.: medicina-islamica-lg.blogspot.com :.

Assalamualaikum wr.wb. Welcome to my blog. In here there's some article about islam and about medicine. In my blog here, i use indonesian. May my articles can be usefull for a lot of people in the world. If you like my blog, please give follow and comment in my blog too. thanks. (^.^)

Kamis, 06 September 2012

Anatomi Ren / Ginjal





Ren atau ginjal merupakan salah satu organa uropoetica, dimana ren sendiri berfungsi untuk menghasilkan urin. Tiap2 individu manusia, memiliki sepasang ren. Masing2 ren terletak di cavum abdomen, tepatnya di region lumbal/ flank region.
Ren merupakan organ ekstraperitoneal/ retroperitoneal primer, yakni sejak embrio terletak pd retroperitoneal. Organ lain yang merupakan organ ekstraperitoneal yakni ureter, Vesica urinaris, VCI, Aorta abdominalis, dan ductus thoracicus.
Ren memiliki holotopi di dinding posterior cavum abdomen, tepatnya diantara peritoneum parietal dan fascia transversa abdominis/ fascia profunda. Seperti yang telah kita pelajari pada anatomi cavum abdomen, lapisan dinding abdomen dari luar ke dalam tersusun atas kutis -  subkutis - fascia camper - fascia scarpa - fascia superficialis abdominis - Musculi abdominis - fascia profunda/ fascia transversalis abdominis - jaringan lemak ekstraperitoneal. 
Skeletopi antara ren dextra dan ren sinistra berbeda. Ren dextra terletak lebih rendah, karena tertekan oleh adanya hepar. Ren terletak di sebelah lateral dari columna vertebralis. Pada saat berdiri, ren sinistra terletak seinggi tepi cranial VL I dan tepi caudal VL IV. Sedangkan ketika berbaring, kedua ren terletak lebih tinggi ½ vertebrae.

Morfologi Ren
Bentuk seperti kacang berwarna merah tua, panjangnya sekitar 12,5 cm dan tebalnya 2,5 cm. Setiap ginjal memiliki berat antara 124 - 175 gr pada laki-laki dan 115 - 155 gr pada perempuan

2 polus / ekstremitas
·         Ekstremitas superior
·         Ekstremitas inferior

2 margo
·         Margo medial (konkaf/cekung)
Terdapat hilus renalis yaitu pintu vertikal dan membuka dalam suatu ruangan yang disebut sinus renalis. Hilus renalis merupakan tempat masuknya pembuluh darah, limfe, saraf, dan ureter. Susunan pembuluh darah pada hilus renalis berturut – turut dari ventral ke dorsal :v. renalis – a. renalis – ureter
            sinus renalis : ruangan yang di dalamnya terdapat pembuluh darah, saraf, limfe dan pelvis renalis
·         Margo lateral (konveks/cembung)

2 facies
·         Facies anterior (konveks)
·         Facies posterior (agak datar)

Jaringan Ikat Pembungkus Ren
Susunan pembungkus ren dari dalam ke luar adalah :
  1. Capsula renalis : jaringan ikat fibrous langsung berhadapan dengan parenkim ren
Capsula adiposa renalis : jaringan lemak pada ren. Capsula adiposa ini terbagi menjadi dua oleh fascia renalis menjadi lemak pararenalis dan lemak perirenalis.
  1. Lemak periren (sebelah dalam fascia renalis) -> terletak di dalam spatium perirenalis
  2. Fascia renalis / fascia gerota / perirenalis sive capsula gerota ren:
         lamina anterior/ventral (Fascia Toldt),
         lamina posterior/dorsal (Fascia Zuckerkandl) lebih tebal
         Ke arah cranial kedua lembar fascia renalis setelah membungkus glandula suprarenalis lalu menjadi jaringan ikat ekstraperitoneal di bawah diaphragma
         Ke arah caudal menerus pada jaringan ikat ekstraperitoneal yang mengelilingi ureter
  1. Lemak pararen (sebelah luar fascia renalis)

Fiksasi Ren
Ren terutama difiksasi oleh :
·        -  Capsula adiposa renalis
·         - Fascia renalis
·         - a/v. renalis
pengurangan lemak periren maka ren dapat bergerak dalam spatium periren -> Ren mobilis

Struktur Ren
  1. Cortex Renalis
         Agak pucat dan lunak
         Konsistensi granulair
         Terletak di bawah capsula renalis dan melingkungi basis pyramis renalis
         Columna renalis -> lanjutan dari cortex renalis yang terletak diantara pyramis renalis sampai sinus renalis
         Cortex renis ditempati oleh bagian nephron yaitu: corpusculi renalis, tubuli contorti, permulaan tubuli colectivi

  1. Medulla Renalis
         Lebih gelap

         Tersusun atas beberapa bangunan berbentuk pyramid yang disebut pyramides Renalis (basis renalis & apex renalis)

         Apex renalis menghadap sinus renalis : papillae renalis
         Ditempati oleh : Ansa henle (pars ascendens & descendens tubuli henle) serta tubuli colectivi
Pelvis Renalis
         Papillae renalis diterima satu calyx minor
         Beberapa calices minores bersatu menjadi satu calyx major
         Beberapa calices majores bersatu menjadi pelvis renalis
         Pelvis renalis melanjut sebagai ureter

Nephron
Merupakan unit fungsional terkecil dari ginjal
Terdiri dari :
  1. Capsula Bowman
  2. Collum
  3. Tubulus contortus proximal
  4. Tubulus henle
  5. Tubulus contortus distal
         Berakhir sebagai tubulus contortus arcuatus bersatu dengan tubulus collectivus rectus merupakan bagian terakhir dari diverticulum uretericum
         Beberapa tubuli collective recti bersatu dalam satu saluran besar disebut tubulus centralis sive ductus bellini
         Beberapa ductus bellini membentuk papilla renalis

Vaskularisasi Ren
Oleh : A. renalis dicabangkan dari aorta abdominalis setinggi discus intervertebralis VL I – VL II). Sistem arteri ginjal adalah end arteries yaitu arteri yang tidak mempunyai anastomosis dengan cabang arteri lain, sehingga jika terdapat kerusakan pada salah satu cabang arteri berakibat timbulnya iskemia/nekrosis pada daerah yang divaskularisasi
Cabang A. renalis :
·         - R. anterior
·         - R. posterior
·         - A. suprarenalis inferior/ a. adrenalis inferior
·         - Arteri mendarahi jaringan lemak pararenalis
·         - Arteri yang mendarahi ureter
R. anterior dan R. posterior bercabang menjadi lima aa. Segmentales sesuai segmen di ren yaitu :
apical, superior, media, inferior, posterior

Linea Broedel
Satu garis yang mengikuti margo lateralis renalis dimana A. segmentalis posterior dan keempat a. segmentalis yang lain pada margo lateralis hampir tidak beranastomose
Fungsi : untuk mengurangi perdarahan pada saat melakukan nephrotomi (membuka ginjal)
Irisan dimulai dari linea broedel

Aliran darah pada Ren
Aorta abdominalis -> a. Renalis (R. anterior dan R. posterior) -> membentuk 5 cabang a. segmentalis -> a. interlobaris (teletak di columna renalis) -> a. arcuata (terletak di antara basis piramis renalis dan cortex renalis) -> a. interlobularis -> arteriole afferent -> glomerulus (arteri pada capsula bowmann) -> arteriole efferent -> a. recta -> v. recta -> v. interlobularis -> v. arcuata -> v. interlobaris -> v. renalis -> VCI

Innervasi Ren
dari plexus aorticorenalis yang mengikuti a. renalis. Sifat innervasi adalah vasomotor untuk pembuluh darah.Rasa sakit hanya dirasa bila datangnya dari pelvis renalis dan bagian permulaan ureter dan dibawa oleh n. splanchnicus pelvicus ke medulla spinalis.

Pemeriksaan Ginjal
(Palpasi Ginjal)
Ginjal kanan
     Tangan kiri diletakkan di belakang penderita, paralel pada costa XII, dengan ujung jari menyentuh sudut kostovertebralis. Ginjal kanan diangkat dan didorong ke depan. Tangan kanan diletakkan dengan lembut pada kuadran kanan atas, disebelah lateral sejajar terhadap muskulus rektus abdominis. Penderita diminta bernafas dalam, pada waktu puncak inspirasi, tangan kanan ditekan sedalam-dalamnya ke kuadran kanan atas, di bawah arkus kostarum dan dicoba untuk menangkap ginjal diantara kedua tangan. Mintalah penderita untuk membuang nafas dan berhenti bernafas. Pelan-pelan lepaskan tangan kanan, dan rasakan ginjal akan kembali ke posisi pada waktu ekspirasi. Apabila ginjal teraba tentukan ukuran serta ada tidaknya nyeri tekan. 

Ginjal kiri
     Untuk meraba ginjal kiri, posisi pemeriksa berpindah kearah sebelah kiri. Tangan kanan untuk menyangga dan mengangkat dari belakang, tangan kiri untuk meraba pada kuadran kiri atas. Pemeriksaan dilakukan seperti ginjal kanan. Ginjal kiri yang normal jarang dapat teraba.
Penilaian ginjal: jika teraba perkirakan ukuran, kontur & nyeri tekan.

Nyeri Ketok Ginjal
Nyeri tekan ginjal bisa ditemukan pada saat palpasi, tetapi pemeriksaan juga dapat dilakukan pada sudut kostovertebra. Pemeriksaan dengan palpasi terkadang sudah dirasakan nyeri, tetapi pemeriksaan dengan kepalan tangan untuk menimbulkan nyeri ketok ginjal harus dilakukan. Satu tangan diletakkan pada sudut kostovertebralis dan dengan kepalan tangan sisi ulcer tangan lainnya dipukulkan.
Nb : Pembesaran ginjal oleh karena hidronefrosis atau tumor ginjal, akan teraba pada palpasi dan terasa nyeri pada perkusi


Sumber : Diktat Anatomi, Sistem Urogenitalia dan Repoduksi, edisi 2011. Laboratorium Anatomi, Fakultas Kedokteran UNISSULA Semarang 

Museum Kesehatan dr. Adhyatma MPH - Depkes RI






Berlibur ke kota pahlawan Surabaya pasti lah menjadi bingung ingin jalan2 kemana. Tempat wisata hanya sedikit dan kebanyakan hanya berupa monumen/tugu saja. Kota ini malah memiliki lebih banyak mall dan tempat belanja daripada tempat wisata. Tapi tahukah kalian, kalau di kota Surabaya terdapat "Museum Kesehatan dr.Adhyatma, MPH" ???

Museum Kesehatan dr.Adhyatma MPH ini terletak di Jalan Indrapura no.17 Surabaya Utara, Surabaya. Penampilan nya dari luar tak semegah gedung2 disekitarnya, seperti gedung Kementrian Keuangan maupun Bank Indonesia. Museum ini awalnya merupakan Rumah Sakit Kulit Kelamin, jadi janganlah heran apabila suasana dan bentuk gedung nya menyerupai selasar maupun bangunan2 Rumah Sakit.

Setelah digunakan sebagai Rumah Sakit Kulit Kelamin pada tahun 1950an, bangunan inipun dialihgunakan menjadi Puslitbang Yantekkes (Pusat Penelitian dan Pengembangan Pelayanan dan Teknologi Kesehatan). Setelah berbagai penelitian dilakukan, alat2 bekas penelitian, pastilah tidak lagi berguna. Dijual pun juga tidak menghasilkan uang seberapa. Lalu sekitar tahun 1990an dirintislah pendirian sebuah museum kesehatan guna untuk menyelamatkan dan memelihara warisan sejarah budaya bangsa oleh DR.dr.Haryadi Suparto,DOR,M.Sc.APU.Sebenarnya, museum ini diresmikan pertama kali pada 16 Desember 2003 oleh Kepala Puslitbang Yantekkes, dr.Soemartono, DHSA. Lalu, pada 14 September 2004 barulah dr. Ahmad Sujudi MPH selaku Menteri Kesehatan kala itu meresmikan museum ini dengan nama “Museum Kesehatan, dr.Adhyatma MPH – Depkes RI”

Mengapa diberi nama Museum Kesehatan “dr.Adhyatma MPH” ? dr.Adhyatma MPH merupakan salah seorang dokter yang pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan pada periode 21/03/1988 – 17/03/1993. Menurut sang penjaga museum, kala dr. Adhyatma MPH ini menjabat sebagai Menteri Kesehatan, Beliau sangat menekankan tentang kemajuan dan perkembangan IPTEK dan keilmuan ttg kesehatan kala itu. Sehingga diangkatlah nama dr. Adhyatma MPH sebagai nama museum kesehatan di kota Pahlawan ini.

Mengapa didirikan Museum Kesehatan ? Didirikannya Museum Kesehatan ini tak lain untuk Menyelamatkan dan melestarikan benda-benda bernilai sejarah dalam bidang kesehatan dari jaman dulu sampai kini. Selain itu juga untuk Memberikan informasi kepada masyarakat generasi masa kini maupun generasi mendatang tentang seluk beluk kesehatan dari sisi sejarah, budaya, ilmiah dan sebagainya.

Tak perlu merogoh kocek dalam2 utk berwisata ke Museum ini. Hanya dengan membayar tiket masuk seharga Rp 1.500,00 (Seribu Lima Ratus Rupiah) saja kita bisa menyaksikan dan menambah ilmu dari koleksi yang ada di museum ini. Tak perlu khawatir tentang kebersihan, saat saya (penulis) berkunjung ke museum ini, museum ini pun tampak bersih dengan barang2 koleksi yang tertata rapi. Masalah parkir? Jangan kuatir, museum ini pun juga memiliki halaman parker yang sangat luas dengan pohon2 yg rindang menghiasi halaman parker museum ini. Sang penjaga museum, seorang diri bertugas sebagai petugas loket, sekaligus jadi petugas penyobek tiket, tour guide bahkan pemegang kunci ruangan museum dengan ramah dan senyum senantiasa memberikan penjelasan kepada kami tentang koleksi apa2 yang ada di museum ini. Namun sayang, meski  fasilitias yang diberikan hampir sempurna dengan biaya yang murah, pengunjung museum ini tak juga ramai. Setiap hari nya, hanya ada sekitar 5-10 orang pengunjung yang mengunjungi museum ini.Selain itu juga tidak ada oleh2 atau suvenir khas yang bisa dibeli dan dibawa pulang dari museum ini.

Adapaun koleksi benda-benda bersejarah dalam bidang upaya kesehatan dari berbagai daerah, ras/suku bangsa, agama/kepercayaan dan sebagainya dipaprkan dalam bentuk : benda asli, benda tiruan, replika, foto atau gambar. Sedangkan cara pemaparan atau teknik pamer dalam dalam museum ini disajikan dalam berbagai ruang kelompok pamer atau disebut sasana. Adapun sasana tsb antara lain :

1.      1. Sasana Adhyatma
Sasana ini memaparkan berbagai koleksi almarhum dr.Adhyatma MPH sewaktu beliau menjabat Menteri Kesehatan RI pada tahun 1988 s/d 1993, disini juga terpampang deretan foto Beliau2 yg pernah menjabat sebagai Menteri Kesehatan semenjak Indonesia merdeka hingga sekarang ini.

2.      2. Sasana Kencana
Dalam ruang ini dipamerkan berbagai benda bersejarah berupa tanda jasa, lencana dari logam mulia, surat tanda penghargaan dan sebagainya yang terkait perjuangan upaya kesehatan. Diruang ini pula dipaparkan sejarah dan profil perintis museum kesehatan.

3.      3. Sasana Kespro
Menyimpan serta memamerkan berbagai benda/ peralatan upaya kesahatan reproduksi. Antara lain ttg Upaya kesehatan ibu dan anak dari berbagai kultur atau budaya, kesehatan kehamilan, persalinan dan keluargaberencana.

4.      4. Sasana Genetika
Dalam ruangan ini dipamerkan berbagai sarasilah dan silsilah garis keturunan yang sangat erat kaitannya dengan ilmu genetika dari suatu trah atau dinasti, antara lain sarasilah dari keluarga berbagai kerajaan di Indonesia

5.      5. Sasana Kesehatan Budaya
Upaya kesehatan berdasarkan atas kepercayaan atau supranatural, dunia ghaib merupakan realita bdaya yang telah ada dan berkembang sejak jama dulu kala. Suatu fenomena yang menarik dan sekaligus merupaka tantangan untuk kita semua guna mengkaji dan menyibak misteri tersebut, agar supaya dapat dimanfaatkan demi kesehatan kita semua, kesejahteraan dan kemanusian. Disini pun juga tersimpan barang2 hasil operasi yang benar2 diambil dari tubuh manusia, seperti batu ginjal. Mungkin juga kita masih teringat ttg kasus seorang anak bernama Safira di Pare-pare yang di dalam tubuhnya terdapat puluhan paku yang entah darimana asalnya. Paku itu pun juga menjadi salah satu koleksi dari museum ini.

6.      6. Sasana Flora dan Fauna
Binatang-binatang disekitar kita perlu diperdulikan keberadaannya. Berbagai binatang bisa menjadi perantara penyakit (vektor), tetapi ada pula beberapa binatang dan tumbuhan yang berkhasiat sebagai bahan obat dan sangat menolong kita semua.

7.      7. Sasana Medik dan non Medik
Berbagai peralatan medik dan non medik pendukung upaya kesehatan disimpan dan dipamerkan diruang ini. Benda-benda ini digunakan oleh institusi kesehatan pada jaman dulu dan menjadi benda bersejarah yang sangat besar jasanya untuk kesehatan masyarakat kita.

Museum ini sangat layak untuk dikunjungi bagi warga umum, maupun masyarakat kesehatan seperti dokter, bidan, perawat, apoteker, analis lab maupun bagi para mahasiswa bidang kesehatan. Karena selain kita bisa berwisata mengisi waktu libur, kita juga bisa menambah wawasan dan ilmu pengetahuan ttg sejarah kesehatan di Indonesia.

Makin disadari upaya kesehatan dirasakan sangat peranannya bahkan menjadi salah satu faktor penentu dalam rangka mencapai generasi bangsa yang unggul menuju manusia Indonesia yang tangguh. Dalam kaitan upaya tersebut, harus disadari pula walaupun jaman makin maju, teknologi makin canggih, tetapi warisan nenek moyang bangsa termasuk budaya kesehatan tidak boleh ditingggalkan begitu saja. Bahkan perlu dipandang sebagai suatu keharusan untuk mengkaji secara seksama serta meneliti da mengebangkan secara cermat dari aspek : kelayakan penggunaannya, keampuhan manfaatnya, teknologi tepat gunanya dan sebagainya

Oleh karena itu Museum Kesehatan tersebut diharapkan mampu menjadi media pendidikan atau pembelajaran bagi masyarakat umum maupun masyarakat ilmiah yang perduli terhadap upaya kesehatan. Disini lah tersimpan sejarah, sejarah masa lalu perkembangan ilmu kesehatan di Indonesia. Jangan jadikan sejarah hanya sebagai pajangan di museum yang mana museum nya pun juga jarang kita kunjungi. Bung Karno pernah berkata “Bangsa yang Besar adalah Bangsa yang Menghargai Jasa Para Pahlawannya”


Jayalah Museum di Indonesia !
Majulah Kesehatan di Indonesia !
Hidup Museum Kesehatan dr. Adhyatma MPH !
Tetaplah jadi inspirasi untuk Indonesia Sehat yang lebih baik !

Sumber : 
Kunjungan Langgeng Perdhana - Surabaya, 30 Agustus 2012
Film Dokumenter – 100 tahun Kiprah Dokter di Indonesia

Kamis, 16 Agustus 2012

Tradisi Tirakatan Malam 17 Agustusan




"Malam Tirakatan 17 Agustusan" mungkin kita sering mendengar bahkan di daerah kampung kita pun melaksanakannya. Malam tirakatan 17 agustusan dilaksanakan tanggal 16 Agustus malam (malam 17 agustus). Acara ini digadang2 bertujuan untuk memperingati perjuangan para pahlawan yang telah gugur membela kemerdekaan Indonesia. Biasanya pada acara ini meliputi acara wejangan (cerita) perjuangan/sejarah kemerdekaan Indonesia, potong tumpeng, makan2, doa dan pembagian hadiah lomba 17an serta diteruskan dengan lek-lekan (melek-melek). Melek-melek sendiri biasanya diisi dengan karaokean, main kartu, ngobrol dan kegiatan2 lain yang tidak jelas manfaat dan faedah nya.
"Sesungguhnya orang yang mubazir itu adalah saudara-saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhan." (Surah al-Isra′, ayat 27). 

Menyadari bahwa dibalik kegiatan diatas terdapat kegiatan2 yg sekiranya tidak bermanfaat (melek2, potong tumpeng,dll) kami pun mencoba untuk sedikit demi sedikit membenahi. Menghilangkan tumpeng yang notabene merupakan bawaan ajaran hindu secara frontal pastilah sulit, bahkan ibarat seperti melempar boomerang, yg terjadi malah kita sendiri yang akan dimusuhi oleh masyarakat. Namun, aqidah tetap lah harus ditegakkan dan diluruskan.
“Barang siapa menyerupai sekelompok orang maka dia adalah bagian dari mereka” (HR Abu Daud no 4031, dinilai oleh al Albani sebagai hadits hasan shahih).

Ketika 17 Agustus jatuh pada bulan Ramadhan, warga pun tetap saja melakukan hal-hal mubadzir diatas. Malam2 ramadhan bukannya diisi dengan amalan2 ibadah, namun malah diisi dengan karaokean yang tak jelas nada dan liriknya. Apalagi tahun ini, 17 Agustus jatuh di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Dimana pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan ini, ada sebuah malam yang lebih baik daripada seribu bulan yakni malam Lailatul Qadr.
Rasulullah bersabda : “Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil (khususnya) pada sepuluh hari terakhir Ramadhan” (HR. Bukhari dari Aisyah) 

Menanggapi cara yang akan ditempuh utk menghilangkan hal itu, kami pun mencoba untuk mengadakan buka bersama. Dimana dengan berbuka puasa bersama, diharapkan bisa menghilangkan sedikit demi sedikit tradisi yang tidak ada tuntunannya dari rasulullah namun telah mendarah daging di kehidupan masyarakat. Sehingga warga pun tetap bisa menjalin silaturahim dan menghilangkan kegiatan2 yg mubadzir.
"Siapa yang suka dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturrahmi." (HR. Bukhari no. 5985 dan Muslim no. 2557)

Seperti kita ketahui banyak keutamaan berbuka puasa, salah satunya :
Diriwayatkan dari shal bin sa'ad R.A bahwasanya Rasulullah pernah bersabda:"Manusia itu tetap berada dalam kebaikan selama mereka mau menyegerakan berbuka puasa" Muttafaq alaih H.R bukhari (1957) dan Muslim (1098)

mengajak kepada suatu kebaikan pun juga merupakan pahala :
"Barangsiapa yang menyeru/mengajak (orang lain) kepada petunjuk maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala-pahala dari orang-orang yang mengikutinya, yang hal itu tidak mengurangi pahala-pahala mereka sedikit pun, dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia akan mendapat dosa seperti dosa-dosa dari orang-orang yang mengikutinya, yang hal itu tidak mengurangi dosa-dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim no.2674)

Kami pun telah berusaha untuk menegakkan amar ma'ruf nahi munkar.
Dari Abu Sa’id Al Khudry -radhiyallahu ‘anhu- berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.” (HR. Muslim no. 49) 

Namun,manusia hanya bisa berusaha dan hidayah itu yg memberikan Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa menasehati dan mengajak kepada suatu kebaikan :
“Sesungguhnya kamu (hai Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendakiNya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al qoshosh, 56)

Ya sudahlah kalo begini jadinya ya "Lakum Dinukum wa Liyaddin"
Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku (QS. Al Kafirun, 6)

Wallahu A'lam Bishawab

Rabu, 08 Agustus 2012

Stroke

Apa sih Stroke itu ? 
Suatu gangguan fungsi saraf akut yang disebabkan oleh karena gangguan peredaran darah otak, dimana secara mendadak (dalam beberapa detik) atau secara cepat (dalam beberapa jam) timbul gejala dan tanda yg sesuai dg daerah fokal di otak yg terganggu dan bukan disebabkan oleh karena trauma pada kepala.

Penyebab Stroke
Berdasarkan atas penyebabnya, stroke dibedakan atas :
a. Stroke Hemorraghic (Perdarahan)
Stroke hemorraghic ini terjadi apabila terdapat pecahnya pembuluh darah yang memvaskularisasi/ memperdarahi otak sehingga otak tidak mendapatkan supply oksigen dan nutrisi melalui pembuluh darah. Perdarahan ini dibedakan kembali menjadi 2, yakni Perdarahan Intra Serebral (PIS) dan Perdarahan Sub Arakhnoidea (PSA). Biasanya stroke hemorraghic ini muncul secara tiba-tiba setelah pasien melakukan aktivitas.
b. Stroke Non-Hemorrhagic (Iskemik/Infark)
Stroke non-Hemorraghic terjadi apabila terdapat sumbatan aliran darah (trombus/ embolus/ aterosklerotik) pada pembuluh darah yang berfungsi untuk memvaskularisasi bagian otak. Biasanya sumbatan ini terjadi pada a. carotis communis sinistra yang merupakan cabang langsung dr arcus aorta. Arteri ini nantinya akan bercabang menjadi a.carotis interna sinistra yang akan memvaskularisasi organ2 intrakranial dan a. carotis eksterna sinistra. Nah di percabangan inilah paling sering terjadi trombus, oleh karena posisi arteri yang masih cukup dekat dengan jantung sehingga menyebabkan tekanan aliran darah yang mengalir pun juga akan tinggi. Stroke tipe ini biasanya muncul secara khas dan tiba2 pada pagi hari ketika pasien bangun tidur.
 

Faktor Resiko Stroke
- Hipertensi
- Usia
- Jenis kelamin
- Penyakit Jantung
- Diabetes Melitus (Kencing manis)
- Dislipidemia
- Merokok
- Alkohol
- defisiensi faktor inhibitor pembekuan darah
- Pernah stroke sebelumnya

Hubungan Faktor Resiko dengan Stroke
Ada 3 komponen yang mempengaruhi terjadinya sumbatan pada pembuluh darah, yakni kondisi endotel pembuluh darah, aliran darah yang melambat dan komponen darah itu sendiri berupa peningkatan koagulabilitas (kemampuan darah untuk terjadi pembekuan darah). Ketiga komponen ini dikenal sbg trias virchow.


Gejala
Gejala stroke biasanya tergantung di daerah mana terjadinya pecah pembuluh darah atau iskemik. Utk kejadian stroke non hemorraghic biasanya paling sering terjadi pada capsula interna yang merupakan area motorik primer. Dimana area ini divaskularisasi oleh a. cerebri media yang merupakan percabangan langsung dari a. carotis interna sehingga lebih sering terjadi di daerah ini. Di dalam capsula interna ini terdapat posisi  homunchulus jaras motoris, sehingga pada pasien dengan iskemik capsula interna unilateral akan didapatkan gejala berupa parese anggota gerak kontralateral dr lesi, karena jaras motoris tadi akan bersilang di decusatio pyramidum. Selain itu biasanya juga didapatkan parese n. VII (n.facialis) dan n. XII (n. hypoglossus) sehingga didapatkan bibir merot dan bicara pelo. Selain itu, didapatkan juga parese/ plegia tipe spastika, hiperrefleks, klonus +, dan refleks patologis +. Sering juga didapatkan pusing/ nyeri kepala, hal ini disebabkan oleh karena terjadinya peningkata TIK (Tekanan intra kranial) baik pada karena perdarahan maupun oedema serebri.

Sumber : 
Gambaran Umum dan Masalah dalam Penanganan Pasien Stroke, dr. M. Naharuddin Jenie, Sp.S(K) Bagian Ilmu Penyakit Saraf FK UNDIP/RS dr. Kariadi Semarang
Neurologi Klinis dalam Praktek Umum, Priguna Sidharta, M.D., Ph.D.

Jumat, 04 Mei 2012

Anatomi Fisiologi Ovarium



Anatomi Ovarium
Ovarium adl alat reproduksi yg setelah dewasa menghasilkan ova/ ovum (sel telur). Selain itu, ovarium juga befungsi sbg kelenjar endokrin yg mengeluarkan hormon esterogen dan progesterone. Pd waktu hamil, ovarium akan menghasilkan hormon relaxin. Ovarium disini merupakan homolog dr testis
Pd mullipara (wanita yg belum pernah melahirkan), ovarium terletak di sebelah dorsal dr lig. Latum pd dinding lateral pelvis. Pd inding lateral ini terletak dlm fossa ovarica dimana fossa ini disebelah dorsal nya dibatasi oleh ureter dan a. hypogastrica. Ventralnya : a. umbilicalis (Lig. Umbilicale laterale). Skeletopi nya terletak setinggi spina iliaca anterior superior (SIAS) dan sedikit lateral dr linea lateralis.


Morfologi Ovarium
ž  Margo Liberal ( margo yang bebas tanpa penggantung) dan Margo Mesovaricus ( margo yang menempel pada mesovarium),
ž  Ektremitas Uterina (superior) ( ujung yang yang dekat dengan uterus) dan Ekstremitas Tubaria (inferior) ( ujung yang dekat dengan Tubae Unterinae)
ž  Facies Medialis ( Facies yang datar yang menghadap ke Tubae Uterinae) dan Facies Latelaris ( facies yang lebih cembung yang menghadap ke Ligamentum Suspensorium Ovarii)


Penggantung Ovarium
ž  Lig. Ovarii Propium : ligamentum yang membentang dari extremitas uterina menuju ke corpus uteri disebelah dorsocaudal tempat masuknya tuba uterina ke uterus.
ž  Lig. Suspensorium Ovarii : ligamentum yang membentang dari extremitas tubaria kearah cranial dan menghilang pada lapisan yang menutupi Musculus Psoas Major
ž  Lig. Mesovarium adl ligamentum yg meruppakan duplicat dr lapisan mesenterica yg melebar ke arah dorsal



Vaskularisasi Ovarium
Ovarium mendapatkan vaskularisasi dr a. ovarica dan v. ovarica. Dimana v. ovarica dextra akan bermuara ke VCI. Sedangkan v. ovarica sinistra akn bermuara ke v. renalis sinistra lalu akn bermuara ke VCI

Innervasi Ovarium
ž  Ovarium dipersarafi oleh Plexus Hypogastricus


Systema Urogenitale, Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNDIP. 

Anatomi Fisiologi Testis (Orchis)



Anatomi testis (Orchis)
Setelah pubertas, selain sbg organ reproduksi (menghasilkan spermatozoa) jg sbg kelenjar endokrin yg menghasilkan hormon androgen yg berguna utk mempertahankan tanda2 kelamin sekunder.
Testis bersama tunica vaginalis propria nya terletak dalam cavum scroti. Testis kiri terletak lebih rendah drpd yg kanan. Testis berbentuk oval dg berat 10-14 gr  dg panjang 4 cm ukuran dr anterior ke posterior 3 cm dan lebar 2,5cm dan memiliki bagian2 yakni extremitas superior, extremitas inferior, facies lateralis, facies medialis, margo anterior (convex), margo posterior (datar)

Lapisan Pembungkus Testis (Orchis)
Testis terletak di dalam cavum scrota yg ditutupi oleh scrotum. Dimana lapisan nya dari luar ke dalam yakni :
ž  - Cutis
ž  - Tunica dartos
ž  - Fascia Spermatica Externa (Aponeurosis MOAE)
ž  - M. Cremasterica
ž  - Fascia Cremasterica (Aponeurosis MOAI)
ž  - Fascia Spermatica Interna (Aponeurosis MTA)
ž  - Tunica Vaginalis Propia (Lamina Parietalis dan Lamina Visceralis)
ž  - Tunica Albuginea


Perjalanan Sperma dr Produksi hingga Ekskresi
ž  Sel Sperma di hasilkan oleh sel spermatozoid yg berada di dinding tubulus seminiferus contortus yg berlekuk2.
ž  Tubulus Semeiniferus contortus à tubulus seminiferus recti àtubuli seminiferus recti saling bertemu di Rete testis à ductus eferentes (Sperma dimatangkan) à ductus deferentes à ductus ejaculatorius à mendpaat campuran semen dr ductus ekscretorius à uretra à keluar


Vaskularisasi Testis (Orchis)
ž  A. testicularis dextra ei sinistra cabang dr aorta abdominalis
ž  V. testicularis dextra yg akan bermuara ke V. Cava Inferior
ž  V. testicularis sinistra yg akan bermuara ke v. renalis sinistra lalu bermuara ke Vena Cava Inferior

Innervasi Testis (Orchis)
Testis dipersarafi oleh serabut saraf dari plexus nervacus tertucularis. Plexus ini dibentuk oleh nervus thoracalis VI-XII.


Fisiologi Testis (Orchis)
ž  Testis terdiri dari 3 sel yaitu :
ž  Sel Leydig yang berfungsi untuk menghasilkan hormon testoseron untuk menumbuhkan ciri2 kelamin sejuder laki2. Sel ini juga sebagai Endocrin
ž  Sel Sertoli yang berfungsi untuk memberi makan sperma yang dirangsang oleh FSH yang dihasilkan oleh Adenehypophysis. Sel ini Sebagai sebagai Eksocrin
ž  Sel Spermatozoid yang berfungsi untuk menghasilkan sperma yang berada pada dinding Tubulus Seminiferus Contortus. Sel ini sebagai Eksocrin
ž  3 sel ini dibagi 2 bagian yaitu Sel Leydig Sebagai  Endocrin sedangkan Sel Sertoli dan Sel Spermatozoid sebagai Eksocrin
ž  Testis menghasilkan hormon testosterone yg berfungsi utk memacu perkembangan system reproduksi steroid pria dan ciri seksual sekunder pria


Systema Urogenitale, Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNDIP

Anatomi Fisiologi Glandula Suprarenalis (Adrenal)




Anatomi Glandula Suprarenalis
Glandula Suprarenalis atau sering juga disebut sbg glandula adrenal merupakan kelenjar endokrin yg terletak di superomedial dr masing2 ren. Kedua glandula suprarenalis ini dibungkus oleh fascia renalis, tapi walaupun demikian glandula adrenal ini tdk ikut gerakan ren pd saat respirasi.
Kedua Glandula adrenal merupakan organ peritoneal yg berwarna kekuningan pd polus superior ren. Glandula suprarenalis ini dikelilingi oleh fascia renalis (tetapi dipisahkan dr ren oleh capsula adiposa). Tiap glandula suprarenalis mempunyai korteks yg berwarna kekuningan dan medulla yg berwarna coklat tua.

Perbedaan Glandula Suprarenalis Dextra dan Sinistra








Vaskularisasi Glandula Suprarenalis (Adrenal)
- ž  a. Suprarenalis Superior yg merupakan cabang dr a. Phrenica inferior yg merupakan cabang dr aorta abdominalis
- ž  a. Suprarenalis inferior yg merupakan cabang dr a. renalis yg merupakan cabang dr aorta abdominalis
- ž  a. Suprarenalis media yg merupakan cabang langsung dr aorta abdominalis
         V. suprarenalis dextra akan bermuara ke V. Cava Inferior
ž  Sedangkan v. suprarenalis sinistra akan bermuara ke v. renalis sinistra (V. cava inferior sinistra) terlebih dahulu sebelum bermuara pd V. Cava Inferior


V. Renalis sinistra disebut juga sbg V. Cava Inferior Sinistra karena :
Banyak vena2 yg bermuara pd v. renalis sinistra antara lain adl v. glandula suprarenalis sinistra, v. ovarica sinistra / v. testicularis sinistra (v. gonadalis sinistra), v. lumbalis ascendens, v. phrenica inferior.

Innervasi Glandula Suprarenalis (Adrenal)
Mendapatkan innervasi dr plexus coeliacus dan plexus hipogastricus. Serabut saraf simpatis utk kelenjar umumnya simpatis preganglioner sdg yg postganglioner adl utk pembuluh darah. Serabut2 saraf parasimpatis tdk mencapai kelenjar.


Fisiologi Glandula Suprarenalis (Adrenal)
Tiap glandula adrenal terdiri atas 2 bagian, yakni Substantia corticalis dan substantia medullaris. Pd Cortex adrenal zona glomerulosa menghasilkan hormon aldosteron (mineralokortikoid) utk meningkatkan reabsorbsi Na dan sekresi K.

Pd korteks adrenal zona fasciculate dan zona retikularis menghasilkan hormon kortisol (Glukokortikoid) yg berfungsi  meningkatkan glukosa darah dg mengorbankan simpanan protein dan lemak, dan berperan dalam adaptasi thd stress. Selain itu juga menghasilkan hormon androgen (dehidroiandosteron) yg berperan dlm lonjakan pertumbuhan masa pubertas dan dorongan sex pd wanita

Selain itu, medulla adrenal menghasilkan hormon epinefrin dan norepinefrin yg berfungsi utk memperkuat system saraf simapatis, berperan dlm adaptasi thd stress dan pengaturan tekanan darah

Sumber : Systema Urogenitale, Bagian Anatomi Fakultas Kedokteran UNDIP