.: medicina-islamica-lg.blogspot.com :.

Assalamualaikum wr.wb. Welcome to my blog. In here there's some article about islam and about medicine. In my blog here, i use indonesian. May my articles can be usefull for a lot of people in the world. If you like my blog, please give follow and comment in my blog too. thanks. (^.^)

Jumat, 10 Februari 2012

Anatomi - Fisiologi Faring (Pharynx)

Anatomi pharynx
Pharynx atau Faring merupakan organ berbentuk corong sepanjang 15cm yg tersusun atas jaringan fibromuscular yg berfungsi sbg saluran pencernaan dan juga sbg saluran pernafasan. Pharynx terletak setinggi Bassis cranii (bassis occipital dan bassis sphenoid) sampai cartilage cricoid setinggi Vertebrae Cervical VI. Bagian terlebar dr pharynx terletak setinggi os. Hyoideum dan bagian tersempitnya terletak pd pharyngoesophageal junction. Pharynx sbg organ pencernaan menghubungkan antara cavum oris dan Oesophagus. Sedangkan sbg organ pernafasan berfungsi utk menghubungkan antara cavum nasi dan Larynx.

Pembentuk dinding Pharynx
- Membrane mucosa yg tersusun atas epitel squamos pseudokompleks bersilia pd bagian atas dan epitel squamos kompleks di bagian bawah.
- Submucosa
- Jaringan fibrosa, membentuk fascia pharyngobasillaris yg melekat pd bassis crania
- Jaringan muscular yg terdiri atas otot sirkular dan longitudinal
- Jaringan ikat longgar yg membentuk fascia buccopharyngeal



Otot2 Pharynx
Otot2 pd pharynx terdiri atas 3 otot konstriktor pharyngeus dan 3 otot yg berorigo pd proc. Styloideus. Otot2 ini berperan dalam proses deglutition atau menelan.

Hubungan Pharynx
Cavum pharyngeum berhubungan dg organ2 disekitarnya antara lain mll :
- Choanae (nares posterior) menghubungkan dg cavum nasi
- Ostium pharyngeum tuba auditiva eustachii dg cavum tympani
- Isthmus faucium dg cavum oris propia
- Additus laryngis dg larynx
- Portae oesophagus dg oesophagus

Vaskularisasi Pharynx
Perdarahan faring sebagian besar berasal dr cab a. carotis externa, a. faringeal ascendens, R.dorsal a. lingualis, R. tonsillaris a. fascialis, dan R. palatine a. maksillaris

Innervasi Pharynx
utk persarafan motorik berasal dr n. XI sedangkan utk persarafan sensorik berasal dr n. IX dan n. X



Pembagian Pharynx
Pharynx dibagi menjadi :

Nasopharynx (Epipharynx)
Nasopharynx merupakan bagian dr pharynx yg terletak di bagian atas, maka dr itu nasopharynx jg disebut dg epipharynx. Nasopharynx memiliki skeletopi setinggi Bassis cranii sampai Vertebrae cervical I.

Syntopi Nasopharynx(Nasofaring)/ Epifaring (Epipharynx)
Nasopharynx memiliki syntopi :
- ventral : choanae (nares posterior), menghubungkan pharynx dg cavum nasi
- superior : bassis crania
- belakang : vertebrae cervical yg dipisahkan oleh fascia prevertebrae dan m. capitis
- lateral : dinding medial leher
- inferior : palatum mole

Bangunan pd Nasopharynx (Nasofaring)/ Epipharynx (Epifaring)
terdapat beberapa bangunan yang terletak pd nasopharynx, antara lain :
- ostium pharyngeum tuba auditiva eustachii, menghubungakn pharynx dg caum tympani
- adenoid (tonsilla pharyngea/ tonsillo luscha), merupakan kelenjer limfe submucosa
- recessus pharynx (fossa rosenmulleri), di belakang torus tubarius
- isthmus nasopharynx, batas antara nasopharynx dan oropharynx yg akan tertutup oleh pallatum molle saat proses deglutition/ menelan

Oropharynx/ Orofaring
Merupakan bagian dr pharynx yg terletak di tengah. Memiliki skeletopi setinggi Vertebrae cervical II sampai Vertebrae Cervical III.

Syntopi Oropharynx
Oropharynx memiliki syntopi sbg berikut :
- superior : nasopharynx (isthmus nasopharynx, palatum mole)
- ventral : cavum oris propia dg arcus palatopharynx dan uvulae
- dorsal : Vertebrae Cervical II – III
- Lateral : dinding medial leher
- Inferior : tepi atas epiglottis, basis linguae



Bangunan pd Oropharynx/Orofaring
Ada beberapa bangunan yg terdapat pd oropharynx, antara lain :
- Tonsilla palatine (faucial tonsil/ amandel), di dinding lateral dextra et sinistra di recessus tonsillaris antara arcus palatoglossus dan arcus palatopharyngeus
- Fossa supratonsilaris, mucosa di atas tonsil berbentuk segitiga di antara arcus palatoglossus dan arcus palatopharyngeus
- Tonsila lingualis, pd basis linguae (1/3 posterior linguae)

Laringopharynx (Hipopharynx)
Merupakan bagian bawah dr pharynx. Maka dr itu, juga disebut dg hipopharynx. Laringopharynx terletak setinggi Vertebrae Cervical IV sampai Vertebrae Cervical VI.

Syntopi Laringofaring (Laringopharynx)/ Hipofaring (Hipopharynx)
Laringopharynx memiliki syntopi :
- Superior : oropharynx (setinggi tepi atas epiglottis)
- Ventral : tepi belakang epiglottis, additus laryngis
- Dorsal : vertebrae cervical III - VI
- Lateral : dinding lateral leher
- Inferior : portae esophagus

Sumber :
- Diktat Anatomi Situs Thoracis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi, FK UNISSULA.
- Diktat Anatomi Situs Abdominis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi, FK UNISSULA.

Anatomi - Fisiologi Oesophagus

Oesophagus (kerongkongan) merupakan salah satu organ pencernaan (Gastro Intestinal Tract) yg membentang dr pharyngoesophageal junction (batas pharynx dan oesophagus) sampai orificium cardiaca gaster. Oesophagus merupakan saluran yang menghubungkan antara pharynx (Laringopharynx/ Hipopharynx) dg gaster (stomaxh/ pylorus/ ventriculus). Makanan di oesophagus hanya lewat, bergerak nya makanan di dalam oesophagus menuju gaster ini dipengaruhi oleh adanya gerakan peristaltic dr oesophagus itu sendiri.



Pembagian Oesophagus
Oesophagus terletak setinggi Vertebrae Cervical VI sampai discus intervertebralis antara Vertebrae Thoracalis X dan Vertebrae Thoracalis XI.



Oesophagus terbagi atas 3 pars, yaitu oesophagus pars cervical, oesophagus pars thoracica dan oesophagus pars abdominalis.

- Oesophagus pars cervical membentang dr pharyngoesophageal junction hingga tepi bawah Vertebra Cervical VII.

- Sedangkan oesophagus pars thoracica membentang dr Vertebrae Thoracica I sampai pd hiatus oesophagus pd diaphragma yang terletak setinggi Vertebrae Thoracica X.
- Sedangkan oesophagus pars abdominalis membentang dr hiatus oesophagus sampai pd orificium cardiaca gaster. Dg kata lain, oesophagus pars abdominalis memiliki skeletopi setinggi Vertebrae Thoracica X hingga Discus Intervertebralis antara Vertebrae thoracica X dan Vertebrae thoracica XI.

Margo Oesophagus
Oesophagus memiliki 2 margo, yaitu margo dextra dan margo sinistra. Margo dextra oesophagus melanjut sbg curvature minor gaster. Sedangkan margo sinistra oesohagus dipisahkan dg fundus gaster oleh incisura cardiac gaster.



Syntopi Oesophagus
- Dextra : ekstremitas superior omentum minus
- Sinistra : lig. Gastrophrenica
- Ventral : truncus vagalis sinistra, lobus hepatis sinistra, arcus aorta, trachea,
- Dorsal : R.oesophageales vasa. Gastrica sinistra, truncus vagalis dextra, vasa phrenica inferior sinistra, crus diaphragm sinistra dan n. sphlancnici.



Penyempitan Oesophagus
Oesophagus memiliki 3 tempat penyempitan, antara lain pd Sphincter oesophageal (pharyngoesophageal junction), di belakang dr arcus aorta, dan pd hiatus oesophagus saat menembus diaphragm.

Vaskularisasi Oesophagus
- Oesophagus bagian 1/3 proximal (oral) divaskularisasi oleh a. thyroidea inferior
- Oesophagus bagian 1/3 medial divaskularisasi oleh cabang dr aorta descendens
- Oesophagus bagian 1/3 distal (anal) divaskularisasi oleh Rr. Oesophageales a. gastric sinistra

Innervasi Oesophagus
Oesophagus diinervasi persarafan simpatis oleh truncus sympaticus dan persarafan parasimpatis oleh n. Vagus (n. X)

Sumber : Diktat Anatomi, Situs Abdominis, ed.2011, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA

Oxyuris vermicularis / Enterobius vermicularis

Cacing Enterobius vermicularis ini memiliki nama lain cacing kremi, pin worm, seatworm atau Oxyuris vermicularis. Cacing ini dapat memiliki hospes/ tempat hidup pd manusia. Apabila ada seseorang yg terkena infeksi cacing ini didiagnosis sbg enterobiasis atau oksiuriasis. Keberadaan cacing ini di dunia menyebar secara kosmopolit, namun lebih banyak ditemukan pd daerah dingin. Hal ini disebabkan krn pd masyarakat yg tinggal di daerah dingin umumnya lbh jarang mandi dan mengganti baju dalam.

Morfologi
Cacing enterobius betina berukuran 8-13 mm x 0,4mm. Pd ujung anterior nya terdapat pelebaran spt sayap yg disebut alae. Bulbus esophagus Nampak jelas, ekor panjang dan runcing. Uterus cacing yg gravid melebar dan penuh telur. Seekor cacing enterobius dapat bertelur hingga 11.000-15.000 butir telur.

Sedangkan cacing enterobius jantan berukuran 2-5mm. cacing jantan memiliki ekor yg melengkung yg berbentuk spt tanda Tanya (?).



Kopulasi/ pembuahan cacing jantan dan betina terjadi di caecum. Cacing jantan akan mati setelah kopulasi dan cacing betina akan mati setelah bertelur.



Telur cacing oxyuris berbentuk lonjong dan lebih datar pd 1 sisi (asimetrik). Dinding telur bening dan agak lbh tebal. Telu cacing oxyuris mjd matang setelah 6 jam dikeluarkan dan bersifat resisten thd desinfektan dan udara dingin.



Siklus hidup
Setelah mengalami kopulasi di sekum -> cacing akan bergerak menuju anus -> bertelur di anus -> menyebabkan gatal pd anus (pruritus ani) -> di garuk -> tidak cuci tangan -> telur infektif tertelan -> menetas di duodenum -> dewasa di jejunum

Dapat juga telur infektif menempel pd pakaian -> pakaian dijemur -> telur terbawa angin -> tertelan

Daur hidup cacing ini berlangsung selama 2 minggu – 2 bulan.

Patologi dan Gejala Klinis
Beberapa tanda infeksi cacing enterobius antara lain nafsu makan turun, BB turun, anuresis, cepat marah, gigi menggertak, insomnia, gatal pada anus shg menyebabkan luka pd anus.

Diagnosis
Utk penegakan diagnosis dr enterobiasis ini dpt dilakukan dg ditemukannya telur atau larva cacing pd pemeriksaan mikroskopik scr 3 hari berturut2. Pengambilan sampel dapat dilakukan dg cara anal swab, yaitu menggunakan alat spt tongue spatel yg dilekati dg adhesive tape yg berguna agar telur/larva cacing disekitar anus dapat menempel pd adhesive tape dan dapat dilakukan pemeriksaan scr mikroskopis dg reagen tuluol. Pengambilan sampel ini dilakukan waktu pagi hari sebelum anak BAB maupun cebok.

Sumber : Buku Ajar Parasitologi Kedokteran, ed. 4, FK UI.

Kamis, 09 Februari 2012

Anatomi - Fisiologi Pancreas



Pancreas merupakan organ eksokrin dan endokrin yang terletak di cavum abdomen pd regio umbilikalis sampai pd hipokondrium sinistra. Pancreas juga merupakan organ intraperitoneal.

Morfologi Pancreas
Pancreas sendiri terdiri atas beberapa bagian, antara lain caput pancreas, collum pancreas, corpus pancreas dan cauda pancreas, dan ada bagian yg disebut dg processus uncinatus dan incisura pancreatic.

Caput pancreas berbatasan dg corpus pancreas membentuk processus uncinatus.
Diantara caput dan corpus pancreas tsb terdapat sebuah cekungan yaitu incisura pancreatis yg akan ditempati oleh vasa. Mesenterica superior.

Sedangkan bagian collum pancreas menghubungkan antara caput dan corpus pancreas. Collum pancreas terletak di depan pangkal dr v. portae hepatis dan pangkal dr a. mesenterica superior

Corpus pancreas berjalan menyilang linea transpilorica. Pd bagian superior nya ada tuber omentale pancreatic yg beraposisi dg tuber omentale hepatis

Sedangkan cauda pancreas terletak pd region hiokondrium sinistra, dimana cauda pancreas ini berjalan menuju hilus lienalis.



Vaskularisasi Pancreas
Pancreas divaskularisasi oleh a. pancreaticoduodenalis superior cabang dr a. gastroduodenalis cabang dr a. hepatica communis cab dr triple hallery yg dicabang kan dr aorta abdominalis setinggi Vertebrae thoracal XII – Vertebrae Lumbal I. Selain itu juga divaskularisasi oleh a. pancreaticoduodenalis inferior yg merupakan cabang dr a. mesenterica superior yg dicabangkan dr aorta abdominalis setinggi Vertebrae Lumbal I. Selain itu, jg divaskularisasi oleh R. Pancreatici a. lienalis cabang dr triple hallery yg dicabang kan dr aorta abdominalis setinggi Vertebrae thoracal XII – Vertebrae Lumbal I.

Sedangkan aliran vena nya mll v. pancreaticoduodenalis superior dan v. pancreatricoduodenalis inferior bermuara ke v. portae hepatis.

Innervasi Pancreas
Pancreas diinervasi oleh saraf simpatis dr truncus simpaticus segmen thoracal VI-X. dan saraf parasimpatis oleh n. Vagus (n. X)

Syntopi Pancreas
Anterior : colon transversum, perlekatan mesocolon transversum, bursa omentalis, gaster
Lateral caput : duodenum
Posterior : perlekatan ductus choledocus, v. portae hepatis, v. lienalis, VCI, aorta abdominalis, pangkal a. mesenterica superior, m. psoas sinistra, glandula suprarenalis sinistra, ren sinistra dan hilus lienalis.




Fisiologi Pancreas
Pancreas merupakan organ eksokrin dan endokrin. Disebut sbg organ endokrin krn pancreas berfungsi utk memproduksi hormon insulin dan glucagon yg berfungsi utk mengontrol kadar gula dalam darah. Sedangkan disebut sbg organ eksokrin krn menghasilkan enzim2 pencernaan spt amylase, lipase dan tripsin.

Saluran eksokrin pancreas
Enzym pencernaan dialirkan dr pancreas menuju duodenum pars descendens mll ductus pancreaticus major (ductus wirsungi) dan kadang jg mll ductus pancreaticus minor (ductus santorini).

Ductus wirsungi berjalan dr cauda pancreas sampai menembus dinding posteromedial dr duodenum pars descendens dan bermuara pd ampulla vater bersama dg ductus choledocus.
Sedangkan, ductus santorini bermuara ke dalam papilla duodeni minor yg ada di atas dr papilla duodeni major.

Sumber : Diktat Anatomi, Situs Abdominis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA.

Kamis, 02 Februari 2012

Anatomi - Fisiologi Apparatus Biliaris



Anatomi Apparatus Biliaris
Apparatus billiaris merupakan suatu system yg terdiri atas vesica fellea, ductus hepaticus, ductus cysticus, dan ductus choledocus.

Vesica fellea
Merupakan suatu kantung berbentuk spt pear yg terletak di fossa visceralis di facies visceralis hepatis. Vesica fellea memiliki ukuran panjang sekitar 8cm dan memiliki volum 40-50cm. Vesica fellea terletak di cavum abdomen pada regio hipokondrium/ hipokondriaka dextra. Vesica fellea memiliki syntopi pd impressio biliaris pd facies visceralis lobus hepatis dexter.

Morfologi Vesica Fellea




Vesica fellea memiliki bagian fundus, corpus, dan collum.
Fundus vesica fellea menonjol di margo inferior hepar. Proyeksi nya terletak pd perpotongan tepi lateral dr m. rectus abdominis (MRA) dan pertengahan dr arcus costa dextra.

Corpus dr vesica fellea bersentuhan dg facies visceralis hepar kearah superoposterior sinistra.

Sedangkan collum dr vesica fellea melanjut sbg ductus cysticus yg berjalan dalam omentum minus dan akan bersatu dg ductus hepaticus communis dan membentuk ductus choledocus/ ductis billiaris.

Vesica fellea berfungsi utk menyimpan cairan billiaris yg diproduksi oleh sel hepatosit, utk kemudian nantinya akan diregulasi ke dalam lumen duodenum utk mengemulsikan lemak.

Vaskularisasi Vesica Fellea




Vesica fellea divaskularisasi oleh a. cystica yg merupakan cabang dr R.dexter a. hepatica propria, yg merupakan cabang dr a. hepatica propria, yg merupakan cabang dr a. hepatica communis, yg merupakan cabang dr truncus coeliacus/ triple hallery yg dicabangkan mll aorta abdominalis setinggi Vertebrae Thoracal XII – Vertebrae Lumbal I.

Sedangkan utk aliran vena nya, mll v. cystic yg akan bermuara ke v. portae hepatis.

Innervasi Vesica Fellea
Vesica fellea diinnervasi secara parasimpatis oleh truncus vagalis anterior (cabang dr n. Vagus/ n. X), dan persarafan simpatis nya oleh n. spinalis segmen thoracal VI-X.

Ductus hepaticus
Ductus hepaticus dextra et sinistra keluar dr hepar mll porta hepatis, lalu akan bersatu membentuk ductus hepaticus communis. Ductus hepaticus communis berukuran sekitar 4 cm, dan berjalan di tepi bebas omentum minus. Ductus hepaticus communis akan bersatu dg ductus cysticus utk membentuk ductus choledocus(billiaris).


Ductus cysticus
Ductus cysticus berukuran sekitar 4cm, berbentuk spt huruf S dan berjalan pd tepi bebas di kanan dr omentum minus. Ductus cysticus ini menghubungkan antara collum vesica fellea dg ductus hepaticus communis utk nantinya bersatu membentuk ductus choledocus (biliaris). Mukosa dr ductus cysticus menonjol berbentuk lipatan spiral yg disebut dg plica spiralis/ valvulla heister/ valvulla spiralis. Fungsi dr valvulla ini yaitu utk memperkuat dinding dr ductus cysticus dan jg utk membantu agar lumen dr ductus cysticus ttp terbuka.

Ductus Choledocus (Billiaris)
Ductus choledocus berukuran sekitar 8cm dan merupakan penyatuan dr ductus cysticus dan ductus hepaticus communis.




Ductus choledocus pertama terletak pd tepi bebas kanan dr omentum minus di depan dr foramen epiploica winslow, di depan tepi kanan dr v. portae hepatis dan di sebelah kanan dr a. hepatica communis. Selanjutnya ductus choledocus terletak di belakang dr duodenum pars superior, di kanan dr a. gastro duodenalis. Lalu melanjut shg terletak pd permukaan posterior dr caput pancreas. Selanjutnya ductus choledocus akan bersatu dg ductus pancreaticus major (ductus wirsungi) dan akan bermuara pd dinding posteromedial dr pertengahan duodenum pars descendens, pd suatu lumen kecil mll papilla duodeni major. Bagian terminal dr ampulla vater dikelilingi oleh serabut sirkular yg dikenal sbg sphincter oddi.

Mekanisme pengaliran cairan empedu
Hepatosit -> canaliculi billiaris -> ductus hepaticus dextra et sinistra -> ductus hepaticus communis -> ductus cysticus -> vesica fellea (empedu dipekatkan dan disimpan) -> jika ada makanan (lemak) dlm duodenum -> hormon CCK (CholeCitoKinin) -> kontraksi vesica fellea dan relaksasi sphincter oddi -> ductus cysticus -> ductus choledocus -> ampulla vater -> papilla duodeni major -> duodenum pars descendens

Fungsi Garam Empedu
- Mengemulsikan lemak
- Membantu absorbs asam lemak, monogliserida dan kolesterol


Sumber :
Diktat Anatomi, Situs Abdominis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA Semarang

Anatomi - Fisiologi Lien/ Limpa/ Spleen





Anatomi lien
Lien/ spleen/ limpa merupakan organ RES (Reticuloendothelial system) yg terletak di cavum abdomen pd regio hipokondrium/ hipokondriaka sinistra. Lien terletak sepanjang costa IX, X, dan XI sinistra dan ekstremitas inferiornya berjalan ke depan sampai sejauh linea aksillaris media. Lien juga merupakan organ intra peritoneal.

Morfologi Lien
Lien memiliki 2 facies, facies diaphragmatica yg berbentuk konvex dan facies visceralis yg berbentuk lbh datar.

Facies diaphragmatica lien berhadapan dg diaphragm dan costa IX- XI sinistra. Sedangkan facies visceralis nya memiliki 3 facies, yaitu facies renalis yg berhadapan dg ren sinistra, facies gastric yg berhadapan dg gaster, dan facies colica yg berhadapan dg flexura coli sinistra. Ketiga facies tsb bertemu pd hilus lienalis. Dimana hilus lienalis merupakan tmp keluar dan masuknya dari vasa. N. lienalis. Pd hilus lienalis, juga merupakan tmp menggantung nya cauda pancreas.

Lien memiliki 2 margo, yaitu margo anterior dan margo posterior. Selain itu, lien jg memiliki 2 ekstremitas, yaitu ekstremitas superior, dan ekstremitas inferior.

Penggantung Lien
- Lig. Gastrolienalis yg membentang dr hilus lienalis smp pada curvature major gaster.
- Lig. Lienorenalis



Vaskularisasi Lien
Lien di vaskularisasi oleh a. lienalis yg merupakan cabang dr truncus coeliacus/ triple hallery bersama a. hepatica communis, dan a. gastric sinistra. Triple hallery sendiri merupakan cabang dr aorta abdominalis yg dicabangkan setinggi Vertebra Thoracal XII – Vertebrae Lumbal I

Sedangkan v. lienalis meninggalkan hilus lienalis berjalan ke posterior dr cauda dan corpus pancreas utk bermuara ke v. portae hepatis bersama dg v. mesenterica superior dan v. mesenterica inferior.

Innervasi Lien
Lien di innervasi oleh persarafan simpatis oleh n. sympaticus sengmen Thoracal VI – X dan persarafan parasimpatisnya oleh n. Vagus (n. X)

Fungsi Lien:
- Organ limfoid terbesar
- Tmp pembentukan sel darah saat foetus
- Tempat perombakan Hb

Pemeriksaan Fisik Lien
Pemeriksaan lien dilakukan utk mengetahui adanya splenomegali, spt pada kasus leukemia, limpoma, dll. Utk mengetahui ada tidaknya splenomegali, dapat dilakukan pemeriksaan palpasi da perkusi, caranya spt ini.

Palpasi lien
Lien apabila terjadi pembesaran, lien akan membesar kea rah caudomedioanterior. Oleh karena itu, palpasi lien dilakukan sepanjang garis schuffner, yaitu garis yg terbentang dr Spina Ischiadica Anterior Superior (SIAS) dextra melewati umbilicus smp ke arcus costae sinistra. Utk mengetahui ukuran pembesarannya yaitu dg membagi garis schuffner td mjd 8 bagian, yaitu SI berawal pd arcus costae sinistra, SIV pd umbilicus dan SVIII pd SIAS dextra.

Perkusi Lien
Sedangkan utk melakukan perkusi pd lien, kita dapat melakukan nya pd area traube, atau traube’s space. Yaitu merupakan sebuah tempat yg terletak di ICS (Inter Costae Space/Spatium Inter Costae) terbawah pd linea aksillaris media. Normalnya akan terdengar bunyi timpani, lalu kita menyuruh pasien utk menarik nafas dalam dan ditahan, lalu kita lakukan perkusi kembali. Apabila tdk didapatkan splenomegali, maka akan terdengar bunyi timpani. Sedangkan bila didapat kan splenomegali, maka akan didapatkan bunyi redup/pekak saat diperkusi.

Sumber :
Diktat anatomi, Situs Abdominis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi, FK UNISSULA
Atlas Anatomi Manusia Sobotta, ed. 22, jilid 2, P.Putz dan R. Pabst, EGC.

Rabu, 01 Februari 2012

Anatomi - Fisiologi hepar

Anatomi hepar
Hepar merupakan kelenjar terbesar pd tubuh manusia. Berwarna kemerahan, konsistensinya lunak dg berat sekitar 1,5 kg. Hepar terletak di cavum abdomen pada regio hipokondrium dextra, epigastrium dan dapat mencapai hipokondrium sinistra.

Morfologi Hepar
Hepar merupakan organ intraperitoneal yg hampir seluruh bagian nya ditutupi oleh peritoneum visceralis, kecuali pd bagian area nuda, porta hepatis, fossa vesica fellea dan sulcus vena cava.




Hepar memiliki 2 facies, yakni facies diaphragmatica dan facies visceralis yg dipisahkan oleh margo inferior pd bagian anteriornya.
Pd bagian facies diaphragmatica berbentuk konveks, menghadap diaphragm. Pd bagian ini memiliki :
-Pars superior : berupa area nuda hepatis dan impression cardiac
-Pars anterior : terdapat lig. Falciformis yang membagi hepar menjadi lobus dextra dan lobus sinistra tampak anterior

Pd bagian facies visceralis lebih berbentuk datar dan menghadap ke caudodextra agak ke ventral. Pd bagian ini, facies visceralis menghadap organ2 visceral lain sehingga menimbulkan jejak organ lain pd hepar. Jejak ini dibentuk antara lain oleh oesophagus pars abdominalis, gaster, duodenum, flexura coli dextra, rend extra, vesica fellea, dan glandula suprarenalis dextra

Lobus hepar
Hepar tampak anterior, terbagi atas 2 lobus yakni, lobus hepatis dextra yg lebih besar dan lobus hepatis sinistra yg lebih kecil. Keduanya dipisahkan oleh adanya lig. Falciformis.

Hepar tampak posterior, akan nampak adanya 4 lobus pada hepar, yakni lobus hepatis dextra, lobus hepatis sinistra, serta lobus caudatus dan lobus quadratus yg berada diantara lobus hepatis dextra dan lobus hepatis sinistra.

Impressio dan penonjolan pd facies visceralis hepar
Pd lobus hepatis dextra dr anterior ke posterior :
- Impressio colica
- Impressio biliaris
- Impressio duodenalis
- Impressio renalis
- Sulcus vena cava
Pd lobus hepatis sinistra :
- Impressio gastrica
- Sulcus oesophageatuber omentale (peninggian di sinistra dr lig. Venosum arantii beraposisi dg tuber omentale hepatis. )
Pd lobus quadratus :
- Impressio duodenalis

Pembagian lobus hepar secara anatomi - fisiologis :
Pd bagian posterior hepar, terdapat 2 celah sagital yaitu fissure sagitalis sinistra yg ditempati oleh lig. Teres hepatis dan lig. Venosum arantii, dan fossa sagitalis dextra yg terbentuk dr fossa vesica fellea dan sulcus vena cava.

Pembagian lobus hepar secara anatomis, hepar dibagi menjadi lobus hepatis dextra dan lobus hepatis sinistra yg dibatasi oleh fissure sagitalis sinistra. Shg lobus caudatus dan lobus quadratus menjadi milik bagian lobus hepatis dextra.

Sedangkan pembagian hepar secara fisiologis, hepar dibagi menjadi lobus hepatis dextra dan lobus hepatis sinistra yg dibatasi oleh fossa sagitalis dextra. Pembagian ini didasarkan pd pembagian vaskularisasi, innervasi, aliran limfe dan distribusi ductus hepatis nya. Shg scr fisiologis, lobus quadratus dan lobus caudatus mjd bagian lobus hepatis sinistra.

Penggantung hepar
- Lig. Falciformis
berjalan dr umbilicus ke cranial menuju ke hepar. Berjalan di anterior hepar lalu ke cranial, di superior hepar membelah dan membentuk lapisan atas lig. Coronaria di bagian kanan dan lapisan atas lig. Triangulare sinistra. Bagian kanan dr lig. Coronaria dikenal sbg lig. Triangulare dextra
- Lig. Coronaria
- Lig. Triangulare dextra et sinistra
- Lig. Teres hepatis
Merupakan obliterasi dr v. umbilicalis. Berjalan masuk ke fissure sagitalis sinistra dan bersatu dg R. sinistra v. portae hepatis
- Lig. Venosum arantii
Merupakan obliterasi dr ductus venosus arantii. Melekat pd R. sinistra v. portae hepatis lalu berjalan ke cranial dalam fissure sagitalis sinistra dan melekat di bagian superior pd Vena Cava inferior
- Omentum minus
Berjalan dr tepi portae hepatis dan fissure sagitalis sinistra lalu berjalan ke caudal menuju ke curvature minor gaster.

Segmentasi hepar


Segmentasi hepar berfungsi pada saat kita akan melakukan pembedahan dan pemotongan pd hepar oleh karena ruptur, donor maupun Cancer. pd tiap masing2 segmentasi hepar memiliki vaskularisasi, aliran limfe yg khas.

Porta hepatis

Pd pertengahan antara fossa sagitalis dextra dan fissure sagitalis sinistra terdapat celah berbentuk “huruf H” berukuran ±5cm yg memisahkan lobus caudatus hepar dan lobus quadratus hepar. Celah ini disebut dg porta hepatis/ hillus hepatis yg merupakan pintu masuk dan keluar dr a. hepatica propria, v. portae hepatis, nervus, ductus limfaticus dan ductus hepaticus. Sdgkn trias porta dibentuk oleh a. hepatica propria, v. portae hepatis dan ductus choledochus.

Vaskularisasi Hepar



Memasuki portae hepatis, a. hepatica propia bercabang mjd R. dextra et sinistra. a. hepatica propia sendiri merupakan cabang dr a. hepatica communis, cabang dr triple hallery, cabang dr aorta abdominalis yg dicabangkan setinggi Vertebrae Thoracal XII atau Vertebrae Lumbal I.

Innervasi hepar
Hepar diinervasi oleh saraf simpatis oleh truncus coeliacus dan saraf parasimpatis oleh N. vagus (n. X)

Fungsi hepar
- Pembentukan dan ekskresi empedu : utk absorbs lemak dan vitamin larut lemak , metabolisme bilirubin (pigmen empedu)
- Metabolisme karbohidrat : glikogenesis, glikogenolisis, glukoneogenesis -> mempertahankan kadar glukosa darah normal, menyediakan energy utk tubuh shg glikosa berlebih dpt disimpan di hepar
- Metabolisme protein : sintesis albumin dan globulin, deaminasi as. Amino, pembentukan urea dr amonia
- Metabolisme lemak : ketognesis, sintesis kolesterol, penimbunan lemak
- Penimbunan vitamin dan mineral : vit. Larut lemak (A, D, E, K) dan vit B12, Cu, Fe
- Pembentukan factor koagulasi darah : I, II, V, VII, IX, X, dependent vit K
- Metabolisme steroid : inaktif dan sekresi hormon aldosteron, glukokortikoid, esterogen, testosterone, progesteron
- Detoksifikasi
- Gudang darah dan filtrasi : sinusoid merupakan depot darah, sel kuppfer berfungsi membuang bakteri dan debris pd darah

Pemeriksaan fisik hepar
Hepar apabila dilakukan perkusi akan menimbulkan suara yang pekak. Hal ini dikarenakan karena konsitensi hepar yg keras.
Untuk batas kanan hepar, Perkusi dilakukan pd linea midclavicula dextra. Utk batas atas kanan atas hepar dilakukan perkusi dr ½ os. Clavicula ke caudal shg akan memunculkan suara sonor (pd paru) hingga didapatkan suara pekak (oleh hepar).

Sedangkan batas bawah hepar, perkusi dilakukan pd SIAS ke cranial shg akan didapatkan suara timpani (pd abdomen) hingga di dapatkan suara pekak (oleh hepar). Lalu kita ukur, ukuran dr hepar pasien dr batas kanan atas hepar smp batas kanan bawah hepar td. Normalnya liver span (jarak redup oleh krn adanya hepar) berkisar 6-12 cm. Dapat dikatakan terjadi hepatomegali (perbesaran hepar) bila batas atas didapatkan naik 1 ICS (pd ICS V) dan batas bawah turun >2cm di bawah arcus costae atau jarak redup >12cm .

Sedangkan utk batas kiri hepar dilakukan pd linea midsternalis. Utk batas kiri atas hepar bisa ditarik garis lgsg dr batas kanan atas hepar td ke medial. Utk batas kiri bawah hepar, dapat dilakukan perkusi dr umbilicus ke cranial, akan didapatkan suara timpani pd abdomen dan pekak oleh krn adanya hepar. Batas normal liver span pd lobus kiri hepar yaitu sekitar 4-8cm. Dapat dikatakan terjadi hepatomegali bila didapatkan batas kiri bawah hepar >2cm dibawah processus xiphoideus atau liver span >8cm.

Sumber :
Diktat Anatomi, Situs Abdominis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA
Atlas Anatomi Manusia Sobotta, edisi 22, jilid 2,R. Putz, dan R. Pabst, EGC.