Minggu, 26 Februari 2012

Anatomi Larynx (Laring)



Anatomi Larynx
Larynx (laring) atau tenggorokan merupakan salah satu saluran pernafasan (tractus respiratorius). Laring membentang dr laryngoesophageal junction dan menghubungkan faring (pharynx) dg trachea. Laring terletak setinggi Vertebrae Cervical IV – VI.

Cartilago Larynx
Laring dibentuk oleh beberapa cartilage, antara lain :



+ Cartilago yg berjumlah tunggal



- Cartilago epiglottica
Cartilago elastic berbentuk daun terletak di posterior dr radix linguae. Berhubungan dg corpus ossis hyoidea di anterior nya dan cartilage thyroidea di posterior nya. Sisi epiglottis berhubungan dg cartilage arytenoidea mll plica aryepiglottica. Sdgkn di superiornya bebas dan membrane mucosa nya melipat ke depan dan berlanjut meliputi permukaan posterior lidah sbg plica glossoepiglottica mediana et lateralis. Dimana diantaranya terdapat cekungan yg disebut dg valecullae



- Cartilago thyroidea
Terdiri atas 2 lamina cartylago hyaline yg bertemu di linea mediana anterior mjd sebuah tonjolan sudut V yg disebut dg Adam’s apple/ commum adamum/ prominentia piriformis (jakun). Pinggir posterior tiap lamina menjorok ke atas membentuk cornu superior dan ke bawah membentuk cornu inferior. Pd permukaan luar lamina terdapat line oblique sbg tempat melekatnya m. sternothyroideus, m. thyrohyoideeus, dan m. constrictor pharyngis inferior.



- Cartilago cricoidea
Merupakan cartilage yg berbentuk cincin utuh dan terletak di bawah dr cartilago thyroidea. Cartilage ini mempunyai arcus anterior yg sempit dan lamina posterior yg lebar. Pd bagian lateral nya ada facies articularis sirkular yg akan bersendi dg cornu inferior cartilage thyroidea. Sdgkn di bagian atasnya terdapat facies articularis yg akan bersendi dg basis cartilage arytenoidea.



+ Cartilago yg berjumlah sepasang
- Cartilago arytenoidea
Merupakan cartilage kecil berbentuk pyramid yg terletak di belakang dr larynx pd pinggir atas lamina cartilage cricoidea. Masing2 cartilago memiliki apex di bagian atas dan basis di bagian bawahnya. Dimana bagian apex nya ini akna menyangga dr cartilage corniculata, sdgkn pd bagian basis nya bersendi dg cartilage cricoidea. Pd basis nya terdapat 2 tonjolan yaitu proc. Vocalis yg menonjol horizontal ke depan merupakn perlekatan dr lig. Vocale, dan proc. Muscularis yg menonjol ke lateral dan merupakan perlekatan dr m. crycoarytenoideus lateralis et posterior.



- Cartilago cuneiformis (Wrisbergi)
Merupakan cartilage kecil berbentuk batang yg terdapat di dalam 1 plica aryepiglottica yg berfungsi utk menyokong plica tsb.

- Cartilago corniculata (Santorini)
2 buah nodulus kecil yg bersendi dg apex cartilaginis arytenoidea dan merupakan tmp lekat plica aryepiglottica shg menyebabkan pinggir atas plica aryepiglottica dextra et sinistra agak meninggi.

Aditus Laryngis
Merupakan pntu masuk larynx yg menghadap ke dorsocranial dan menghadap ke laryngopharynx. Aditus laryngis memiliki syntopi :
- Ventral : pinggir atas epiglottis
- Lateral : plica aryepiglottica.
- Dorsocaudal : membrane mucosa antar cartilage arytenoidea.



Cavitas Laryngis
Cavitas laryngis terbentang dr aditus laryngis hingga ke pinggir bawah cartilage cricoidea dan di bagi mjd 3 bagian :

- Bagian atas (vestibulum laryngis)
Terbentang dr aditus laryngis hingga ke plica vestibularis. Rima vstibularis adl celah di antara plica vestibularis. Sedangkan, lig. Vestibulare terletak dlm plica vestibularis



- Bagian tengah (Recessus laryngeus)
Terbentang dr plica vestibularis hingga setinggi plica vocalis yg berisi lig. Vocalis. Rima glottidis adl celah di antara plico vocalis. Diantara plica vestibularis dan plica vocalis ini terdapat recessus kecil yaitu sinus laryngis dan ventriculus laryngis.

- Bagian bawah. (Fossa infraglottidis)

Innervasi Larynx
Di atas dr plica vocalis dinnervasi oleh n. laryngis internus cab dr n. laryngis superior cab dr n. vagus (X). Sedangkan di bawahnya diinnervasi oleh n. leryngis recurrens, kec. M. crycothyroideus yg diinnervasi oleh R. laryngeus externus n. laryngeus superior.


Syndesmosis Laryngeus
Adalah jaringan ikat yang menghubungkan antara skelet laryng yang berupa ligament ataupun membrane. Syndesmosis laryngeus terbagi menjadi :

- Membrana atau ligament extrinsik : menghubungkan skeleton larynx dengan bangunan sekitar
    1. Membrana Thyrohyoidea
    Membran fibroelastis yang menghubungkan pinggir atas cartylago thyroidea dan pinggir depan cornu superiornya dengan tepi atas facies posterior corpus hyoidei dan cornu majus nya melewati belakang facies posterior corpus hyoidei dipisahkan oleh bursa mucosa. Bagian ventromedialnya menebal membentuk lig. thyrohyoideum medianum. Pinggir dorsalnya juga menebal membentuk lig. thyrohyoideum laterale yang membentang dr cornu superior cartilago thyroidea ke cornu majus. Di dalam nya sering terdapat cartylago triticea.
    2. Lig. Hyoepiglotticum
    Menghubungkan facies anterior epiglottis dengan pinggir atas corpus os. hyoideus dan cornu majusnya
    3. Lig. cricotracheal
    menghubungkan cartilago cricoidea dengan anulus trachealis I
- Membrana atau ligamenta intrinsik : menghubungkan antar cartilago laryng
   1. Membrana Quadrangularis
   menghubungakn sisi epiglottis dengan cartilago arytenoidea dan corniculata. Tepi atasnya bebas dan menebal disebut lig.Aryepiglotticum, mucosa yang menutupinya membentuk plica aryepiglottica. Ke arah caudal membran ini mendekati linea mediana dan berakhir bebas setinggi fovea triangularis dan menebal disebut lig. vestibulare (lig.ventriculare).
   2. Conus elasticus (Membrana cricothyroidea)
   Terletak di bagian caudal membrane quadrangularis. Menghubungkan cartilago cricoidea dan thyroidea. di sebelah caudal melekat pada pinggir atas cartilago cricoidea, ke arah craniomedial berakhir bebas sebagai lig.vocale yang membentang antara proc. vocalis dan sudut cartylago thyroidea. Bagian depan conus elasticus menebal membentuk lig.cricothyroidea medianus. Conus elasticus beserta membrane quadrangulare disebut sebagai membrane fibroelastica laryngeus.
   3. Lig. thyroepiglotticum
   menghubungkan petioles epiglottidis dengan cartylago thyroidea
   4. Capsula articularis cricothyroidea
   membungkus sendi cricothyroidea dan diperkuat oleh lig. ceratocricoideum (lig.cricothyroideum lateral) pars anterior, lateral dan posterior.
   5. Capsula articularis cricoarytenoidea

   Membungkus sendi cricoarytenoideus dan diperkuat oleh lig.cricoarytenoideum posterius.

Musculi Laryngei
- Otot-Otot Intrinsik Laryng

Otot yang perlekatan di bagian laryng. Otot ini memiliki peranan untuk mengubah panjang dan ketegangan plica vocalis dalam produksi suara dan mengubah ukuran rima glottidis untuk masuknya udara ke paru. Otot-otot yang termasuk dan innervasinya yakni adalah :
1. M. Cricothyroideus (R.externus n. laryngeus superior)
2. M. Cricoarytenoidea posterior (Safety Muscle) (R.Posterior n. laryngeus inferior)
3. M. Cricoarytenoidea lateral (R. anterior n. laryngeus inferior)
4. M. Arytenoidea transversus (R. Posterior n. Laryngeus inferior)
5. M. M. arytenoidea obliquus (R. anterior n. laryngeus inferior)
6. M. Thyroarytenoidea (R. anterior n. laryngeus inferior)

Adapun fungsinya :
1. Mengatur Rima Glottidis
   a. Membuka : m.cricoarytenoidea posterior
   b. Menutup : m. cricoarytenoidea lateral, m. arytenoidea transversa, m. cricothyroidea, dan m. thyroarytenoidea
2. Mengatur ketegangan lig.vocale
   a. Menegangkan : m.cricothyroidea
   b. Mengendorkan : m. thyroarytenoidea
3. Mengatur aditus laryngeus
   a. Membuka : m. thyroepiglotticus
   b. Menutup : m. aryepiglotticus dan m. arytenoideus obliquus

- Otot-Otot Ekstrinsik Laryng
Merupakan otot-otot di sekitar laryng yang mempunyai salah satu perlekatan pada laryng atau os.hyoideus. Berfungsi untuk menggerakkan laryng secara keseluruhan. Otot ekstrinsik laryng terbagi atas :
a. Otot-otot Depressor :
   + m. omohyoideus
   + m. sternohyoideus
   + m. sternothyroideus
b. Otot-otot Elevator :
   + m. mylohyoideus
   + m. stylohyoideus
   + m. thyrohyoideus
   + m. stylopharyngeus
   + m. palatopharyngeus
   + m. constrictor pharyngeus medius
   + m. constrictor pharyngeus inferior

Vaskularisasi Larynx
Suplai arteri berasal dr R. laryngeus superior a. thyroidea superior. Dan bagian bawah divaskularisasi oleh R. laryngeys inferior a. thyroidea inferior. Sdgkn aliran limfe nya bermuara ke nodi lymphoidei cervicales profundi.




Sumber : diktat anatomi situs thoracis, ed. 2011, Laboratorium Anatomi FK UNISSULA.
diktat anatomi Ophtalmology dan Otorhinolarungology, ed. 2013. Laboratorium Anatomi FK UNISSULA.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar