.: medicina-islamica-lg.blogspot.com :.

Assalamualaikum wr.wb. Welcome to my blog. In here there's some article about islam and about medicine. In my blog here, i use indonesian. May my articles can be usefull for a lot of people in the world. If you like my blog, please give follow and comment in my blog too. thanks. (^.^)

Selasa, 13 Agustus 2013

Anatomi Vessica Urinaria (Kandung Kemih) dan Urethra


ANATOMI VESICA URINARIA & URETHRA

VESICA URINARIA
   Vesica urinaria (VU) atau Kandung kemih merupakan kantong musculomembranosa yang berfungsi untuk menampung air kemih (urin).



   Vesica urinaria ketika tidak sedang terisi oleh urin (kosong) memiliki bagian :
-   - Fundus vesicae : sisi berbentuk segitiga dan menghadap ke caudodorsal, berhadapan dengan rectum. Pada pria dipisahkan dari rectum oleh fascia rectovesicalis yang meliputi vesicular seminalis dan ampulla ductus deferens. Sedangkan pada wanita dipisahkan dari rectum oleh fornix, portio supravaginalis
-     - Apex / vertex vesicae : terdapat plica umbilicalis mediana dan lig. Umbilicale mediana
-    - Facies Superior : sisi berbentuk segitiga yang dibatasi oleh margo lateral di kedua sisi lateralnya dan margo posterior di bagian dorsalnya. Terdapat fossa paravesicalis (lekukan peritoneum di sebelah lateral margo lateral). Pada pria menghadap colon sigmoid dan lengkung ileum. Sedangkan pada wanita menghadap corpus uteri
-      - Facies Inferior :  diliputi oleh fascia endopelvina. Terbagi atas 2 daerah :
o   Area prostatica : berhadapan langsung dengan prostat. Merupakan tempat keluarnya urethra.
o   Facies inferolateral : dipisahkan dari sympisis pubis dan corpus os. Pubis oleh spatium retropubica / cavum retzii
-    
- Cervix Vesicae / Collum vesicae : merupakan tempat bertemunya keduafacies inferolateral. Pada pria menerus pada prostat. Sedangkan pada wanita  terletak di cranial m.pubococcygeus
-          Angulus posterosuperior :  merupakan tempat bertemunya margo lateral dan margo posterior. Merupakan tempat masuknya ureter
Vesica urinaria ketika penuh terisi oleh urinakan berbentuk oval dan memiliki bagian :
-          Facies Posterosuperior :  bagian ini diliputi oleh peritoneum parietal. Pada pria dipisahkan dari rectum oleh excavatio retrovesicalis. Sedangkan pada wanita dipisahkan dari rectum oleh excavation vesicouterina, portio supravaginalis cervicis uteri, fornix anterior vagina.
-          Facies Anteroinferior : bagian ini tidak diliputi oleh peritoneum parietal.
-          Facies Lateralis : bagian ini tidak diliputi oleh peritoneum parietal.
  


Lapisan Vesica Urinaria (VU) dari luar ke dalam : Tunica Serosa (Peritoneum Parietal) – Tela Subserosa (Fascia Endopelvina) – Tunica Muscularis (m. detrussor) – Tela Submucosa – Tunica Mucosa


  

Pada bagian dalam dari Vesica Urinaria terdapat sebuah area yang disebut dengan Trigonum Lieutaudi.  Trigonum Lieutaudi ini dibentuk  oleh sepasang ostium ureteris (lubang tempat masuknya ureter ke dalam VU)  dan  ostium urethra internum (OUI). Pada pria trigonum lieutaudi ini akan terfiksasi pada prostat. Sedangkan pada wanita akan terfiksasi pada dinding anterior vagina. Mucosa pada trigonum Lieutaudi ini akan melekat erat pada m. Trigonalis.

   Fiksasi VU
   Ligamentum pada fundus, cervix dan apex vesicae yang merupakan pemadatan jaringan ikat yang menjadi fascia endopelvina. Terdiri dari lig. Puboprostaticum medial (wanita : lig. pubovesicalis)  yang didalamnya terdapat m. pubovesicalis, lig. Puboprostaticum lateral, lig.lateral (lig. Rectovesicalis)  yang didalamnya terdapat m. Rectovesicalis.

   Selain itu juga terdapat ligamentum yang merupakan sisa embrional yakni lig. Umbilicale mediana (sisa dari urachus) dan lig. Umbilicale medialis (obliterasi dari a.umbilicalis). Selain itu terdapat lipatan peritoneum parietal yakni plica umbilicalis mediana dan medialis. Diantara kedua lipatan ini terdapat sebuah cekungan peritoneum yang diliputi oleh fascia endopelvina (fascia pelvis lamina visceralis)



   CAVUM RETZII
   Merupakan ruangan yang terletak antara fascia endopelvina dan fascia transversa abdominis. Cavum Retzii di bagian caudal dibatasi oleh lig.Puboprostaticum. Sedangkan di bagian cranial dibatasi oleh fascia pelvis lamina parietal yang meliputi m.levator ani dan m. obturatorius. Cavum Retzii ini diisi oleh jaringan lemak, jaringan ikat longgar dan plexus venosus.

VASKULARISASI & INNERVASI VESICA URINARIA
   VU bagian cranial divaskularisasi oleh 2 atau 3 a.vesicalis superior (cabang dari a. umbilicalis). Sedangkan VU bagian caudal dan cervix divaskularisasi oleh a. vesicalis inferior. Pada wanita mendapatkan tambahan vaskularisasi dari a. vaginalis. Pada bagian fundus vesicae pada pria divaskularisasi oleh a. deferentialis dan pada wanita  oleh a. vaginalis dan a. vesicalis inferior. Sedangkan aliran vena nya akan bermuara pada plexus venosus prostaticus & vesicalis yang akan bermuara pada v.hypogastrica.   



 VU mendapatkan persarafan simpatik (segmen Thoracal XI – Lumbal II) dari Plexus prostaticus & plexus vesicalis  yang berasal dari  plexus hipogastricus inferior. Persarafan ini memberikan fungsi untuk menggiatkan m. spinchter interna dan menginhibisi m. detrussor serta menghantarkan rasa nyeri dari VU. Selain itu VU juga mendapatkan persarafan parasimpatik dari n. splanchnicus pelvicus Segmen Sacral II-IV. Perssarafan ini memberikan fungsi untuk  merelaksasi sfingter interna, menggiatkan m.detrussor, menghantarkan peregangan dinding VU dan mengosongkan VU.

URETHRA
   Urethra merupakan saluran yang menyalurkan urin dari Vesica Urinaria agar bisa keluar dari tubuh. Terdapat perbedaan yang sangat nyata antara organ urethra pada laki-laki dan perempuan.



URETHRA MASCULINA
Urethra pada pria memiliki panjang sekitar 20-25cm. Selain berfungsi untuk mengeluarkan urin,  urethra masculine juga berfungsi untuk mengeluarkan  cairan semen. Urethra masculine terbagi atas 3 bagian , yakni :

-       Urethra pars prostatica
Sesuai dengan namanya, urethra pars prostatica ini terletak di dalam Prostat. Urethra pars prostatica memiliki panjang sekitar 3 cm. DI dalam prostat, urethra menerima sepasang ductus ejaculatorius yang merupakan penyatuan antara ductus ekskretorius dan ductus vesicular seminalis. Selain itu, urethra pars prostatica juga mendapatkan muara dari ductus-ductus dari kelenjar prostat itu sendiri.  



-          Urethra pars membranosa
Urethra pars membranosa merupakan bagian urethra yang paling pendek (1-2cm) dan juga paling sempit. Urethra pars membranosa terbentang dari apex prostat sampai ke bulbus penis. Urethra pars membranosa terletak di dalam diaphragma pelvis (diaphragma urogenitalia). Urethra bagian ini berdinding tipis dan dikelilingi oleh m. sfingter urethra externa  dan merupakan bagian yang mudah robek saat dilakukan kateterisasi urin.

-          Urethra pars spongiosa
Urethra pars spongiosa merupakan bagian urethra yang terpanjang (15 cm) terletak di dalam bulbus penis, corpus spongiosum dan glans penis. Urethra pars spongiosa juga dimuarai oleh ductus glandula bulbourethralis  dan lacuna urethralis yang merupakan muara dari ductus glandula urethralis. Terdapat 2 buah pelebaran yakni  fossa intrabulbaris (pelebaran pada bulbus penis) dan fossa navicularis (pelebaran pada glans penis). Urethra pars spongiosa kemudian akan berakhir pada Orificium (ostium) urethra externum (OUE) pada glans penis.

   Urethra masculine divaskularisasi oleh cabang dari a. vesicalis inferior, a. rectalis media, dan a. urethralis.  Urethra masculine mendapatkan persarafan dari n.pudendus dan plexus prostaticus.




URETHRA FEMININA
   Urethra pada wanita hanya berukuran 3,75 - 5cm, berbentuk lurus dan mudah diregangkan. Karena alasan ini pulalah yang menyebabkan wanita sering mengalami Infeksi Saluran Kemih (ISK). Urethra akan berakhir pada Orificium (Ostium) Urethra Externum (OUE) pada vestibulum vagina.

MEKANISME BERKEMIH (MICTIO / MICTURITIO)
 Urin sekitar 300-400ml pada VU -> peregangan dinding otot VU -> impuls saraf ke Medulla Spinalis Segmen Sacralis 2, 3, 4 à Otak -> Saraf Parasimpatis melalui n. splanchnicus pelvicus -> dinding VU.

Diaphragma dan dinding anterior abdomen kontraksi -> Tekanan intraabdomen ↑ -> m. pubococcygeus relaksasi -> cervix vesicae ↓ -> kontraksi m. detrussor vesicae -> memendekkan urethra -> melebarkan dan membuka OUI -> utin keluar dari VU

Kontraksi m. pubococcygeus -> mengangkat cervix vesicae -> m. detrussor dan OUI relaksasi -> urethra memanjang -> OUI menyempit dan menutup -> pengeluaran urin berhenti

Sumber : Diktat Anatomi Sistem Urogenitalia dan Reproduksi, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA, 2012.

Jumat, 09 Agustus 2013

Anatomi Fisiologi Hidung / Nasus


ANATOMI HIDUNG dan SINUS PARANASAL [ORGANON OLFACTUS]

Hidung dalam bahasa Latin disebut sebagai Nasus. Sedangkan dalam bahasa Yunani disebut sebagai Rhis atau Rhinos. Nasus terbagi atas Nasus Externus yakni bagian hidung yang Nampak dari luar dan menempel pada wajah dan Cavum Nasi atau rongga hidung
NASUS EXTERNUS
            Hidung pada bagian atas berhubungan dengan dahi disebut radix nasi. Kemudian akan terbentang ke depan bawah sebagai dorsum nasi sampai pada apeks nasi. Di bagian depan terdapat 2 lubang hidung yang disebut sebagai nares anterior atau nosethrill. Nares anterior dibagian lateral dibatasi oleh alae nasi, sedangkan pada bagian medial dibatasi oleh pars mobilis septi nasi / pars membranous / collumna (columella).



            Kerangka nasus externus tersusun atas beberapa tulang rawan yang diperkuat oleh os. Nasale, os. Maksillaris, dan os. Frontale di bagian atas. Tulang rawan yang menyusun kerangka nasus externus yakni  cartilago nasi lateral (sepasang), cartilago alaris major (sepasang), cartilago alaris minor (sepasang), dan cartilago septi nasi / cartilage quadratus (tunggal) dan kadang terdapat cartilage nasi acessorius.
            Nasus externus divaskularisasi oleh cabang-cabang a.maksillaris dan cabang-cabang a. ophtalmica. Kemudian venula nya akan bermuara ke v.facialis anterior dan v.angularis. Aliran lymphe pada nasus externus mengalir ke Nnll. Submaksillaris dan Nnll. Auricularis anterior. Nasus externus diinnervasi oleh n. nasalis externus, n.infratrochlearis, Rr. Nasals N.infraorbitales
CAVITAS NASI
Cavum nasi atau rongga hidung memiliki syntopi sebagai berikut :
·         Di bagian Superior berbatasan dengan sinus frontalis, fossa crania inferior, sinus sphenoidalis, dan fossa crania media
·         Di bagian Inferior berbatasan dengan cavitas oris yang dipisahkan oleh palatum durum.
·         Di bagian Anterior berhubungan dengan dunia luar melalui nares anterior / nosethrill
·         Di bagian Posterior behubungan dengan nasopharynx melalui nares posterior / aperture posterior / coanae. Coanae memiliki batas2 yakni :
o   Batas medial : os.vomer
o   Batas inferior : lamina horizontalis os. Palatinum
o   Batas lateral : lamina pterygoidea
o   Batas superior : corpus os. sphenoidale
·         Di sebelah Anterolateral dibatasi oleh nasus externus
·         Di sebelah Posterolateral dibatasi oleh Orbita, sinus maxillaris, sinus ethmoidales, fossa pterygopalatina, fossa pterygoidea.
Cavum nasi terbagi atas 3 bagian yakni :
-          Vestibulum Nasi
Merupakan ruangan yang melebar di belakang nares anterior. Di sebelah superiornya dibatasi oelh rigi yang disebut sebagai Limen Nasi. Vestibulum nasi merupakan bagian dalam hidung yang dilapisi oleh kulit, dan mengandung glandula cebasea, glandula sudorifera dan ditumbuhi oleh rambut. Di bagian limen nasi merupakan tempat terjadinya transisi epitel antara epitel squamos simpleks berkeratin yang melapisi bagian vestibulum nasi dengan lapisan epitel columnar pseudokompleks non keratin bersel goblet dan bersilia yang melapisi bagian pars respiratoria dari cavum nasi
-        

  Pars Respiratoria
Merupakan 2/3 bagian bawah dari cavum nasi. Pada pars konduksi ini dilapisi oleh lapisan mukosa dengan epitel columnar pseudokomplex non keratin bersel goblet dan bersilia. Epitel ini juga merupakan kelanjutan epitel dari nasopharynx, sinus paranasale dan conjunctiva melalui ductus nasolacrimales.
-          Pars Olfaktoria
Terletak pada concha nasalis superior dan 1/3 bagian atas dari cavum nasi. Pada bagian ini dilapisi oleh epitel columnar pseudocomplex non keratin tanpa sel goblet dan bersilia non motil. Di bagian bawah dari lapisan epitel ini terdapat sel bowman yang menghasilkan secret serous yang berfungsi untuk menangkap partikel bau dan mentransmisikan nya melalui  fibra-fibra n. olfactorius (n.I) yang menembus lamina cribosa os. Ethmoidales



Cavum nasi memiliki skeletopi sebagai berikut :
-          Di bagian atap dibentuk oleh cartilagines nasi, os. Nasale, proc. nasalis os. Frontalis, lamina et foramina cribosa os. Ethmoidale, dan corpus os.sphenoidale
-          Di bagian dasar dibentuk oleh processus palatines os.maksillare dan lamina horizontalis os.palatinum yang membentuk palatum durum yang memisahkan cavum nasi dengan cavum oris.
-          Dinding medial atau septum nasi dari anterior ke posterior tersusun atas cartilage septi nasi, lamina perpendicularis os. Ethmoidale dan os.vomer
-          Dinding lateral cavum nasi dibentuk oleh os.nasale, os. Maxilla, os. Lacrimale, labyrinthus et conchae os. Ethmoidale, concha nasalis inferior, dan lamina pterygoideus medialis os. Sphenoidale
Pada dinding lateral cavum nasi terdapat beberapa tonjolan yakni : Concha nasalis supreme (kadang ada kadang tidak), Concha nasalis superior, conchae nasalis media  yang merupakan bagian dari os. Ethmoidale dan concha nasalis inferior yang berdiri sendiri. Dibagian bawah dari concha tersebut terdapat lubang yang disesuaikan dengan nama concha nya yakni Meatus nasi suprema, meatus nasi superior, meatus nasi media dan meatus nasi inferior.
Di sebelah posterosuperior dari concha nasalis superior terdapat ruangan yang disebut recessus sphenoethmodale. Di bagian ini biasanya terdapat concha nasalis supreme dan meatus nasi supreme. Di bagian ini juga terdapat muara dari sinus sphenoidale.
Pada meatus nasi media terdapat Atrium meatus nasi media yang merupakan cekungan di depan meatus nasi media dan di atas vestibulum nasi dan di bagian superior nya dibatasi oleh rigi yang disebut Agger Nasi. Selain itu, juga terdapat Bulla ethomidale yang merupakan penonjolan dari dinding meatus ansi media yang dibentuk oleh labyrinthus ethmoidales. Di bagian inferoanterior nya terdapat celah yang disebut hiatus semilunaris yang merupakan muara dari sinus maksillaris. Selain itu juga terdapat Infundibulum ethmoidale yang merupakan celah sempit yang merupakan muara sinus frontalis dan cellulae ethmoidale anterior. Kadang-kadang kedua sinus ini bermuara pada recessus frontalis di depan infundibulum ethmoidale.
Pada meatus nasi inferior terdapat muara dari ductus nasolacrimale.

Cavum nasi divaskularisasi oleh :
-          a. sphenopalatina cabang dr a.maksillaris interna. Arteri ini memiliki cabang Rr. Septales posterior yang beranastomose dengan a.labialis posterior cabang dari a.facialis dan a. palatine superior
-          a.ethmoidale anterior cabang dari a. ophtalmica yang memvaskularisasi daerah 1/3 depan dinding lateral dan 1/3 depan septum nasi
-          a.ethmoidale posterior cabang a.ophtalmica yang memvaskularisasi bagian atas cavum nasi
-          cabang-cabang a.facialis yang memvaskularisasi bagian vestibulum nasi
-          a. palatine descendens cabang dari a. maksillaris interna yang berjalan bersama n. palatines major dalam canalis pterygopalatinus, dan berakhir menjadi a.palatina major et minor yang memberikan cabang pada bagian inferior cavum nasi
Pada bagian anterior septum nasi terdapat anastomose yang dibentuk oleh R.septi nasi a.labialis superior cabang a. facialis dengan R. septales posterior (nasopalatinus) a.sphenopalatinus cabang a.maxillaris interna, kadang disertai oleh a. R.septalis anterior a. ethmoidale anterior dan cabang dari a. palatine major.  Anastomosis ini disebut sebagai plexus Kiesselbach (Little). 90% kasus mimisan yang terjadi akibat trauma, radang biasanya sumber perdarahannya berasal dari plexus kiesselbach ini.
Vena nya berjalan bersama arterinya akan bermuara pada plexus pterygoideus. Sedangkan pada bagian depan dinding lateral akan bermuara ke v.facialis (anterior). Sedangkan aliran lymphe pada cavum nasi akan bermuara pada nnll. Cervicales profundi
Cavum nasi bagian depan diinnervasi oleh n.ethmoidale anterior cabang dari n.nasocilliaris cabang dari n. ophtalmica (n.V.1) . Di bagian belakang diinnervasi oleh R.nasopalatinus dan Rr.palatina dan cabang ganglion pterygopalatina. Serabut parasimpatis nya berasal dari n.facialis melalui n. petrosus major. Serabut simpatis berasal dari segmen thoracalis bagian atas dan serabut postganglionernya plexus caroticus internus, n.petrosus profundus, dan n.canalis pterygoidei

SINUS PARANASAL (SPN)
Sinus paranasal merupkan rongga –rongga ynag terdapat di dalam os.maksilla, os.frontale, os. Sphenoidale dan ps. Ethmoidale. Dindingnya tersusun atas tulang keras yang dilapisi oleh epitel columner pseudocompleks non keratin bersilia dengan sel goblet. SPN diinnervasi oleh n. ophtalmicus (n.V.1) dan n. maksillaris (n.V.2). Jika terdapat peradangan pada sinus biasanya disebut dengan sinusitis. Biasanya sinusitis ini merupakan kelanjutan dari infeksi kronis pada hidung/ rhinitis (rhinogenik) atau karena adanya penjalaran infeksi dari gigi geraham (molar) I dan II yang berlubang (karies).
Terdapat beberapa sinus yang membentuk SPN, yakni :
-          Sinus Maksillaris (Anthrum Highmore)
Merupakan sinus terbesar yang terletak pada corpus maksillare. Sinus maksillaris akan bermuara pada hiatus semilunaris yang terdapat pada meatus nasi media. Sinus maksillaris divaskularisasi oleh cabang a.facialis, a.maksillaris interna, a.infraorbita, a.palatina major. Sedangkan venanya sesuai dengan aeterinya, dan akan bermuara pada v.facialis anterior plexus pterygoidea. Sinus maksillaris diinnervasi oleh R. alveolares superior posterior n. alveolaris superior, R. slveolaris superioe anterior N. alveolaris superior dan n. infraorbitale
-          Sinus Ethmoidale
Terdiri atas 4-17 ruang di masing-masing sisi. Sinus ethmoidale terletak di dalam labyrinthus ethmoidale, di antara cavum nasi dan orbita. Bagian dari sinus ethmoidale ini disebut sebagai Cellulae ethmoidale, dindingnya dibentuk oleh os.frontale, os. maxilla, os. Lacrimale, os. Sphenoidale, os.palatinum. Cellulae ethmoidale anterior / sinus ethmoidale anterior akan bermuara pada meatus ansi media. Sedangkan Cellulae ethmoidale posterior / sinus ethmoidale posterior akan bermuara pada meatus nasi superior et suprema. Sinus ethmoidale divaskularisasi oleh a. ethmoidale anterior et posterior. Sinus ini akan diinnervasi oleh n.ethmoidale posterior et anterior.
-          Sinus Frontale
Sesuai namanya, sinus ini terdapat pada os.frontale. Sinus frontalis akan bermuara di meatus nasi media melalui ductus frontonasalis. Sinus frontalis divaskularisasi oleh a.supraorbitalis. Aliran lymphe nya akan bermuara pada nnll. Submandibularis. Sinus ini dinnervasi oleh n. supraorbitalis yang merupakan cabang dr  n. ophtalmica (n.V.1)
-          Sinus Sphenoidale
Sinus ini terdapat di dalam corpus sphenoidale. Merupakan sinus yang paling jarang terkena sinusitis oleh karena letaknya yang profunda. Sinus ini bermuara pada recessus sphenoethmoidale. Dinding depannya dibentuk oleh tulang tipis yakni conchae sphenoidale.  Sinus ini divaskularisasi oleh a.maksillares. Sinus ini diinnervasi oleh n. etmoidale posterior. Aliran lymphe nya akan bermuara pada LLnn. Retropharyngealis. Syntopi dari sinus ethmoidale yakni.
o   Pseterior : pons dan a.basilaris
o   Anterior : cavum nasi
o   Superior : Chiasma opticum, n. opticus (II), hipofise 







o   Inferior : cavum nasi dan nasopharynx
o   Lateral : n. opticus (II), sinus cavernosus, a.carotis interna, n. ophtalmicus (V.1), n. maxillaris (V.2)

Kamis, 14 Maret 2013

SIAPA BILANG MAULID/TAHLILAN/YASINAN/7 BULANAN/TABUR BUNGA TIDAK ADA DALILNYA ???????

Sedikit-sedikit minta dali, sedikit-sedikit minta dalil !!!!!!

Ini dalil tahlilan/maulidan/yasinan/7 bulanan/selamatan !!!!

1.Dalil pengkhususan waktu selamatan kematian (1 hari,3 hari,40 hari dstrsnya).

“Termashurlah selamatan yang diadakan pada hari pertama, ketujuh, empat puluh, seratus dan seribu"
(Kitab Manawa Dharma Sastra Weda Smerti hal. 99, 192, 193).

Perintah penyembelihan hewan pada hari tersebut:

“Tuhan telah menciptakan hewan untuk upacara korban, upacara kurban telah diatur sedemikian rupa untuk kebaikan dunia.”
(kitab Panca Yadnya hal. 26, Bagawatgita hal. 5 no. 39).

Perkataan ulama':

“Upacara selamatan untuk memperingati hari kematian orang Jawa hari ke 1, 7, 40, 100, dan 1000 hari, jelas adalah ajaran Hindu”
(Ida Bedande Adi Suripto laknatullah 'alaihi,lihat kitab “Nilai-nilai Hindu dalam budaya Jawa).

2.Dalil selamatan (kenduri/kenduren):

Sloka prastias mai pipisatewikwani widuse bahra aranggaymaya jekmayipatsiyad aduweni narah”. “Antarkanlah sesembahan itu pada Tuhanmu Yang Maha Mengetahui”. Yang gunanya untuk menjauhkan kesialan"
(kitab sama weda hal. 373 no.10).

a. Dewa Yatnya (selamatan) Yaitu korban suci yang secara tulus ikhlas ditujukan kepada Sang Hyang Widhi dengan jalan bakti sujud memuji, serta menurut apa yang diperintahkan-Nya (tirta yatra) metri bopo pertiwi.

b. Pitra Yatnya Yaitu korban suci kepada leluhur (pengeling- eling) dengan memuji yang ada di akhirat supaya memberi pertolongan kepada yang masih hidup.

c. Manusia Yatnya Yaitu korban yang diperuntukan kepada keturunan atau sesama supaya hidup damai dan tentram.

d. Resi Yatnya Yaitu korban suci yang diperuntukan kepada guru atas jasa ilmu yang diberikan (danyangan).

e. Buta Yatnya Yaitu korban suci yang diperuntukan kepada semua makhluk yang kelihatan maupun tidak, untuk kemulyaan dunia ini.
(kitab Siwa Sasana hal. 46 bab ‘Panca maha yatnya’ dan pada Upadesa hal. 34).

APA DASAR YANG LAIN DIDALAM HINDU ??? :

# RUKUN IMAN HINDU (PANCA SRADA) yang harus diyakini umat hindu

1. Percaya adanya sang hyang widhi.

2. Percaya adanya roh leluhur.

3. Percaya adanya karmapala.

4. Percaya adanya smskra manitis.

5. Percaya adanya moksa.

# PANCA SRADA punya rukun, yaitu:

• PANCA YAJNA (artinya 5 macam selamatan).

1. Selamatan DEWA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau biasa dikenal orang dalam istilah dengan,” memetri bapa kuasa ibu pertiwi “).

2. Selamatan PRITRA YAJNA (selamatan yang DI TUJUKAN PADA LELUHUR).

3. Selamatan RSI YAJNA (selamatan yang ditujukan pada guru atau kirim do’a yang ditujukan pada Guru, biasanya di punden/ndanyangan ). Kalau di kota di namakan dengan nama lain yaitu “SELAMATAN KHAUL” memperingati kiyainya/gurunya &semisalnya , yang meninggal dunia.

4. Selamatan MANUSIA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kelahiran atau dikota disebut “ULANG TAHUN” ).

5. Selamatan BUTA YAJNA (selamatan yang ditujukan pada hari kebaikan ), misalnya kita ambil contoh biasanya pada beberapa masyarakat islam (jawa) melakukan selamatan hari kebaikan pada awal bulan ramadhan yang disebut “selamatan MEGENGAN”.

AKIBAT YANG TIDAK DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU, yaitu:

Pertanyaan ?
orang tua kalau tidak diselamati apa rohnya gentayangan?

Buka dalilnya DIKITAB SUCI UMAT HINDU dikitab SIWASASANA HALAMAN 46-47 CETAKAN TAHUN 1979. Bagi yang tidak mau selamatan mereka di peralina hidup kembali dalam dunia bisa berwujud menjadi hewan atau bersemayam di dalam pohon, makanya kalau anda ke Bali banyak pohon yang dikasih kain-kain dan sajen-sajen itu, karena mereka meyakini roh nya ada dalam pohon itu, dan bersemayam dalam benda-benda bertuah misal keris dan jimat, di hari sukra umanis (jum’at legi) keris atau jimat di beri bunga&sajen-sajen.

DEWA ASURA akan marah besar jika orang tidak mau melakukan selamatan maka dewa asura akan mendatangkan bala/bencana & membunuh manusia yang ada di dunia.

DEWA ASURA atau dikenal dalam masyarakat dengan nama BETHARAKALA , anak ontang anting harus diruwat(ritual dengan selamatan&sajen) karena takut betharakala , sendhang kapit pancuran(anak wanita diantara kedua saudara kandung anak laki-laki) diruwat karena takut betharakala, rabi ngalor ngulon merga rawani karo betharakala (nikah tidak boleh karena rumahnya menghadap utara&barat, karena takut celaka ).

# AKIBAT YANG DI SELAMATI DALAM KEYAKINAN HINDU, yaitu:

Dalam keyakinan hindu bagi yang mau selamatan maka mereka langsung punya tiket ke surga.

2. NASI TUMPENG
Konsep dalam agama hindu : dalam kitab MANAWA DHARMA SASTRA WEDHA SMRTI ,BAGI ORANG YANG BERKASTA SUDRA(KASTA YANG RENDAH) YANG TIDAK BISA MEMBACA KALIMAT PERSAKSIAN :

HOM SUWASTIASU HOM AWI KNAMASTU EKAM EVA ADITYAM BRAHMAN ,BAGI YANG TIDAK BISA MENGUCAPKAN KALIMAT DALAM BAHASA SANSEKERTA DIATAS SEBAGAI PENGGANTINYA MAKA MEREKA CUKUP MEMBIKIN TUMPENG, BENTUKNYA ADALAH SEGITIGA, SEGITIGA YANG DIMAKSUT ADALAH TRIMURTI (SHIVA, VISHNU, BRAHMA=>BRAHMAN) ARTINYA TIGA MANIFESTASI IDA SANG HYANG WIDHI WASA , UMAT HINDU MENGATAKAN BARANGSIAPA YANG MEMBIKIN TUMPENG MAKA DIA SUDAH BERAGAMA HINDU.

Dikitab BAGHAWAGHITA di jelaskan TUHAN nya orang hindu lagi minum dan ditengahnya ada tumpeng, dan di depan dewa brahma ada sajen-sajen

3. Pemberangkatan mayat diwajibkan dipamitkan di depan rumah lalu beberapa sanak keluarga akan lewat di bawah tandu mayat (tradisi brobosan), karena umat hindu meyakini brobosan sebagai wujud bakti pada orang tua dan salam pada dewa, dalam hindu mayat di tandu lalu diatasnya diberi payung, pemberangkatan mayat menggunakan sebar/sawur bunga, uanglogam, beraskuning,dll, lalu bunga di ronce(dirangkai dengan benang )lalu di taruh/dikalungkan di atas beranda mayat. Hindu meyakini :

a. Bunga warna putih mempunyai kekuatan dewa brahma.

b. Bunga warna merah mempunyai kekuatan dewa wisnu.

c. Bunga warna kuning mempunyai kekuatan dewa siwa.

Umat hindu berkeyakinan bunga itu berfungsi sebagai pendorong do’a (muspha/trisandya)&pewangi.

4. KETUPAT
Didalam hindu roh anak menjelang hari raya pulang kerumah, sebagai penghormatan orang tua kepada anak, maka biasanya hindu setelah hari raya di pasang kupat diatas pintu dan di bagi-bagikan tetangga.

Dengan penjelasan diatas maka teranglah bahwa ritual-ritual itu bukanlah sesuatu yang baru (bid'ah) dalam agama hindu, dikatakan bid'ah apabila itu dikerjakan oleh umat islam dan dianggap bagian dari ajaran islam. Seperti yang kita ketahui agama islam lahir ribuan tahun setelah adanya agama hindu tersebut. Hanya saja beberapa "orang hindu" itu menggunakan kalimat TAHLIL (Laa ilaha illallah) atau membaca surat YASIN pada ritual-ritual tersebut. Jadilah serupa tapi tak sama dengan ajaran islam. Islam tidaklah mengenal ritual-ritual tersebut, tidak ditemukan dalilnya baik didalam Alqur'an Al hadits maupun ijma' para sahabat. meminjam istilah fiqih "laukana khairan Lasabaquunaa ilaihi" (kalaulah seandainya perbuatan/amal itu baik, tentulah para sahabat mendahului kita mengerjakannya).

Islam adalah agama yang sempurna, tidak perlu lagi ditambah-tambahi dengan syari'at baru, bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewasiatkan kpd kita agar menjauhi bid'ah dalam sabdanya:
“Jauhilah semua perkara baru (dalam agama), karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah merupakan kesesatan”.
(HR Abu Dawud, no. 4607; Tirmidzi, 2676; Ad Darimi; Ahmad; dan lainnya).

“Sesungguhnya sebaik baik perkataan adalah kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk muhammad sholullah alaihi wasalam, sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, setiap yang diada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan tempatnya di neraka”
(HR Abu dawud , an-Nasa’i, Ahmad).
Kita tentu tak mau agama kita yang mulia ini mengalami nasib serupa seperti agama-agama samawi lainnya (Yahudi dan Kristen) dimana alasan adat budaya telah mengambil alih dalil-dalil utama kitab suci sendiri. Karena alasan menghormati leluhur dan budaya lokal.
Allah azza wajalla telah memperingati kita dalam firmanNya:

”Dan apabila dikatakan kepada mereka :”Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”. Mereka menjawab :”(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. Apakah mereka akan mengikuti juga, walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?”
(Qs. Al-Baqarah:170).

Allah juga berfirman:
“Dan janganlah kamu mencampuradukka n Kebenaran dengan Kebatilan dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran sedangkan kamu mengetahuinya”
(Qs. Al-Baqarah:42).

Allah menyuruh kita untuk tidak boleh mencampuradukkan ajaran agama islam (kebenaran) dengan ajaran agama Hindu (kebatilan) tetapi kita malah ikut perkataan manusia bahwa mencampuradukkan agama itu boleh, Apa manusia itu lebih pintar dari Allah?

Selanjutnya Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu”.
(Qs. Al-Baqarah:208).

Allah menyuruh kita dalam berislam secara kaffah (menyeluruh) tidak setengah-setengah. Setengah Islam setengah Hindu.

Minggu, 24 Februari 2013

Tuhan Baru itu Bernama "Media Massa"

Bayi berat badan 1000 gram TIDAK BOLEH MATI, AWASSS, itu dosa besar, rumah sakit tidak profesional, dokter tidak bermoral, menteri diam saja, gubernur cuma pencitraan, tuntut sampai tuntas semua yang terlibat dalam kematian bayi tidak berdosa, Vonis: Si Miskin Tidak Boleh Sakit.

Apa saja yang sudah dilakukan oleh pekerja kesehatan, sejuta, sepuluh juta, seratus juta orang sakit yang berhasil diobati, kematian dokter di rimba pedalaman, honor petugas kesehatan yang lebih rendah dari sopir angkot, penyakit dan kematian akibat beban kerja paramedis yang overload, tidak akan diberitakan, karena tidak laku diberitakan, yang laku adalah kematian bayi prematur dengan kelainan berat badan dan komplikasi medis yang menyertainya ...

Sabarlah dokter, paramedis dan semua pekerja kesehatan, karena anda semua bukan Tuhan, anda adalah alat Tuhan, dan anda adalah sasaran tembak yang tidak punya perisai apa-apa, apalagi kalau yang nembak itu sebuah tuhan yang bernama Media Massa ..

Semoga TUHAN melindungi hambaNYA
Cuman broadcast aja.... Susahnya jadi dokter....
Gaji dokter 1,2juta, gaji buruh 2,2 juta
Dokter sekolah minimal 6 tahun, buruh sekolah??
Pendidikan dokter minimal 100 juta, buruh??
Tiap 5 tahun dokter di test ulang, buruh??
Buruh boleh demo... Pernah liat dokter demo?

Anda tau berapa honor yang didapat seorang dokter spesialis dari program berobat gratis? Rp.2000/pasien ! Tak lebih dari jasa tukang parkir! Anda tau berapa milyar pemerintah daerah berhutang dgn rumah sakit? Apa rumah sakit pernah menuntut? Teriak anti korupsi tapi ada pasien minta biaya dinaikkan di kwitansi...

Kamis, 06 Desember 2012

HIV / AIDS

HIV merupakan kependekan dari Human Immunodeficiency Virus. Dikenal ada dua jenis virus, yaitu HIV tipe 1 (HIV-1) dan HIV tipe 2 (HIV-2). HIV-1 merupakan penyebab utama AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome), yaitu kumpulan gejala yang diakibatkan oleh rusaknya sistem pertahanan tubuh, sehingga muncul berbagai infeksi.

Perlu waktu 5-10 tahun pasien dg HIV + menjadi AIDS, dan sekali didiagnosis HIV + maka akan selamanya + dan tidak bisa berubah menjadi - ... Berikut adalah tahapan fase2 dr penyakit AIDS ...

- Pd 3 bulan pertama (Setelah terpajan virus HIV) disebut sbg Periode Jendela.
Pd pemeriksaan lab : Tes HIV masih negative (HIV - ), namun Virus HIV sudah ada tapi belum terbentuk antibodi (imunitas) HIV yang cukup di dalam tubuh. Tetapi Pasien sudah mampu menularkan HIV ke orang lain, Terutama lewat: Hubungan seksual, Jarum suntik pada IDU (Injection Drug User), Transfusi darah

- Periode Asimtomatik (Tanpa Gejala) Berlangsung 1-5 tahun setelah Terpajan HIV.
Pemeriksaan Lab didapatkan Tes HIV +, namun Pasien tidak merasakan gejala apa-apa, Mudah menularkan HIV: Hubungan sex , Jarum suntik IDU, Transfusi darah

- Periode Simtomatik (Menimbulkan Gejala)
diawal tadi sudah sedikit disinggung bahwa Virus HIV menyerang sistem imun tubuh, sehingga dengan rusaknya sistem imunitas tubuh maka pasien akan mudah terserang penyakit infeksi oleh bakteri dan virus lain. Biasanya pasien pada fase ini mengalami gejala spt : Demam > 1 bulan, Diare > 1 bulan . Batuk > 1 bulan kemungkinan mengarah ke TBC Paru. Berat Badan turun > 10% dalam waktu yg singkat

HIV tidak ditularkan melalui :
Bersalaman, berpelukan, cium pipi
Batuk, bersin, air mata, keringat
Memakai peralatan rumah tangga seperti: alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur. (Serumah!)
Gigitan nyamuk, binatang peliharaan
Bekerja, sekolah, berkendaraan bersama.
Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, mandi sauna, dll.

Semoga kita semua senantiasa dijauhkan dari Penyakit AIDS
#World AIDS day
#dr.Erwin Budi C, SP.PD

Aspek Psikiatri Stress

Setiap manusia pasti pernah merasakan stress. Tapi sebenarnya stress kalau dipandang dari sisi medis itu seperti apa sih ??? Mari kita bahas bersama :)

Stress adalah reaksi fisik dan emosi yang dialami seseorang dalam kondisi takut, menantang ataupun sulit. Disisi lain stress juga dapat diartikan sebagai reaksi yang timbul dari tekanan yang berlebihan dan kekhawatiran yang tidak dapat diatasi. Ada pula orang yang mengartikan stress sebagai respon berbahaya baik fisik maupun emosional yang terjadi karena ketidaksesuaian antara kemampuan, sumber dan kebutuhan.

Jadi dapat disimpulkan bahwa stress merupakan suatu keadaan di mana seorang individu mengalami ketidakenakan, oleh karena harus beradaptasi dengan stressor. Dimana stressor berarti keadaan atau peristiwa yang menyebabkan stress. Stressor atau sumber stress dapat terbagi atas :
  • Sumber internal
Sumber internal berarti sumber stress berasal dari dalam diri seseorang tersebut. Misalkan orang yang memiliki sifat ambisius, agressive, suka tantangan lebih rentan terhadap stress. Wanita cenderung lebih rentan stress
  • Sumber Eksternal
Sumber eksternal berarti sumber stress berasal dari lingkungan bisa berasal dari :
    • keluarga (KDRT, broken home)
    • pendidikan (batas kelulusan yang tinggi, materi yang sulit dan banyak)
    • pekerjaan (dikejar deadline, bos yang galak)
    • ekonomi (penghasilan minim, harga kebutuhan melonjak), dll.
Stressor ini dapat berupa :
    • kegagalan
    • kematian orang dekat
    • ditipu orang
    • bangkrut
    • kehilangan jabatan
    • kehilangan barang, dll.
Stress yang dialami dapat menjadi lebih berat apabila
    • kejadian tersebut terjadi tiba-tiba (orang tercinta mengalami kecelakaan)
    • tidak diduga sebelumnya (sanak keluarga meninggal karena penyakit jantung padahal baru saja  berbincang-bincang)
    • usaha sudah maksimal (sudah belajar mati-matian untuk ujian, tapi tetap saja tidak lulus)
    • nyaris berhasil (standard kelulusan ujian = 60, hasil ujian yang didapat = 59)
    • disengaja orang lain (keluarga korban pembunuhan akan lebih stress daripada keluarga korban kecelakaan)
Orang yang sedang mengalami stress biasanya ditandai dengan
  • Perilaku
    • Menunda dan menghindari pekerjaan
    • Sering menangis
    • Sering marah-marah atau membentak orang lain
    • Merokok berlebihan
    • Gangguan pola makan
  • Pikiran
    • Sulit konsentrasi dan mengambil keputusan
    • Pelupa dan mental menjadi tidak stabil
    • Resah terhadap masa depan
    • takut akan kegagalan
  • Fisik
    • Sakit pada otot
    • tangan dingin dan basah berkeringat
    • gangguan tidur
    • mudah flu dan infeksi, hal ini terkait dengan penurunan imunitas yang terjadi akibat stress berkepanjangan
  • Perasaan
    • Takut
    • Murung
    • Cemas, tegang
    • Cepat marah
    • Frustasi
    • Rendah diri

Stress dapat berdampak positif bagi tubuh dan juga dapat menjadi sebaliknya. Hal ini bergantung pada bagaimana kita menghadapi stressor tersebut. Berikut adalah tipe stress :
  • Eustress (Stress yang baik)
Stress yang bila ditangani dengan baik akan berpengaruh positif terhadap fisik dan mental. Akan berdampak meningkatkan energi positif.
  • Distress (Stress yang buruk / Chronik stress)
Stress yang bila tidak ditangani dengan baik akan berpengaruh negatif terhadap fisik dan mental. Akan menimbulkan dampak menurunkan mental dan motivasi kemampuan

Sebagai contoh : Ketika hasil ujian tengah semester diumumkan, X dan Y mendapatkan nilai mata kuliah Genetika 40. Menanggapi nilai tersebut, X menjadi tertantang untuk dapat belajar dan menguasai lebih tentang genetika sehingga pada ujian akhir semester nanti bisa mendapatkan nilai yang memuaskan. (Dalam hal ini X menanggapi stressor sebagai batu loncatan untuk berubah menjadi lebih baik - Eustress). Sedangkan Y menanggapi nilai yang ia dapat, ia menjadi frustasi dan pesimis untuk bisa lulus materi genetika (hal ini Y menggunakan stressor sebagai menurunkan mental dan motivasi)

Dampak yang terjadi saat mengalami stress, antara lain
  • Pada individu
    • menurunnya tingkat kesehatan (imun menurun, ,mudah infeksi)
    • interaksi sosial dan pola komunikasi terganggu (cenderung murung dan berdiam diri)
  • Pada pekerjaan
    • Menurunkan kualitas hidup seseorang
    • menurunkan produktivitas kerja (cenderung malas dan menghindari kewajiban)
    • Kurang bisa memanage pekerjaan dengan baik

Sebenarnya di dalam tubuh manusia terdapat sebuah mekanisme pertahanan jiwa (MPJ). Dimana MPJ ini akan berperan untuk mengeliminasi stress dan mencegah gangguan jiwa. Namun MPJ ini bersifat tidak dapat dikendalikan sesuai kehendak kita. MPJ dapat berupa :
  • Sublimasi : mengalihkan stress ke hal yang lebih berguna -> olahraga, kerja keras
  • Represi :berusaha menekan dan melupakan masalah yang sedang dihadapi
  • Konversi : stress dialihkan ke fungsi normal tubuh sehingga didapatkan berdebar-debar, tekanan darah naik, muka merah, nyeri perut tanpa sebab, dll
  • Proyeksi : mengalihkan masalah ke orang lain, dapat berupa memarahi bawahan, menyalahkan orang lain
  • Identifikasi : meniru cara orang lain dalam menyelesaikan masalah, dapat berupa ngomel-ngomel, dll
  • Rasionalisasi : mencari alasan rasional atas kesalahan yang terjadi untuk mendapatkan rasa aman
  • Kompensasi : upaya untuk menutupi kekurangan yang ada
Pada orang yang dapat memanage stress akan terjadi mekanisme : Stressor -> stress -> MPJ berhasil -> sehat
Sedangkan pada individu yang tidak dapat memanage stress dengan baik akan terjadi mekanisme : Stressor -> MPJ gagal -> gangguan sistem limbik -> gangguan HPA aksis -> menyerang organ sensitif -> organ visera -> keluhan fisik (gula darah naik, tekanan darah naik, dll) atau Stressor -> stress -> MPJ gagal -> Gangguan jiwa

Sumber :
Aspek Psikiatri dari Stress, dr.Ismed Yusuf, Sp.KJ(K)
Pengelolaan Stress untuk Meningkatkan Kualitas Hidup, dr.Ahmadi NH, Sp.KJ