroidea Inferior  Terletak Diantara Capsula Fibrosa Eksterna dan Interna tetapi dibawah Arteria Thyroidea Inferior  Terletak diluar Capsula Fibrosa Eksterna di tepi Dorsal Bagian bawah Glandula Thyroidea.  


Vaskularisasi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea
- A. thyroidea superior dextra et sinistra yg memvaskularisasi bagian dr apex glandula thyroidea yg merupakan cabang dr a. carotis externa cabang dr a. carotis communis. Dimana a. carotis communis dextra merupakan cabang dr truncus brachiocephalica (a. anonyma) cabang dr arcus aorta. Sedangkan a. carotis communis sinistra cabang dr arcus aorta.
- A. Thyroidea Inferior yang merupakan cabang dari Truncus Thyreocervicalis yg merupakan cabang dr a. subclavia. Yg mana a. subclavia dextra merupakan cabang dr a. anonyma yg merupakan cabang dr arcus aorta. Sedangkan a. subclavia sinistra merupakan cabang dr arcus aorta.
- A. Thyroidea Ima yang merupakan cabang A. Anonima yg merupakan cabang dr Arcus Aortae.
- V. Thyroidea Superior yang bermuara ke V. Jugularis Interna. Yg mana v. jugularis interna akan bermuara ke v. brachicephalica atau v. anonyma lalu bermuara ke v. cava superior.
- V. Thyroidea Media yang bermuara ke V. Jugularis Interna. Yg mana v. jugularis interna akan bermuara ke v. brachicephalica atau v. anonyma lalu bermuara ke v. cava superior.
- V. Thyroidea Inferior yang bermuara ke V. Branchiocephalica. Dimana v. brachiocephalica akan bermuara ke v. cava superior.


Innervasi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea
 Untuk Innervasi yang Sympatis adalah Ganglion Cervicalis Superior  Untuk yang Parasympatis adalah Rr. Cardiaci dan Rr. Laryngei N. Vagus


Fisiologi Glandula Thyroidea dan Glandula Parathyroidea
 Sel C pd glandula thyroidea mensekresi hormon kalsitonin yg berfungsi utk menurunkan konsentrasi kalsium dalam plasma. Sedangkan sel folikel kelenjar tiroid menghasilkan hormon tetraiodotironin/ tiroksin dan triiodotironin yg berfungsi utk meningkatkan laju metabolisme esensial utk pertumbuhan normal dan perkembangan saraf Sedangkan pada glandula parathyroidea akan dihasilkan hormon paratiroid yg berfungsi meningkatkan konsentrasi kalsium plasma dan utk menurunkan konsentrasi fosfat dlm plasma serta sbg perangsang pengaktivan vitamin D.

Sumber : Situs Colli, Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNDIP.

Jumat, 17 Februari 2012

Anatomi - Fisiologi Gaster/ Lambung



Anatomi Gaster
Gaster (Pylorus/ Vantriculus) atau masyarakat juga menyebutnya dg lambung, atau apabila kita mencari dalam buku, jurnal maupun artikel berbahasa inggris sering kita jumpai dg nama stomach. Lambung merupakan organ berongga yg berbentuk spt huruf J, di dalam rongga dr gaster memiliki ruggae. Gaster merupakan salah satu organ pencernaan yg menghubungkan oesophagus dg duodenum. Gaster terletak pd cavum abdomen pd regio hipokondrium/ hipokondriaka sinistra. Gaster juga merupakan salah satu organ intraperitoneal.

Morfologi Gaster
- Lubang gaster
Gaster memiliki 2 lubang, yaitu ostium cardiacum yg menghubungkan oesophagus dg gaster dan ostium pyloricum yg menghubungkan gaster dg duodenum pars superior.

Masing2 lubang ini berfungsi sbg sphincter yg berfungsi utk mengatur pengeluaran isi dr gaster. Ostium cardiacum berfungsi sbg sphincter fisiologis, yg berarti secara anatomis (kasat mata) tdk nampak adanya sebuah sphincter, namun pd ostium cardiacum berfungsi sbg sphincter yg berfungsi utk mencegah adanya refluks isi gaster kembali ke dalam oesophagus. Sedangkan pada ostium pyloricum merupakan sphincter anatomis dr gaster yg berfungsi utk mengatur pengeluaran isi gaster ke duodenum.

- Lengkung gaster
Gaster memiliki 2 lengkungan yaitu curvature mayor yg merupakan lengkung besar dan curvature minor yg merupakan lengkung kecil. Curvature minor gaster membentuk pinggir kanan gaster dan membentang dr ostium cardiacum hingga pylorus dan merupakan lanjutan dr margo dextra oesophagus. Curvature minor gaster dilekati oleh omentum minus. Sedangkan curvature major gaster merupakan lanjutan dr ostium cardiac, mll fundus gaster yg berbentuk kubah, membentang di sisi kiri gaster sampai pd bagian inferior pylorus. Pd bagian atas dr curvature mayor gaster dilekati oleh lig. Gastrolienalis dan pd bagian bawahnya dilekati oleh omentum mayus

- Permukaan gaster
Gaster memiliki 2 facies yaitu facies anterior dan facies posterior.

- Penggantung gaster
Gaster difiksasi oleh :
• Omentum minus
Omentum minus membentang dr curvature minor gaster hingga ke hepar.

• Omentum majus (mayus)/ major (mayor)
Omentum majus membentang dr bagian bawah dr curvature major gaster hingga ke colon
transversum

• Lig. Gastrolienalis
Lig. Gastrolienalis membentang dr bagian atas curvature major gaster hingga ke lien

Bagian Gaster
Gaster memiliki bagian2 seperti :
• Fundus gaster
Berbentuk kubah di bagian atas gaster, dipisahkan dr margo sinistra oesophagus oleh incisura cardiac

• Corpus
Terletak setinggi ostium cardiac sampai lekukan di bawah curvature minor yg disebut dg incisura angularis.

• Anthrum pyloricum
Bagian gaster yg berbentuk tabung. Rongga di dalam nya disebut dg canalis pyloricus.



Syntopi Gaster
• Anterior : dinding anterior abdomen, arcus costae sinistra, pleura et pulmo sinistra, diaphragm, lobus hepatis sinistra

• Posterior : bursa omentalis, diaphragm, lien, glandula suprarenalis sinistra, pancreas, mesocolon transversum, colon transversum.

Vaskularisasi Gaster



Aliran arteri pd gaster mll :
• Pd bagian fundus gaster divaskularisasi oleh a. gastric brevis cabang dr a. lienalis, cabang dr truncus coeliacus/ triple hallery yg dicabangkan dr aorta abdominalis setinggi Vertebrae Thoracal XII atau Vertebrae Lumbal I

• Gaster divaskularisasi oleh a. gastric dextra et sinistra yg slg bertemu dan beranastomosis di curvature minor gaster. A. Gastrica dextra merupakan cabang dr a. hepatica communis, cabang dr truncus coeliacus yg dicabangkan dr aorta abdominalis setinggi Vertebrae Thoracal XII atau Vertebra Lumbal I. Sedangkan a. gastric sinistra dicabangkan lgsg mll triple hallery yg dicabangkan dr aorta abdominalis setinggi Vertebrae Thoracal XII atau Vertebra Lumbal I.

• Gaster jg divaskularisasi oleh a. gastroepiploica (gastroomentalis) dextra et sinistra yg saling bertemu dan beranastomosis di curvature major gaster. A. gastroepiploica sinistra merupakan cabang dr a. lienalis, cabang dr triple hallery yg dicabangkan dr aorta abdominalis setinggi Vertebrae Thoracal XII atau Vertebra Lumbal I. Sedangkan a. gastroepiploica dextra merupakan cabang dr a. gastroduodenalis, cabang dr a. hepatica communis, cabang dr hallery yg dicabangkan dr aorta abdominalis setinggi Vertebrae Thoracal XII atau Vertebra Lumbal I.



Sedangkan aliran vena pd gaster mll :
• V. gastroepiploica dextra yg bermuara pd v. mesenterica superior
• V. gastroepiploica sinistra dan v. gastric brevis bermuara pd v. lienalis
• V. gastric dextra et sinistra bermuara pd v. portae hepatis

Fisiologi Gaster
Gaster berfungsi utk menyimpan makanan, mencampur makanan dg getah lambung utk merubah bolus mjd chymus, dan mengatur kecepatan pengiriman chymus ke duodenum.



HCl dalam gaster yg dihasilkan oleh sel chief befungsi utk membunuh kuman dan menurunkan pH makanan mjd asam, selain itu juga berfungsi utk mengaktifkan enzim pepsinogen yg dihasilkan oleh sel parietal yg msh dalam bentuk zymogen mjd pepsin. Pepsin itu sendiri berfungsi utk mengubah protein mjd proteosa, polipeptida dan pepton. Pd gaster juga dihasilkan enzim pencernaan berupa enzim lipase yg berfungsi utk memecah Triasilgliserol (TAG) mjd diasilgliserol (DAG).Selain itu, pd bayi terdapat yg namanya enzim rennin yg berfungsi utk menggumpalkan protein susu.

Sumber : Diktat Anatomi, Situs Abdominis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA.
Dasar Teori Buku Laporan Praktikum Biokimia Gastrointestinal Tract, Langgeng Perdhana.